Managemen PSM dinilai amburadul

Jum'at, 19 Juli 2013 - 13:31 WIB
Managemen PSM dinilai...
Managemen PSM dinilai amburadul
A A A
Sindonews.com -- Tertundanya seluruh agenda skuad Juku Eja PSM dijeda kompetisi Indoenesia Primer League (IPL) musim ini, seperti evaluasi tim dan latihan rutin persiapan karena para pemain melakukan mogok, dinilai karena amburadulnya pihak managemen.

Agenda evaluasi serta perampingan skuad yang rencana sebelumnya akan digelar pada 10-18 Juli terhambat karena pihak managemen PSM belum bisa memenuhi hak pemain berupa gaji dan bonus mereka, karena persoalan ini juga hingga Andi Oddang dkk bersepakat untuk tidak latihan sebelum gaji mereka dibayarkan yakni setengah bulan Mei, dan pada bulan Juni, serta tinggal beberapa hari lagi gaji pemai akan jatuh tempo.

Kadir Khalid, Mantan manager PSM pada era keemasaannya yang dikonfirmasi mengatakan, seluruh persoalan yang muncul saat ini di PSM karena pihak managemen kurang baik, apalagi menjalani kompetisi yang sementara berjalan. "Managemen Amburadul, apakah managemen masih ada dan siapa-siapa orangnya. Kalau beginilebih baik managemen mundur saja dan kembalikan ke pengurus PSM," kata dia.

Saat ini kondisi klub PSM memang sangat terpuruk, apalagi krisis finansial yang membelit skuad hingga membuat pihak managmen jatuh bangun mengurusi persoalan tersebut. Bukan hanya itu, persoalan finansial ini juga membuat Andi Oddang dkk selalu melakukan aksi mogok latihan, karena gaji mereka selalu tertunda. Seperti pada bulan April dan Mei lalu, Pasukan Ramang tidak latihan, karena gaji mereka tidak dibayarkan managemen selama dua bulan lamanya, terakhir pada bulan ini, Punggawa Juku Eja kembali melakukan aksinya karena gaji belum cair.

Para pemain beralasan, karana saat ini bulan Ramadan dan juga menjelang hari raya kebutuhan mereka meningkat, serta mereka juga sudah cukup bersabar menantikan gaji mereka tidak dibayarkan, karena sudah hampir dua bulan sengah mereka tidak menikmati haknya sebagai pemain sepak bola profesional.

Kadir juga menjelaskan, persoalan gaji pemain ini harus menjadi tanggung jawab punuh pihak managemen, sera harus memenuhi hak para pemain. "Kalau seperti ini terus menerus, PSM akan terpuruk lagi. Managemen juga harus tanggung jawab pada pengurus lama yang menjual dan membawa PSM ke LPI, mereka tidak bisa lepaskan tanggung jawabnya," ujar adik kandung Nurdin Khalid ini.
(wbs)
Berita Terkait
Aksi Nyata Suporter...
Aksi Nyata Suporter PSM Makassar Perangi Pandemi Corona
Donasi Lawan Covid-19,...
Donasi Lawan Covid-19, Red Gank PSM Lelang Jersey Ferdinand Sinaga
Suporter PSM Makassar...
Suporter PSM Makassar Harap Ada Solusi Terbaik Untuk Liga 1
Mengenal Duo Kartini...
Mengenal Duo 'Kartini' di Tribun Suporter PSM Makassar
Perbandingan Sepak Bola...
Perbandingan Sepak Bola Indonesia dan Malaysia di Mata Pelatih PSM Makassar
Pelatih PSM Sebut Stamina...
Pelatih PSM Sebut Stamina Pemain Indonesia Hanya Bertahan 60 Menit
Berita Terkini
Timnas Indonesia Sikat...
Timnas Indonesia Sikat Oman 2-0 di Babak Pertama FIFA Matchday
32 menit yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
39 menit yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Tiwi/Fadia Gugur di Perempat Final
1 jam yang lalu
Link Live Streaming...
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
2 jam yang lalu
Timnas Indonesia dan...
Timnas Indonesia dan Oman Tiba, Lautan Suporter Padati Stadion GBK
2 jam yang lalu
Drawing Campus League...
Drawing Campus League Basketball The Nationals 2026: Berebut Predikat Kampus Terbaik Indonesia
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Tetap Pakai...
10 Negara Tetap Pakai Iron Dome Meski Dinilai Kurang Efektif
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved