Abanda selamatkan PSM dari kekalahan
Senin, 09 September 2013 - 00:21 WIB
Abanda selamatkan PSM dari kekalahan
A
A
A
Sindonews.com -- Skuad Juku Eja PSM ditahan imbang oleh Persepar Palangkaraya pada lanjutan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim ini dengan skor 1-1 di stadion Andi Mattalatta tadi malam. Pada laga ini, Abdul Abanda Rahman, menjadi penyelamat buat Juku Eja.
Bola penyeimbang PSM diciptakan oleh Abanda striker PSM yang baru saja direkrut pada jeda kompetisi musim ini pada menit ke 50, setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Engnang Borneo julukan Persepar. Abanda berhasil mencatatkan namanya dipapan skor dilaga perdananya bersama Andi Oddang dkk musim ini.
PSM kebobolan pertama pada menit ke 44, setelah Emile Mbamba, mendapat sontekan umpan akurat dari Antonio Teles pemain asing Persepar, Mbamba kembali memperlihatkan ketajamannya sebagai pemain baru Persepar dengan memperdaya I Ngurah Komang Arya. Hingga PSM ketinggalan pada babak pertama.
Meski sejak awal babak pertama, tensi permainan sudah meninggi, Rasyid Assyahid Bakri dkk terus melakukan tekanan terhadap tamunya. Peluang PSM tercipta pertama kali ketika Fandy Edy mengeluarkan tendangan spekualisi pada menit ke delapan, namun sepakan kerasnya masih melebar di sisi kanan pertahanan Persepar Palangkaraya.
Turun dengan formasi 4-1-3-2 klub besutan Imran Amirullah ini terus menekan, hingga pada menit ke 10 pergerakan duet M Rahmat dan Abanda Rahman terus menrepotkan lini belakang Persepar. Akibatnya, Abanda jadi sasaran untuk dilanggar. Setelah itu PSM mendapat hadia tendagan bebas diberikan, namun Syamsul Khaeruddin yang jadi eksekutor belum bisa maksimalkan, karena umpan crossing yang diberikan kepada Febre Santis pemain belakang PSM masih kalah saat berduet dengan kiper Persepar Decky Ardian.
Kesalahan pemain belakang PSM pada menit 14 hampir dimanfaatkan Persepar yang tampil menggunakan kostum hitam, setelah Jecky Pasarella lolos dari jebakan offside, namun sepakannya masih melebar di atas mistar gawang yang dijaga I Ngurah Komang Arya.
Hingga memasuki menit ke 29 Pasukan Ramang yang menggunakan jersey merah dengan kombinasi putih belum bisa membongkar pertahanan tamunya, bukan hanya itu, tensi permainan terus meninggi. Akibatnya Fandy Edy yang dilanggar harus ditarik keluar, dan digantikan oleh Qifli Tamara. Selang satu menit peluang PSM kembali tercipta dari Abanda Rahman, namun belum bisa berduel udara dengan kiper Persepar.
Tingginya tensi permainan kedua klub tersebut hingga membuat wasit yang dipimpin Anselmus mengeluarkan kartu kuning pertama pada menit 32 terhadap Syamsul Khaeruddin, setelah mengganjal keras pemain pemain tengah Persepar. Enam menit berselang kartu kuning kedua diberikan oleh Emily Mbamba striker Persepar, setelah dia melanggar I Ketut Mahendra di area pertahanan PSM.
Hingga menit ke 40 belum Abanda dan M Rahmat terus merepotkan pertahanan tamunya, hingga terus dijatuhkan di area terlarang, namun wasit tidak pernah memberikan hadia pinalti. Asik menyerang, petaka muncul, pada menit 44, I Ngurah Komang harus memungut si kulit bundal dari dalam gawangnya, saat Laskar Iseng Mulang melakukan serangan balik. Dari lini tengah Antonio Teles memberikan umpan terobosan dari tengah lapangan pada Mbamba, dengan sontekan matang. Hingga peluit babak pertama usai tamu PSM unggul sementara.
Memasuki babak kedua, tempo permainan hampir sama pada babak pertama. Hingga membuat wasit mengeluarkan Kartu kuning ketiga diberikan oleh Edi Sibung pemain Persepar Palangkaraya setelah mengganjal Abanda Rahman.
Pada menit 50 Abanda berhasil menyamakan kedudukan setelah mendapat umpan dari Syamsul, setelah mengeksekusi tendangan bebas. Kemelut yang terjadi di depan gawang Persepar bisa dimaksimalkan oleh Abanda, hingga menyelamatkan PSM dari kekalahan ole, sekaligus menjebol gawang mantan klubnya tersebut.
