Semakin brutal, pemain PSS lari kocar-kacir

Rabu, 04 September 2013 - 18:22 WIB
Semakin brutal, pemain...
Semakin brutal, pemain PSS lari kocar-kacir
A A A
Sindonews.com - Akhirnya PSS Sleman memilih tidak melanjutkan pertandingan melawan tuan rumah Persis Solo LPIS di Stadion Manahan Solo, tadi sore (4/9/2013). Mereka mengaku khawatir keamanan tidak terjamin jika melanjutkan pertandingan dalam suasana stadion yang penuh teror dari pendukung tuan rumah.

Berdasrkan pantauan Sindo dilapangan, kekisruhan terjadi saat terjadi saat babak pertama berakhir. Bench pemain tim Elang Jawa menjadi bulan-bulanan lemparan benda-benda keras dari tribun penonton tuan rumah. Hujan lemparan botol dan lainya itu membuat pemain PSS tunggang langgang menyelamatkan diri ke tengah lapangan.

Teror pendukung tuan rumah semakin menjadi-jadi saat pemain PSS memasuki ruang ganti. Polisi harus mengawal para pemain sampai ke loker ruang ganti. Di ruang ganti, tampak pemain dan ofisial PSS berdiskusi seputar kelanjutan laga. Waktu jeda antarbabak berlangsung lama. Pasalnya, sampai 40 menit pemain PSS masih berada di ruang
ganti. Di sisi lain, pemain Persis LPIS sudah ready di lapangan.

Tim PSS memilih tidak melanjutkan laga. Panpel pertandingan dan pihak keamanan berusaha menyakinkan ofisial PSS bahwa kondisi sudah terkendali. Namun, PSS tetap tidak berani melanjutkan laga. Setelah panpel dan pihak keamanan gagal menyakinkan, tim pengawas pertandingan akhirnya memutuskan laga dihentikan.

Meski selama 45 menit kedudukan masih imbang 0-0, namun pengawas pertandingan mengumumkan Persis LPIS menang WO karena PSS tidak melanjutkan laga. Setelah pengawas pertandingan mengumumkan kemenangan WO, sontak sejumlah suporter tuan rumah memasuki lapangan.

Di tengah lapangan, pemain Persis LPIS dan suporternya seperti menyindir rival bebuyutannya itu dianggap tidak bertaji. Mereka bermain bola sendiri dan menyarangkan tiga gol, sebagai bentuk hadiah kemenangan WO yang diraih. "Ah, gak punya nyali. Saat kami bermain di Sleman lalu juga mendapat teror yang luar biasa, kami tetap melanjutkan pertandingan," kata Ardi, suporter Persis LPIS.

Manager Persis LPIS Joni Sofyan Erwandi mengungkapkan, seharusnya PSS Sleman tetap tampil melanjutkan laga. "Kan dari panpel dan pihak keamanan sudah menyatakan suasana terkendali. Keamanan dan keselamatan sudah terjamin, tapi mengapa tetap takut. Berarti mereka tidak percaya dengan pihak kepolisian," katanya.

Sementara Manager Operasional PSS Sleman Rumadi enggan berkomentar banyak seputar laga yang penuh gengsi tersebut. Dia hanya menyanyangkan aksi yang kurang terpuji dari suporter tuan rumah. "Rusuh, rusuh. Tanyakan kepada yang lain saja," ungkapnya.
(wbs)
Berita Terkait
Bhayangkara FC vs Persis...
Bhayangkara FC vs Persis Solo: Dibayangi Pemecatan, Jacksen Yakin Masa Suram Laskar Sambernyawa Berakhir
Persis Solo Umumkan...
Persis Solo Umumkan Giovani Numberi Pemain Anyar Jelang Liga 1 2024/2025
Dibayari Saat Beli Bensin,...
Dibayari Saat Beli Bensin, Erick Thohir Bujuk Aremania Dukung Persis Solo
Persis Solo Hadapi Badai...
Persis Solo Hadapi Badai Cedera di Awal Musim Liga 1 2023/2024
Ramadhan Sananta Dipanggil...
Ramadhan Sananta Dipanggil Timnas Indonesia, Pelatih Persis Solo: Dia Striker Terbaik
Kaesang Jadi Direktur...
Kaesang Jadi Direktur Utama Persis Solo
Berita Terkini
Prancis vs Maroko: Misi...
Prancis vs Maroko: Misi Balas Sejarah
23 menit yang lalu
Pesan Menyentuh dan...
Pesan Menyentuh dan Akhir Perjalanan Jordan Henderson di Piala Dunia 2026
11 jam yang lalu
IRRA 2026 Usung Semangat...
IRRA 2026 Usung Semangat Rally Dakar, Targetkan 100 Kendaraan
12 jam yang lalu
Aksi Sengit MotoGP Jerman...
Aksi Sengit MotoGP Jerman 2026 Siap Dimulai, Simak Jadwal Balapannya di VISION+
12 jam yang lalu
WorldSBK Inggris Siap...
WorldSBK Inggris Siap Digelar, Cek Jadwal dan Link Nontonnya di VISION+
12 jam yang lalu
AS dan Portugal Tersingkir,...
AS dan Portugal Tersingkir, Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026 Ambruk
13 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved