Hindari kalah di lima laga krusial
Selasa, 16 Juli 2013 - 20:39 WIB
Hindari kalah di lima laga krusial
A
A
A
Sindonews.com - Persela Lamongan menyisakan lima pertandingan lagi digelaran Indonesia Super League (ISL) 2013. Dari pertandingan yang tersisa, tiga di antaranya dilakoni di luar kandang dan hanya dua yang tersisa di Stadion Surajaya. Kendati jalan masih terjal, Persela tetap konsentrasi mengincar posisi 10 besar di klasemen akhir nanti.
Persela sendiri berjarak dua strip dari sepuluh besar, karena di atasnya masih ada Persija Jakarta dan Persepam Madura United yang harus digeser. Itu bukan persoalan gampang karena Persela terpaut satu angka dari Persija yang berada di posisi 11, serta tiga angka dari Persepam yang berada di posisi 10 setelah mengalahkan Sriwijaya FC.
Akhirnya, tidak ada pilihan lain kecuali menghindari kekalahan di lima partai yang tersisa dan harus meraih setidaknya tiga kemenangan. Tugas yang sangat rumit bagi Gustavo Lopez dkk karena lawan di empat pertandingan berikutnya adalah dari Papua, yakni Persiram Raja Ampat, Persidafon Dafonsoro, Persipura Jayapura serta Persiwa Wamena.
Sedangkan pertandingan terakhir juga tidak mudah karena Laskar Joko Tingkir harus menghadapi Persepam Madura United. "Situasinya di akhir musim ini kurang menguntungkan. Kami harus menghadapi empat lawan yang semuanya dari Papua yang tentunya sulit dikalahkan. Tapi Persela sudah sepakat untuk mendapatkan posisi di sepuluh besar klasemen akhir," cetus Manajer Persela Debby Kurniawan.
Awal misi menembus sepuluh besar adalah di kandang Persiram Raja Ampat pada 19 Juli mendatang. Berbekal hasil imbang saat bertandang ke Sriwijaya FC pekan sebelumnya, tim Biru Laut berhasrat mendapatkan minimal satu angka walau kekuatan Persiram secara teknis masih di atas tim asuhan Didik Ludiyanto.
Berbeda dengan kekuatan Persidafon Dafonsoro yang dihadapi berikutnya, kekuatan Persiram memang tergolong stabil. Justru kesempatan besar mendapatkan angka cukup terbuka saat menantang Persidafon yang tengah terperangkap di zona degradasi.
"Sebenarnya tidak ada lawan yang kami anggap ringan atau berat. Karena yang dibutuhkan adalah komitmen tim untuk mendapatkan angka di setiap pertandingan. Bukan hanya satu angka tentunya, karena Persela harus memanfaatkan kesempatan yang tersisa untuk memperbaiki posisi di klasemen," tambah Debby Kurniawan.
Jelang pertandingan kontra Persiram, staf pelatih mengklaim tim dalam kondisi sempurna karena tidak ada pemain yang absen. Kapten Gustavo Lopez sudah bisa kembali setelah tak ambil bagian di pertandingan lawan Sriwijaya FC lalu. Stamina pemain juga dalam kondisi terbaik.
Saat berjibaku di Palembang sejumlah pemain sempat kram karena pertandingan terlalu malam. Tapi itu bukan problem serius karena Persela memiliki waktu recovery sepekan penuh sebelum berangkat ke Papua. "Kondisi tim sangat bagus," kata Pelatih Carateker Persela Didik Ludiyanto.
Dirinya sepakat dengan pihak manajemen bahwa tim harus mengambil kesempatan untuk menempati sepuluh besar di akhir kompetisi nanti. "Saya sangat yakin kami memiliki kemampuan untuk itu (berada di sepuluh besar). Tinggal bagaimana tim memanfaatkannya ketika berada di lapangan," tukas Didik Ludiyanto.
Persela sendiri berjarak dua strip dari sepuluh besar, karena di atasnya masih ada Persija Jakarta dan Persepam Madura United yang harus digeser. Itu bukan persoalan gampang karena Persela terpaut satu angka dari Persija yang berada di posisi 11, serta tiga angka dari Persepam yang berada di posisi 10 setelah mengalahkan Sriwijaya FC.
Akhirnya, tidak ada pilihan lain kecuali menghindari kekalahan di lima partai yang tersisa dan harus meraih setidaknya tiga kemenangan. Tugas yang sangat rumit bagi Gustavo Lopez dkk karena lawan di empat pertandingan berikutnya adalah dari Papua, yakni Persiram Raja Ampat, Persidafon Dafonsoro, Persipura Jayapura serta Persiwa Wamena.
Sedangkan pertandingan terakhir juga tidak mudah karena Laskar Joko Tingkir harus menghadapi Persepam Madura United. "Situasinya di akhir musim ini kurang menguntungkan. Kami harus menghadapi empat lawan yang semuanya dari Papua yang tentunya sulit dikalahkan. Tapi Persela sudah sepakat untuk mendapatkan posisi di sepuluh besar klasemen akhir," cetus Manajer Persela Debby Kurniawan.
Awal misi menembus sepuluh besar adalah di kandang Persiram Raja Ampat pada 19 Juli mendatang. Berbekal hasil imbang saat bertandang ke Sriwijaya FC pekan sebelumnya, tim Biru Laut berhasrat mendapatkan minimal satu angka walau kekuatan Persiram secara teknis masih di atas tim asuhan Didik Ludiyanto.
Berbeda dengan kekuatan Persidafon Dafonsoro yang dihadapi berikutnya, kekuatan Persiram memang tergolong stabil. Justru kesempatan besar mendapatkan angka cukup terbuka saat menantang Persidafon yang tengah terperangkap di zona degradasi.
"Sebenarnya tidak ada lawan yang kami anggap ringan atau berat. Karena yang dibutuhkan adalah komitmen tim untuk mendapatkan angka di setiap pertandingan. Bukan hanya satu angka tentunya, karena Persela harus memanfaatkan kesempatan yang tersisa untuk memperbaiki posisi di klasemen," tambah Debby Kurniawan.
Jelang pertandingan kontra Persiram, staf pelatih mengklaim tim dalam kondisi sempurna karena tidak ada pemain yang absen. Kapten Gustavo Lopez sudah bisa kembali setelah tak ambil bagian di pertandingan lawan Sriwijaya FC lalu. Stamina pemain juga dalam kondisi terbaik.
Saat berjibaku di Palembang sejumlah pemain sempat kram karena pertandingan terlalu malam. Tapi itu bukan problem serius karena Persela memiliki waktu recovery sepekan penuh sebelum berangkat ke Papua. "Kondisi tim sangat bagus," kata Pelatih Carateker Persela Didik Ludiyanto.
Dirinya sepakat dengan pihak manajemen bahwa tim harus mengambil kesempatan untuk menempati sepuluh besar di akhir kompetisi nanti. "Saya sangat yakin kami memiliki kemampuan untuk itu (berada di sepuluh besar). Tinggal bagaimana tim memanfaatkannya ketika berada di lapangan," tukas Didik Ludiyanto.
(aww)