Keasikan menyerang membuat pertahanan PSM hampir lengah, pada menit ke 55 kembali nyaris kebobolan, setelah Mbamba menerima bola rebown, dari sepakan Bayu Perdana pemain Persepar di luar kotak pinalti, namun masih melebar di sisi kiri pertahanan PSM.
Kapten keseblasan PSM Andi Oddang baru dimasukkan pada menit 66 menggantikan Abanda Rahman karena mengalami. Benturan dengan pemain belakang Persepar. Masuknya Andi Oddang, Pasukan Ramang terus menggempur pertahanan lawan, namun hingga menit ke 71 belum juga bisa merubah skor.
Oddang yang masuk sebagai pemain pengganti nyaris membawa PSM unggul pada menit ke 79, setalah top skor di PSM ini mendapat umapng dari M Rasul, tandukannya hanya membentur mistar gawang Persepar. Peluang Persepar kembali tercipta saat Decky mengeluarkan sepakan spekulasi dari kotak pinalti. Namun I Ngurah berhasil menepis tendangan mendatar tersebut pada menit ke 87. Hingga peluit panjang skor tetap 1-1 dan mengharuskan PSM berbagi angka dengan tamunya.
Edy Simon Badawi, Pelatih Persepar Palangkaraya mengatakan, pertandingan tersebut sudah maksimal buat skuadnya. Apalagi klubnya bisa mencuri satu angka dari PSM. "Hasilnya sangat lumanyan, secara permainan kedua tim sangat bagus. Kami tetap konsisten, dan disiplin bermain," kata dia.
Terkait tensi permainan yang tinggi, dirinya mengaku sudah mengantisipasi hal tersebut. Apalagi dirinya sudah tahu tipikal permainan Andi Oddang dkk. "Tipikal permainan PSM memang sangat keras, dan PSM disiplin dengan posisi mereka masing-masing, namun semuanya sudah diantisipasi," pungkasnya.
Sementara itu, Imran Amirullah pelatih sementara PSM mengatakan, pemainnya sudah memberikan yang terbaik buat tim. "Segala sesuatu yang awal pasti sulit, ini pertandingan pertama jadi sangat susah, jadi ke depannya kita harus lebih siap lagi," kata dia.
Meski demikian, dirinya mengatakan, sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Karena seharusnya PSM mendapat dua pinalti namun wasit tidak memberikan. "Saat Abanda dan Qifly di langgar, harusnya itu jadi pinalti tapi wasit tidak berikan," ujarnya.
Dengan imbangnya pertandingan tersebut PSM hanya menambah satu angka, dan hanya naik ke posisi keempat klasemen sementara dengan poin 28 sama dengan poin Persiba Bantul dan Pro Duta FC yang ada diposisi keempat dan kelima.
Bola penyeimbang PSM diciptakan oleh Abanda striker PSM yang baru saja direkrut pada jeda kompetisi musim ini pada menit ke 50, setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Engnang Borneo julukan Persepar. Abanda berhasil mencatatkan namanya dipapan skor dilaga perdananya bersama Andi Oddang dkk musim ini.
PSM kebobolan pertama pada menit ke 44, setelah Emile Mbamba, mendapat sontekan umpan akurat dari Antonio Teles pemain asing Persepar, Mbamba kembali memperlihatkan ketajamannya sebagai pemain baru Persepar dengan memperdaya I Ngurah Komang Arya. Hingga PSM ketinggalan pada babak pertama.
Meski sejak awal babak pertama, tensi permainan sudah meninggi, Rasyid Assyahid Bakri dkk terus melakukan tekanan terhadap tamunya. Peluang PSM tercipta pertama kali ketika Fandy Edy mengeluarkan tendangan spekualisi pada menit ke delapan, namun sepakan kerasnya masih melebar di sisi kanan pertahanan Persepar Palangkaraya.
Turun dengan formasi 4-1-3-2 klub besutan Imran Amirullah ini terus menekan, hingga pada menit ke 10 pergerakan duet M Rahmat dan Abanda Rahman terus menrepotkan lini belakang Persepar. Akibatnya, Abanda jadi sasaran untuk dilanggar. Setelah itu PSM mendapat hadia tendagan bebas diberikan, namun Syamsul Khaeruddin yang jadi eksekutor belum bisa maksimalkan, karena umpan crossing yang diberikan kepada Febre Santis pemain belakang PSM masih kalah saat berduet dengan kiper Persepar Decky Ardian.
Kesalahan pemain belakang PSM pada menit 14 hampir dimanfaatkan Persepar yang tampil menggunakan kostum hitam, setelah Jecky Pasarella lolos dari jebakan offside, namun sepakannya masih melebar di atas mistar gawang yang dijaga I Ngurah Komang Arya.
