Hindari degradasi, Bendol minta pemain fokus 5 laga
Selasa, 20 Agustus 2013 - 21:45 WIB
Hindari degradasi, Bendol minta pemain fokus 5 laga
A
A
A
Sindonews.com - Persija Jakarta wajib fokus dan melupakan berbagai problem yang tengah membelit. Karena lima laga sisa di kompetisi Indonesia Super League (ISL), sangat berpengaruh bagi nasib klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
ISL musim 2012/2013, seakan jadi musim buram bagi klub kebanggaan mayarakat DKI Jakarta tersebut. Hantaman masalah, senantiasa menghinggapi klub pimpinan Ferry Paulus tersebut. Mulai kendala finalsial yang berimbas kepada pemain, izin menggelar laga kandang di Jakarta, sampai ancaman hukuman sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Masalah yang dialami Persija, sebetulnya sudah terjadi sebelum ISL musim ini diputar. Problem keuangan yang membelit Persija, membuat klub berkostum orange tersebut ditinggal pemain-pemain bintang. Seperti contohnya Bambang 'Bepe' Pamungkan (Non Klub), Ramdani Lestaluhu (Sriwijaya FC), Hasim Kipuw (Arema Cronous), dan Leo Saputra (Persita Tangerang).
Mereka memilih pergi setelah tidak ada kejelasan soal masalah pelunasan gaji dari manajemen Persija. Tidak hanya sampai disitu, beberapa pemain pun sempat mengancam tidak ingin berkompetisi kala itu. Akibat mundurnya pemain-pemain bintang, Persija pun hanya dihuni oleh pemain-pemain muda yang belum terlalu banyak jam terbang di ISL. Alhasil, Persija terseok-seok di putaran pertama ISL.
Merasa gagal, Iwan Setiawan yang menjadi pelatih Persija di awal musim mengambil langkah mundur. Dan kosongnya kursi pelatih Persija, akhirnya ditempati pelatih kawakan Tanah Air, Benny Dollo. Beruntung, lambat laun, Bendol, sapaan akrab Benny Dollo, mampu mengangkat performa Persija. Dan tentu saja, setelah adanya sokonga pemain baru pada putaran kedua. Seperti Rohid Chan, M. Ilham, Emmanuel Kenmogne, dan Lam Hok Hei.
Tidak sampai disitu catatan miris Persija di musim ini. Persija tinggal menunggu nasib, terkait perusakan bus pemain Persib Bandung, beberapa waktu lalu. Akibat aksi anarkis pihak yang sampai saat ini belum jelas identitasnya, laga klasik tersebut akhirnya urung terlaksana. Sementara kasus tersebut, sampai sejauh ini terus dicari titik terang oleh Komdis dan pihak kepolisian.
Belum juga persoalan tersebut usai, Persija kembali dihantam problem. Pemain yang menuntut haknya selama tiga sampai lima bulan diselesaikan, melancarkan aksi mogok berlatih. Para pemain seolah sudah bosan dengan janji-janji manajemen, yang ingin menyelesaikan tunggakan tersebut. Dan yang miris, tunggakan gaji juga dialami jajaran tim kepelatihan Macan Kemayoran.
Akan tetapi, dari serangkaian masalah yang ada, Persija wajib fokus melewati sisa kompetisi. Duduk di posisi ke- 12 klasemen sementara dengan koleksi 35 angka, posisi Ismed Sofyan dkk belumlah aman. Ancaman degradasi masih jelas mengintai, jika Persija tidak mampu memaksimalkan lima laga terakhir di kompetisi ISL.
"Saya sangat berharap para pemain mau kembali fokus, menatap lima laga ke depan. Dan dalam hal ini, manajemen juga harus menghargai profesionalime pemain. Dengan cara manajemen melunasi hak-hak dari pemain itu sendiri," ungkap Bendol.
"Tolong jangan dikatakan apa yang pemain lakukan adalah mogok. Karena aksi yang mereka lakukan tersebut adalah, hanya untuk mempertanyakan jawaban pasti sebelum adanya kesepakatan dari tim manajemen," lanjut mantan pelatih tim nasional (timnas) Indonesia tersebut.
Apa yang disampaikan Bendol tentu beralasan. Keinginannya agar anak-anak asuhnya bisa kembali fokus, tentu sangat diharapkan demi menjaga peluang Persija untuk tidak terdegradasi. Karena jika sampai hal tersebut tersebut, tentu akan mencoreng sejarah tim Macan Kemayoran, sebagai salah satu klub terbaik di Tanah Air. Dan jadi salah satu klub, yang syarat akan sejarah.
