Lupakan kekalahan, Yonathan/Hendra fokus turnamen berikutnya
Selasa, 06 Agustus 2013 - 22:32 WIB
Lupakan kekalahan, Yonathan/Hendra fokus turnamen berikutnya
A
A
A
Sindonews.com - Yonathan Suryatama Dasuki, yang bermitra dengan Hendra Aprida Gunawan, mengakui bahwa lawan bertandingnya di laga pertama Kejuaraan Dunia 2013, Rasmus Bonde/Mads Conrad-Petersen dari Denmark, bermain lebih stabil, ketika dia dan Hendra sering panik.
Sempat unggulan di set pertama dan hampir memenangkan pertandingan dua set langsung, Hendra/Yonathan justru harus tersingkir dengan kekalahan tiga set 21 -14, 23-25, 18-21 dari Bonde/Petersen, Selasa (6/8).
“Ini adalah kebiasaan jelek kami, kalau poin kritis kami sering panik. Selain itu, lawan kami bermain lebih stabil,” tandas Yonathan, setelah pertandingan, sebagaimana dikutip Badminton Indonesia, Selasa. “Kami terlalu terburu-buru mau mematikan bola, terutama saat poin-poin kritis, ini sering terjadi pada kami."
"Ke depannya, kami harus bisa lebih tenang. Selain itu, soal stamina juga menjadi salah satu hal yang harus ditingkatkan. Stamina sangat berpengaruh pada konsentrasi di lapangan, pukulan-pukulan juga jadi lebih akurat,” jelas Yonathan.
Tersingkir dari babak pertama Kejuaraan Dunia 2013 di Guangzhou, China, Hendra/Yonathan tak ingin larut dalam kekecewaan. Mereka ingin langsung fokus pada turnamen selanjutnya. “Habis ini latihan lagi untuk turnamen selanjutnya. Kemungkinan kami akan bertanding di Japan Open Superseries dan Indonesia Open Grand Prix Gold 2013,” ungkap Hendra.
Sempat unggulan di set pertama dan hampir memenangkan pertandingan dua set langsung, Hendra/Yonathan justru harus tersingkir dengan kekalahan tiga set 21 -14, 23-25, 18-21 dari Bonde/Petersen, Selasa (6/8).
“Ini adalah kebiasaan jelek kami, kalau poin kritis kami sering panik. Selain itu, lawan kami bermain lebih stabil,” tandas Yonathan, setelah pertandingan, sebagaimana dikutip Badminton Indonesia, Selasa. “Kami terlalu terburu-buru mau mematikan bola, terutama saat poin-poin kritis, ini sering terjadi pada kami."
"Ke depannya, kami harus bisa lebih tenang. Selain itu, soal stamina juga menjadi salah satu hal yang harus ditingkatkan. Stamina sangat berpengaruh pada konsentrasi di lapangan, pukulan-pukulan juga jadi lebih akurat,” jelas Yonathan.
Tersingkir dari babak pertama Kejuaraan Dunia 2013 di Guangzhou, China, Hendra/Yonathan tak ingin larut dalam kekecewaan. Mereka ingin langsung fokus pada turnamen selanjutnya. “Habis ini latihan lagi untuk turnamen selanjutnya. Kemungkinan kami akan bertanding di Japan Open Superseries dan Indonesia Open Grand Prix Gold 2013,” ungkap Hendra.
(nug)