Hingga memasuki menit ke 29 Pasukan Ramang yang menggunakan jersey merah dengan kombinasi putih belum bisa membongkar pertahanan tamunya, bukan hanya itu, tensi permainan terus meninggi. Akibatnya Fandy Edy yang dilanggar harus ditarik keluar, dan digantikan oleh Qifli Tamara. Selang satu menit peluang PSM kembali tercipta dari Abanda Rahman, namun belum bisa berduel udara dengan kiper Persepar.
Tingginya tensi permainan kedua klub tersebut hingga membuat wasit yang dipimpin Anselmus mengeluarkan kartu kuning pertama pada menit 32 terhadap Syamsul Khaeruddin, setelah mengganjal keras pemain pemain tengah Persepar. Enam menit berselang kartu kuning kedua diberikan oleh Emily Mbamba striker Persepar, setelah dia melanggar I Ketut Mahendra di area pertahanan PSM.
Hingga menit ke 40 belum Abanda dan M Rahmat terus merepotkan pertahanan tamunya, hingga terus dijatuhkan di area terlarang, namun wasit tidak pernah memberikan hadia pinalti. Asik menyerang, petaka muncul, pada menit 44, I Ngurah Komang harus memungut si kulit bundal dari dalam gawangnya, saat Laskar Iseng Mulang melakukan serangan balik. Dari lini tengah Antonio Teles memberikan umpan terobosan dari tengah lapangan pada Mbamba, dengan sontekan matang. Hingga peluit babak pertama usai tamu PSM unggul sementara.
Memasuki babak kedua, tempo permainan hampir sama pada babak pertama. Hingga membuat wasit mengeluarkan Kartu kuning ketiga diberikan oleh Edi Sibung pemain Persepar Palangkaraya setelah mengganjal Abanda Rahman.
Pada menit 50 Abanda berhasil menyamakan kedudukan setelah mendapat umpan dari Syamsul, setelah mengeksekusi tendangan bebas. Kemelut yang terjadi di depan gawang Persepar bisa dimaksimalkan oleh Abanda, hingga menyelamatkan PSM dari kekalahan ole, sekaligus menjebol gawang mantan klubnya tersebut.
Keasikan menyerang membuat pertahanan PSM hampir lengah, pada menit ke 55 kembali nyaris kebobolan, setelah Mbamba menerima bola rebown, dari sepakan Bayu Perdana pemain Persepar di luar kotak pinalti, namun masih melebar di sisi kiri pertahanan PSM.
Kapten keseblasan PSM Andi Oddang baru dimasukkan pada menit 66 menggantikan Abanda Rahman karena mengalami. Benturan dengan pemain belakang Persepar. Masuknya Andi Oddang, Pasukan Ramang terus menggempur pertahanan lawan, namun hingga menit ke 71 belum juga bisa merubah skor.
Oddang yang masuk sebagai pemain pengganti nyaris membawa PSM unggul pada menit ke 79, setalah top skor di PSM ini mendapat umapng dari M Rasul, tandukannya hanya membentur mistar gawang Persepar. Peluang Persepar kembali tercipta saat Decky mengeluarkan sepakan spekulasi dari kotak pinalti. Namun I Ngurah berhasil menepis tendangan mendatar tersebut pada menit ke 87. Hingga peluit panjang skor tetap 1-1 dan mengharuskan PSM berbagi angka dengan tamunya.
Edy Simon Badawi, Pelatih Persepar Palangkaraya mengatakan, pertandingan tersebut sudah maksimal buat skuadnya. Apalagi klubnya bisa mencuri satu angka dari PSM. "Hasilnya sangat lumanyan, secara permainan kedua tim sangat bagus. Kami tetap konsisten, dan disiplin bermain," kata dia.
Terkait tensi permainan yang tinggi, dirinya mengaku sudah mengantisipasi hal tersebut. Apalagi dirinya sudah tahu tipikal permainan Andi Oddang dkk. "Tipikal permainan PSM memang sangat keras, dan PSM disiplin dengan posisi mereka masing-masing, namun semuanya sudah diantisipasi," pungkasnya.
Sementara itu, Imran Amirullah pelatih sementara PSM mengatakan, pemainnya sudah memberikan yang terbaik buat tim. "Segala sesuatu yang awal pasti sulit, ini pertandingan pertama jadi sangat susah, jadi ke depannya kita harus lebih siap lagi," kata dia.
Meski demikian, dirinya mengatakan, sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Karena seharusnya PSM mendapat dua pinalti namun wasit tidak memberikan. "Saat Abanda dan Qifly di langgar, harusnya itu jadi pinalti tapi wasit tidak berikan," ujarnya.
Dengan imbangnya pertandingan tersebut PSM hanya menambah satu angka, dan hanya naik ke posisi keempat klasemen sementara dengan poin 28 sama dengan poin Persiba Bantul dan Pro Duta FC yang ada diposisi keempat dan kelima.
(wbs)