Evaluasi tim ditarget rampung sebelum lebaran
Rabu, 31 Juli 2013 - 19:50 WIB
Evaluasi tim ditarget rampung sebelum lebaran
A
A
A
Sindonews.com - Evaluasi skuad Juku Eja yang selalu molor karena persoalan finansial, namun pihak managemen PSM menargetkannya rampung sebelum hari raya Labaran.
Dijeda kompetisi Indonesia Primer League (IPL) musim ini, seluruh klub yang ada, sementara berbenah termasuk PSM. Evaluasi perampingan skuad yang telah dirancang managemen PSM tersebut selalu molor dilakukan, karena persoalan gaji pemain yang belum dibayarkan.
Sejak paruh musim berakhir managemen sudah mengagendakan perampingan tim ini dilakukan, dengan alasan untuk efisiensi finasial, apalagi saat ini seluruh klub yang berkompetisi di IPL sedang mengalami krisis. Jadi pada evaluasi kali ini pihak managemen akan mendepak lima hingga tujuh pemain PSM.
Chief Executive Officer (CEO) PSM Rully Habibie, mengatakan memang saat ini pihaknya sementara telah melakukan pertemuan untuk membahas persoalan evaluasi perampingan tim tersebut. "Namun sampai hari ini belum ada keputusan, yang jelas sudah pada tahap terakhir, dan kita targetkan sebelum lebaran semuanya rampung," kata dia.
Memang sebelumnya, pihak managemen PSM sudah memaparkan empat kriteria buat pemain yang bakal terdepak dari tim, seperti aspek medis, aspek kontribusi pada tim, aspek personal dan aspak non teknis. Bukan hanya itu seluruh pemain PSM yang ada juga akan dilihat bagaimana perkembangannya.
Rully menjelaskan, karena hal ini jadi pihaknya harus mempertimbangkan evaluasi tersebut, apalagi menurutnya ada 29 pemain yang akan dilihat dari empat aspek tersebut. "Jadi memang membutuhkan kejelian, kita berharap pada evaluasi kali ini kita mendapatkan hasil yang masksimal untuk ke depannya," jelasnya.
Kendati demikia, lanjutnya, evaluasi juga bukan hanya dirinya menentukan para pemain yang akan didepak, melainkan sejumlah petinggi PSM yang ada. "Untuk posisi pemain yang ada didepak, saya pikir semua lini akan dilihat, dan jumlah pemain yang dikeluarkan juga belum bisa dipastikan, nanti kita lihat bagaimana perkembangannya," jelasnya.
Sementara itu, mantan pemain PSM Ali Baba menjelaskan, saat ini banyak sekali waktu PSM terbuang karena persoalan evaluasi tim tersebut, apalagi karena selalu molor. "Ini sangat lambat sekali, waktu terbuang sia-sia selama tiga pekan, seharusnya setelah paruh musim berakhir evaluasi perampingan skuad sudah dilakukan secepatnya," kata dia.
Bukan hanya itu, dia menjelaskan, persoalan evaluasi ini bukan hal pekerjaan pertama yang dilakukan managemen, apalagi jika akan merekrut pemain dari luar. "Tentu pemain ini harus beradaptasi dulu dengan tim, namun sekarang masih berkutat pad persoalan evaluasi, managemen harus fokus lakukan ini," ungkap mantan pemain yang berposisi gelandang bertahan ini.
Diskuad Juku Eja, terdapat 29 pemain karena baru-baru ini satu pemain asing PSM yakni Mirko Spasojevic memilih pulang ke kampung halamannya di Montenegro, pada evaluasi perampingan skuad kali ini Laskar Ayam Jantan dari Timur akan diperkuat 22-24 pemain pada putaran kedua IPL musim ini.
Dijeda kompetisi Indonesia Primer League (IPL) musim ini, seluruh klub yang ada, sementara berbenah termasuk PSM. Evaluasi perampingan skuad yang telah dirancang managemen PSM tersebut selalu molor dilakukan, karena persoalan gaji pemain yang belum dibayarkan.
Sejak paruh musim berakhir managemen sudah mengagendakan perampingan tim ini dilakukan, dengan alasan untuk efisiensi finasial, apalagi saat ini seluruh klub yang berkompetisi di IPL sedang mengalami krisis. Jadi pada evaluasi kali ini pihak managemen akan mendepak lima hingga tujuh pemain PSM.
Chief Executive Officer (CEO) PSM Rully Habibie, mengatakan memang saat ini pihaknya sementara telah melakukan pertemuan untuk membahas persoalan evaluasi perampingan tim tersebut. "Namun sampai hari ini belum ada keputusan, yang jelas sudah pada tahap terakhir, dan kita targetkan sebelum lebaran semuanya rampung," kata dia.
Memang sebelumnya, pihak managemen PSM sudah memaparkan empat kriteria buat pemain yang bakal terdepak dari tim, seperti aspek medis, aspek kontribusi pada tim, aspek personal dan aspak non teknis. Bukan hanya itu seluruh pemain PSM yang ada juga akan dilihat bagaimana perkembangannya.
Rully menjelaskan, karena hal ini jadi pihaknya harus mempertimbangkan evaluasi tersebut, apalagi menurutnya ada 29 pemain yang akan dilihat dari empat aspek tersebut. "Jadi memang membutuhkan kejelian, kita berharap pada evaluasi kali ini kita mendapatkan hasil yang masksimal untuk ke depannya," jelasnya.
Kendati demikia, lanjutnya, evaluasi juga bukan hanya dirinya menentukan para pemain yang akan didepak, melainkan sejumlah petinggi PSM yang ada. "Untuk posisi pemain yang ada didepak, saya pikir semua lini akan dilihat, dan jumlah pemain yang dikeluarkan juga belum bisa dipastikan, nanti kita lihat bagaimana perkembangannya," jelasnya.
Sementara itu, mantan pemain PSM Ali Baba menjelaskan, saat ini banyak sekali waktu PSM terbuang karena persoalan evaluasi tim tersebut, apalagi karena selalu molor. "Ini sangat lambat sekali, waktu terbuang sia-sia selama tiga pekan, seharusnya setelah paruh musim berakhir evaluasi perampingan skuad sudah dilakukan secepatnya," kata dia.
Bukan hanya itu, dia menjelaskan, persoalan evaluasi ini bukan hal pekerjaan pertama yang dilakukan managemen, apalagi jika akan merekrut pemain dari luar. "Tentu pemain ini harus beradaptasi dulu dengan tim, namun sekarang masih berkutat pad persoalan evaluasi, managemen harus fokus lakukan ini," ungkap mantan pemain yang berposisi gelandang bertahan ini.
Diskuad Juku Eja, terdapat 29 pemain karena baru-baru ini satu pemain asing PSM yakni Mirko Spasojevic memilih pulang ke kampung halamannya di Montenegro, pada evaluasi perampingan skuad kali ini Laskar Ayam Jantan dari Timur akan diperkuat 22-24 pemain pada putaran kedua IPL musim ini.
(wbs)