Opsi liga soal laga tandang Persija
Selasa, 03 September 2013 - 19:20 WIB
Opsi liga soal laga tandang Persija
A
A
A
Sindonews.com - Tur Persija Jakarta di Kalimantan Timur kontra Persisam Samarinda dan Mitra Kukar, 11 dan 15 September, sepertinya tidak akan berjalan sesuai dengan semestinya. Hal itu terjadi, setelah permohonan penjadwalan ulang laga tersebut dari Panitia Pelaksana (Panpel) Persisam dan Mitra Kukar ditolak PT Liga Indonesia (Liga) ditolak.
Seperti dikabarkan sebelumnya, Liga akhirnya menolak permohonan pemunduran laga kandang Persisam dan Mitra Kukar saat menjamu tim Macan Kemayoran, julukan Persija. Permohonan dimundurkan jadwal sendiri, terkait adanya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di daerah Kalimantan Timur.
Liga pun akhirnya memutuskan menolak permohonan tersebut. Karena sebelumnya, operator kompetisi Indonesia Super League (ISL) tersebut telah menjadwal ulang laga tersebut, yang awalnya diputar pada tanggal 4 dan 7 September. Dengan alasan tersebut, Liga pun menolak permohonan Panpel Persisam dan Mitra Kukar.
"Kami sudah balas suratnya (dari Panpel Persisam dan Mitra Kukar). Sulit untuk menjadwal ulang lagi. Kemarin, mundur seminggu dari jadwal awal, juga atas surat permohonan dari Jatim (Jawa Timur) dan Kalitim (Kalimantan Timur)," ungkap CEO Liga, Joko Driyono.
Liga pun mempunyai alasan jelas, mengapa menolak dimundurkannya kembali dua pertandingan kandang Persisam dan Mitra Kukar tersebut. Dimana diantaranya, Liga telah menjadwalkan beberapa gelaran seperti Perang Bintang.
Dan yang lebih krusial kenapa keinginan tersebut ditolak, terkait dengan keikutsertaan tim nasional (timnas) U-23 Indonesia diajang Islamic Solidarity Games (ISG). Dimana tim Garuda Muda di bawah komando Rahmad Darmawan, akan menjalani laga perdana di ISG pada 17 September mendatang.
"Kami harus menolak permohonan tersebut, karena ada beberapa agenda lain yang sudah dijadwalkan Liga. Ada lagi yang lebih krusial, yaitu soal keikutsertaan timnas U-23 diajang ISG. Dimana timnas U-23 akan menggelar laga perdana pada 17 September," papar Joko.
Liga pun akhirnya memberikan berbagai opsi kepada Panpel Pesut Mahakam, julukan Persisam, dan Mitra Kukar, terkait ditolaknya permohonan penjadwalan ulang tersebut. Adapun berbagai opsi yang disampaikan Jodri, sapaan akrab Joko Driyono, adalah, dengan menggelar pertandingan tanpa penonton, atau digelar di luar Kalimantan Timur.
"Kami sudah kordinasi dengan teman-teman di Kaltim. Untuk meminta rekomendasi lagi dari pihak Kepolisian setempat. Opsi lain yang sebenarnya tidak diinginkan adalah, menghindari kerumunan masa dengan menggelar pertandingan tanpa penonton. Tapi paling jelek, pertandingan di gelar di luar Kalimantan," tutup Joko.
Seperti dikabarkan sebelumnya, Liga akhirnya menolak permohonan pemunduran laga kandang Persisam dan Mitra Kukar saat menjamu tim Macan Kemayoran, julukan Persija. Permohonan dimundurkan jadwal sendiri, terkait adanya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di daerah Kalimantan Timur.
Liga pun akhirnya memutuskan menolak permohonan tersebut. Karena sebelumnya, operator kompetisi Indonesia Super League (ISL) tersebut telah menjadwal ulang laga tersebut, yang awalnya diputar pada tanggal 4 dan 7 September. Dengan alasan tersebut, Liga pun menolak permohonan Panpel Persisam dan Mitra Kukar.
"Kami sudah balas suratnya (dari Panpel Persisam dan Mitra Kukar). Sulit untuk menjadwal ulang lagi. Kemarin, mundur seminggu dari jadwal awal, juga atas surat permohonan dari Jatim (Jawa Timur) dan Kalitim (Kalimantan Timur)," ungkap CEO Liga, Joko Driyono.
Liga pun mempunyai alasan jelas, mengapa menolak dimundurkannya kembali dua pertandingan kandang Persisam dan Mitra Kukar tersebut. Dimana diantaranya, Liga telah menjadwalkan beberapa gelaran seperti Perang Bintang.
Dan yang lebih krusial kenapa keinginan tersebut ditolak, terkait dengan keikutsertaan tim nasional (timnas) U-23 Indonesia diajang Islamic Solidarity Games (ISG). Dimana tim Garuda Muda di bawah komando Rahmad Darmawan, akan menjalani laga perdana di ISG pada 17 September mendatang.
"Kami harus menolak permohonan tersebut, karena ada beberapa agenda lain yang sudah dijadwalkan Liga. Ada lagi yang lebih krusial, yaitu soal keikutsertaan timnas U-23 diajang ISG. Dimana timnas U-23 akan menggelar laga perdana pada 17 September," papar Joko.
Liga pun akhirnya memberikan berbagai opsi kepada Panpel Pesut Mahakam, julukan Persisam, dan Mitra Kukar, terkait ditolaknya permohonan penjadwalan ulang tersebut. Adapun berbagai opsi yang disampaikan Jodri, sapaan akrab Joko Driyono, adalah, dengan menggelar pertandingan tanpa penonton, atau digelar di luar Kalimantan Timur.
"Kami sudah kordinasi dengan teman-teman di Kaltim. Untuk meminta rekomendasi lagi dari pihak Kepolisian setempat. Opsi lain yang sebenarnya tidak diinginkan adalah, menghindari kerumunan masa dengan menggelar pertandingan tanpa penonton. Tapi paling jelek, pertandingan di gelar di luar Kalimantan," tutup Joko.
(irc)