PSM kecewa protesnya tidak digubris LPIS
Jum'at, 02 Agustus 2013 - 17:57 WIB
PSM kecewa protesnya tidak digubris LPIS
A
A
A
Sindonews.com - Rasa tidak puas menghinggapi PSM Makassar atas kinerja PT Liga Prima Indonesi Sportindo Manajemen (LPIS). PSM Makassar terus melayangkan surat protes kepada operator penyelenggara Indonesian Super League (ISL) atas regulasi saat PSM dibekuk di laga tandang awal musim lalu.
Chief Executive Officer (CEO) PSM Rully Habibie mengatakan, saat ini pihaknya masih berharap agar protesnya yang dilayangkan beberapa bulan lalu digubris oleh penyelengara liga IPL. "Sudah delapan surat protes yang kami kirim, tapi belum digubris," kata Rully.
Dia mengatakan, dari delapan surat tersebut, pihak penyelenggara liga baru sekali membalas suratnya, hal tersebut juga menurutnya masih dianggap bukan jawaban yang diinginkan. "Hanya sekali surat kami dijawab, saya pikir itu bukan jawaban hanya berisikan akan menindak lanjuti," paparnya.
Memang protes tersebut sudah lama dilayangkan oleh pihak manajemen PSM, apalagi karena laga tur tandang tersebut, PSM harus pulang dengan tangan hampa. Meski demikian, pihak manajemen hanya ingin mengetahui bagaimana regulasi semestinya yang ada di IPL.
Lebih jauh Rully menjelaskan, persoalan tersebut dia tetap akan melakukan pengawalan, apalagi saat ini sudah ada panggilan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mendengarkan keluhan para peserta liga IPL musim ini. "Seharusnya kan sebagai peserta kompetisi kita harus ditanggapi, jika tidak diterima berikan alasanya kenapa," ungkapnya.
Saat Rully ditanya, apa akan melakukan langkah hukum terhadap protes tersebut, pria berkacamata mengatakan belum berpikir sampai ke sana. "Intinya kami hanya ingin mencari solusi, dan saya tidak akan menempuh jalur hukum. Karena hal itu, saya mengirim surat ke PSSI beberapa waktu lalu," pungkasnya.
Sementara itu, mantan pemain PSM Tony Ho mengatakan, bahwa seharusnya pihak managemen PSM harusnya lebih fokus untuk membenahi tim memasuki putaran kedua nantinya. "Seharusnya PSM bertarung lebih keras untuk dapatkan poin, jangan terlalu berharap denga hal itu (protes)," kata dia.
Dirinya juga mengatakan, seharusnya PSSI sebagai induk organisasi sepak bola di Indonesia segera bertindak, apalagi memang sejak awak kompetisi IPL tersebut sudah tidak memungkinkan. Apalagi pada putaran pertama selalu terjadi pertandingan yang menang Walk Out (WO). "Hal tersebut bisa menggangu tatanan keseluruhan jadwal pertandingan," jelasnya.
Pihak manajemen PSM memang melayangkan surat protes tersebut, untuk bisa mengamankan poin, setidaknya bisa mendongkrak posisi PSM yang berada di posisi keenam klasemen sementara dengan perolehan 27 poin dari sembilan kemenangan dan enam kekalahan. Jika bisa mendapat poin dari protes tersebut PSM bisa berada pada posisi kedua klasemen sementara.
Chief Executive Officer (CEO) PSM Rully Habibie mengatakan, saat ini pihaknya masih berharap agar protesnya yang dilayangkan beberapa bulan lalu digubris oleh penyelengara liga IPL. "Sudah delapan surat protes yang kami kirim, tapi belum digubris," kata Rully.
Dia mengatakan, dari delapan surat tersebut, pihak penyelenggara liga baru sekali membalas suratnya, hal tersebut juga menurutnya masih dianggap bukan jawaban yang diinginkan. "Hanya sekali surat kami dijawab, saya pikir itu bukan jawaban hanya berisikan akan menindak lanjuti," paparnya.
Memang protes tersebut sudah lama dilayangkan oleh pihak manajemen PSM, apalagi karena laga tur tandang tersebut, PSM harus pulang dengan tangan hampa. Meski demikian, pihak manajemen hanya ingin mengetahui bagaimana regulasi semestinya yang ada di IPL.
Lebih jauh Rully menjelaskan, persoalan tersebut dia tetap akan melakukan pengawalan, apalagi saat ini sudah ada panggilan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mendengarkan keluhan para peserta liga IPL musim ini. "Seharusnya kan sebagai peserta kompetisi kita harus ditanggapi, jika tidak diterima berikan alasanya kenapa," ungkapnya.
Saat Rully ditanya, apa akan melakukan langkah hukum terhadap protes tersebut, pria berkacamata mengatakan belum berpikir sampai ke sana. "Intinya kami hanya ingin mencari solusi, dan saya tidak akan menempuh jalur hukum. Karena hal itu, saya mengirim surat ke PSSI beberapa waktu lalu," pungkasnya.
Sementara itu, mantan pemain PSM Tony Ho mengatakan, bahwa seharusnya pihak managemen PSM harusnya lebih fokus untuk membenahi tim memasuki putaran kedua nantinya. "Seharusnya PSM bertarung lebih keras untuk dapatkan poin, jangan terlalu berharap denga hal itu (protes)," kata dia.
Dirinya juga mengatakan, seharusnya PSSI sebagai induk organisasi sepak bola di Indonesia segera bertindak, apalagi memang sejak awak kompetisi IPL tersebut sudah tidak memungkinkan. Apalagi pada putaran pertama selalu terjadi pertandingan yang menang Walk Out (WO). "Hal tersebut bisa menggangu tatanan keseluruhan jadwal pertandingan," jelasnya.
Pihak manajemen PSM memang melayangkan surat protes tersebut, untuk bisa mengamankan poin, setidaknya bisa mendongkrak posisi PSM yang berada di posisi keenam klasemen sementara dengan perolehan 27 poin dari sembilan kemenangan dan enam kekalahan. Jika bisa mendapat poin dari protes tersebut PSM bisa berada pada posisi kedua klasemen sementara.
(aww)