Lima Laga Terakhir Persija Jakarta di ISL :
24 Agustus 2013 : PSPS Pekanbaru vs Persija
28 Agustus 2013 : Persija vs Persib Bandung
31 Agustus 2013 : Persija vs Pelita Bandung Raya
11 September 2013 : Persisam Samarindan vs Persija
15 September 2013 : Mitra Kukar vs Persija
ISL musim 2012/2013, seakan jadi musim buram bagi klub kebanggaan mayarakat DKI Jakarta tersebut. Hantaman masalah, senantiasa menghinggapi klub pimpinan Ferry Paulus tersebut. Mulai kendala finalsial yang berimbas kepada pemain, izin menggelar laga kandang di Jakarta, sampai ancaman hukuman sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Masalah yang dialami Persija, sebetulnya sudah terjadi sebelum ISL musim ini diputar. Problem keuangan yang membelit Persija, membuat klub berkostum orange tersebut ditinggal pemain-pemain bintang. Seperti contohnya Bambang 'Bepe' Pamungkan (Non Klub), Ramdani Lestaluhu (Sriwijaya FC), Hasim Kipuw (Arema Cronous), dan Leo Saputra (Persita Tangerang).
Mereka memilih pergi setelah tidak ada kejelasan soal masalah pelunasan gaji dari manajemen Persija. Tidak hanya sampai disitu, beberapa pemain pun sempat mengancam tidak ingin berkompetisi kala itu. Akibat mundurnya pemain-pemain bintang, Persija pun hanya dihuni oleh pemain-pemain muda yang belum terlalu banyak jam terbang di ISL. Alhasil, Persija terseok-seok di putaran pertama ISL.
Merasa gagal, Iwan Setiawan yang menjadi pelatih Persija di awal musim mengambil langkah mundur. Dan kosongnya kursi pelatih Persija, akhirnya ditempati pelatih kawakan Tanah Air, Benny Dollo. Beruntung, lambat laun, Bendol, sapaan akrab Benny Dollo, mampu mengangkat performa Persija. Dan tentu saja, setelah adanya sokonga pemain baru pada putaran kedua. Seperti Rohid Chan, M. Ilham, Emmanuel Kenmogne, dan Lam Hok Hei.
Tidak sampai disitu catatan miris Persija di musim ini. Persija tinggal menunggu nasib, terkait perusakan bus pemain Persib Bandung, beberapa waktu lalu. Akibat aksi anarkis pihak yang sampai saat ini belum jelas identitasnya, laga klasik tersebut akhirnya urung terlaksana. Sementara kasus tersebut, sampai sejauh ini terus dicari titik terang oleh Komdis dan pihak kepolisian.
Belum juga persoalan tersebut usai, Persija kembali dihantam problem. Pemain yang menuntut haknya selama tiga sampai lima bulan diselesaikan, melancarkan aksi mogok berlatih. Para pemain seolah sudah bosan dengan janji-janji manajemen, yang ingin menyelesaikan tunggakan tersebut. Dan yang miris, tunggakan gaji juga dialami jajaran tim kepelatihan Macan Kemayoran.
Akan tetapi, dari serangkaian masalah yang ada, Persija wajib fokus melewati sisa kompetisi. Duduk di posisi ke- 12 klasemen sementara dengan koleksi 35 angka, posisi Ismed Sofyan dkk belumlah aman. Ancaman degradasi masih jelas mengintai, jika Persija tidak mampu memaksimalkan lima laga terakhir di kompetisi ISL.
"Saya sangat berharap para pemain mau kembali fokus, menatap lima laga ke depan. Dan dalam hal ini, manajemen juga harus menghargai profesionalime pemain. Dengan cara manajemen melunasi hak-hak dari pemain itu sendiri," ungkap Bendol.
"Tolong jangan dikatakan apa yang pemain lakukan adalah mogok. Karena aksi yang mereka lakukan tersebut adalah, hanya untuk mempertanyakan jawaban pasti sebelum adanya kesepakatan dari tim manajemen," lanjut mantan pelatih tim nasional (timnas) Indonesia tersebut.
Apa yang disampaikan Bendol tentu beralasan. Keinginannya agar anak-anak asuhnya bisa kembali fokus, tentu sangat diharapkan demi menjaga peluang Persija untuk tidak terdegradasi. Karena jika sampai hal tersebut tersebut, tentu akan mencoreng sejarah tim Macan Kemayoran, sebagai salah satu klub terbaik di Tanah Air. Dan jadi salah satu klub, yang syarat akan sejarah.
Lima Laga Terakhir Persija Jakarta di ISL :
24 Agustus 2013 : PSPS Pekanbaru vs Persija
28 Agustus 2013 : Persija vs Persib Bandung
31 Agustus 2013 : Persija vs Pelita Bandung Raya
11 September 2013 : Persisam Samarindan vs Persija
15 September 2013 : Mitra Kukar vs Persija
(aww)