Menang dramatis, Tontowi/Liliyana jadi juara dunia
Minggu, 11 Agustus 2013 - 16:48 WIB
Menang dramatis, Tontowi/Liliyana jadi juara dunia
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir secara dramatis berhasil menjungkalkan pasangan unggulan teratas, Xu Chen/Ma Jin, di final Kejuaraan Dunia 2013 di Guangzhou, China, Minggu (11/8).
Pada game pertama, Owi/Butet (sapaan akrab Tontowi/Liliyana) bermain sangat bagus, sehingga mereka pun berhasil mendominasi pertandingan dan melenggang dengan kemenangan 21-13.
Owi/Butet mulai kehilangan sentuhannya di game kedua. Beberapa kali pasangan asal Indonesia melakukan kesalahan. Dengan mendapatkan dukungan penuh dari para penonton yang memadati Tianhe Indoor Stadium, Xu/Ma berhasil bangkit dan berbalik unggul 21-16.
Permainan semakin ketat dan menegangkan ketika memasuki game penentuan. Saling mengejar poin mewarnai pertandingan game ketiga. Xu/Ma terlihat berada dalam tekanan ketika mereka berada di ujung kemenangan 20-18. Situasi itu pun berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Owi/Butet. Secara dramatis Owi/Butet mengejar ketertinggalan dan berbalik unggul 22-20.
Mengetahui Owi/Butet keluar sebagai pemenang, spontan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, yang melakukan nonton bareng di kediaman dinasnya, langsung sujud syukur dan tampak haru.
Dengan demikian, Indonesia kembali memiliki juara dunia di ganda campuran, setelah menunggu selama enam tahun. Bagi Liliyana, ini untuk kali ketiga dia naik podium sebagai juara ganda campuran, setelah sebelumnya dia berhasil meraihnya ketika berpasangan dengan Nova Widianto pada 2005 dan 2007. Sementara, untuk pasangan Tontowi/Liliyana, ini merupakan gelar juara dunia pertama mereka.
Pada game pertama, Owi/Butet (sapaan akrab Tontowi/Liliyana) bermain sangat bagus, sehingga mereka pun berhasil mendominasi pertandingan dan melenggang dengan kemenangan 21-13.
Owi/Butet mulai kehilangan sentuhannya di game kedua. Beberapa kali pasangan asal Indonesia melakukan kesalahan. Dengan mendapatkan dukungan penuh dari para penonton yang memadati Tianhe Indoor Stadium, Xu/Ma berhasil bangkit dan berbalik unggul 21-16.
Permainan semakin ketat dan menegangkan ketika memasuki game penentuan. Saling mengejar poin mewarnai pertandingan game ketiga. Xu/Ma terlihat berada dalam tekanan ketika mereka berada di ujung kemenangan 20-18. Situasi itu pun berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Owi/Butet. Secara dramatis Owi/Butet mengejar ketertinggalan dan berbalik unggul 22-20.
Mengetahui Owi/Butet keluar sebagai pemenang, spontan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, yang melakukan nonton bareng di kediaman dinasnya, langsung sujud syukur dan tampak haru.
Dengan demikian, Indonesia kembali memiliki juara dunia di ganda campuran, setelah menunggu selama enam tahun. Bagi Liliyana, ini untuk kali ketiga dia naik podium sebagai juara ganda campuran, setelah sebelumnya dia berhasil meraihnya ketika berpasangan dengan Nova Widianto pada 2005 dan 2007. Sementara, untuk pasangan Tontowi/Liliyana, ini merupakan gelar juara dunia pertama mereka.
(nug)