Tak punya klub pilihan, Mirko pilih bertahan
Selasa, 16 Juli 2013 - 21:55 WIB
Tak punya klub pilihan, Mirko pilih bertahan
A
A
A
Sindonews.com - Legiun asing PSM Makassar Mirko Spasojevic belum melirik klub baru. Dia tenang meskipun dikritik publik PSM karena minim kontribusi. Bahkan manajemen diminta untuk tidak memperpanjang lagi kontraknya pada putaran kedua kompetisi Indonesian Premier League (IPL).
Striker berdarah Montenegro tersebut, memang saat ini masih jauh dari harapan. Pasalnya, dia yang diharap menjadi pengganti kakak kandungnya, Ilija Spasojevic, belum bisa maksimal. Bahkan belakangan dirinya hanya menuai sorotan tajam dari kelompok suporter dan pengamat PSM.
Dari empat pertandingan yang dilaluinya semenjak Ilija Spasojevic meninggalkan PSM, Mirko sama sekali belum memperlihatkan perfoma yang membaik, dua kali tampil sebagai strarter dan dua jadi pemain pengganti Mirko belum bisa memproduksi satupun gol, hal ini juga membuat kekecewaan terhadap sejumlah pihak.
Bahkan evaluasi perampingan skuad pada jeda kompetisi musim ini, nama Mirko selalu muncul untuk tidak diperpanjang lagi kontraknya, apalagi saat ini pihak managemen sementara krisis finansial menjalani kompetisi di IPL.
Mirko Spasojevic yang dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini dirinya masih tetap akan fokus terhadap mantan klub kakaknya yang lebih membela Mitra Kukar yang berkompetisi di Indonesia Super League (ISL). "Saya belum punya pilihan (klub), karena saya masih akan fokus pada PSM," kata dia saat dikonfirmasi.
Terkait evaluasi pihak manajemen yang dilakukan saat ini, dirinya tetap menerima apa pun keputusannya. Apalagi dirinya mengakui memang di jeda kompetisi klub pasti melakukan evaluasi terhadap tim. "Kita akan lihat nantinya bagaimana, kami ini pemain bola yang profesional dan semua orang harus menghormati keputusan manajemen," ungkapnya.
Pemain yang berjersey 33 ini juga mengatakan, sebagai pemain profesioanal meski libur diberikan oleh pihak managemen, namun dirinya tetap melakukan latihan untuk menjaga kebugaran. "Saya selalu latihan dan lari bersama Febre (Stopper PSM) di lapangan Karebosi," kata straiker berusia 22 tahun tersebut.
Bukan hanya itu, dirinya mengaku tidak mengikuti liga Ramadan, padahal liga Ramadan di Makassar kakak kandungnya Ilija Spasojevic juga menjadi salah satu pemain disebuah klub. "Saya tidak ikut, karena tidak ada orang yang memanggil saya bermain, jika ada yang panggil pasti saya bermain," pungkasnya.
Sementara itu, Andi Syam Paswah, Jenderal Macz Man salah satu kelompok suporter PSM mengatakan, memang sangat dihargai keberadaan Mirko Spasojevic di skuad Juku Eja. "Namun harapan kami terhadap Mirko sebagai pemain impor juga tidak sesuai ekspektasi penampilannya di lapangan selama ini," kata dia.
Pria yang akrab disapa coklat ini juga mengungkapkan, memang saat ini Mirko selalu dikatakan terancam dicoret dari skuad, dirinya mengatakan keputusan pihak managemen memang harus dihargai. "Tentu jika memang managemen harus mencoret Mirko tentu hal itu merupakan kajian mendalam dari pihak managemen, mungkin Mirko bisa lebih baik jika berada di klub lain, karena di PSM butu pemain yang bisa mengangkat prestasinya," ungkapnya.
Striker berdarah Montenegro tersebut, memang saat ini masih jauh dari harapan. Pasalnya, dia yang diharap menjadi pengganti kakak kandungnya, Ilija Spasojevic, belum bisa maksimal. Bahkan belakangan dirinya hanya menuai sorotan tajam dari kelompok suporter dan pengamat PSM.
Dari empat pertandingan yang dilaluinya semenjak Ilija Spasojevic meninggalkan PSM, Mirko sama sekali belum memperlihatkan perfoma yang membaik, dua kali tampil sebagai strarter dan dua jadi pemain pengganti Mirko belum bisa memproduksi satupun gol, hal ini juga membuat kekecewaan terhadap sejumlah pihak.
Bahkan evaluasi perampingan skuad pada jeda kompetisi musim ini, nama Mirko selalu muncul untuk tidak diperpanjang lagi kontraknya, apalagi saat ini pihak managemen sementara krisis finansial menjalani kompetisi di IPL.
Mirko Spasojevic yang dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini dirinya masih tetap akan fokus terhadap mantan klub kakaknya yang lebih membela Mitra Kukar yang berkompetisi di Indonesia Super League (ISL). "Saya belum punya pilihan (klub), karena saya masih akan fokus pada PSM," kata dia saat dikonfirmasi.
Terkait evaluasi pihak manajemen yang dilakukan saat ini, dirinya tetap menerima apa pun keputusannya. Apalagi dirinya mengakui memang di jeda kompetisi klub pasti melakukan evaluasi terhadap tim. "Kita akan lihat nantinya bagaimana, kami ini pemain bola yang profesional dan semua orang harus menghormati keputusan manajemen," ungkapnya.
Pemain yang berjersey 33 ini juga mengatakan, sebagai pemain profesioanal meski libur diberikan oleh pihak managemen, namun dirinya tetap melakukan latihan untuk menjaga kebugaran. "Saya selalu latihan dan lari bersama Febre (Stopper PSM) di lapangan Karebosi," kata straiker berusia 22 tahun tersebut.
Bukan hanya itu, dirinya mengaku tidak mengikuti liga Ramadan, padahal liga Ramadan di Makassar kakak kandungnya Ilija Spasojevic juga menjadi salah satu pemain disebuah klub. "Saya tidak ikut, karena tidak ada orang yang memanggil saya bermain, jika ada yang panggil pasti saya bermain," pungkasnya.
Sementara itu, Andi Syam Paswah, Jenderal Macz Man salah satu kelompok suporter PSM mengatakan, memang sangat dihargai keberadaan Mirko Spasojevic di skuad Juku Eja. "Namun harapan kami terhadap Mirko sebagai pemain impor juga tidak sesuai ekspektasi penampilannya di lapangan selama ini," kata dia.
Pria yang akrab disapa coklat ini juga mengungkapkan, memang saat ini Mirko selalu dikatakan terancam dicoret dari skuad, dirinya mengatakan keputusan pihak managemen memang harus dihargai. "Tentu jika memang managemen harus mencoret Mirko tentu hal itu merupakan kajian mendalam dari pihak managemen, mungkin Mirko bisa lebih baik jika berada di klub lain, karena di PSM butu pemain yang bisa mengangkat prestasinya," ungkapnya.
(aww)