PSM sangat butuh jenderal lapangan tengah mumpuni
Senin, 09 September 2013 - 19:11 WIB
PSM sangat butuh jenderal lapangan tengah mumpuni
A
A
A
Sindonews.com - Sosok pemain yang berposisi sebagai playmaker memang sangat mendesak bagi PSM Makassar. Kelemahan itu tergambar pada debut perdana Juku Eja saat melawan Persepar Palangkaraya di Stadion Andi Mattalatta Sabtu, (7/9) lalu.
Belum maksimalnya laga perdana ini, memang dikarekan kurangnya penyuplai bola pada striker yang beroprasi membombardir pertahanan lawan. Untuk mengantisipasi hal itu, Imran Amirullah menurunkan skudnya dengan formasi 4-1-3-2 dengan mengandalkan gelandang bertahan, baik dalam melakukan serangan dan bertahan dalam tekanan.
Sosok pemain arsitek serangan di lini tengah memang, sangat kurang karena gelandang yang ada di PSM hanya gelandang bertahan dan serang, tidak ada playmaker murni. Rasyid Assyahid Bakri, Syamsul Charuddin dan Fandi Edy yang menjadi tumpuan lini tengah, belum bisa memaksimalkan aliran bola sampai ke striker.
Gol yang tercipta juga pada laga tersebut, bukan melalui skema serangan yang apik, melainkan hanya memanfaatkan kemelut saat eksekusi bola mati hingga bisa menjebol gawang lawan. Memang, sejak jauh hari, manajemen PSM sudah menjanjikan akan mendatangkan sosok pemain yang berposisi sebagai playmaker.
Namun hingga laga perdana PSM belum juga terlihat. Padahal managemen PSM sudah mengaku jika pihaknya sudah mendaftar sejumlah nama pemain yang akan diboyong ke Makassar, Andi Widya Syadzwina media officer PSM yang dikonfirmasi mengatakan,dirinya belum bisa berkomentar terkait rencana mendatangkan pemain baru tersebut. "Saya juga tidak bisa komentar apa-apa, pemain baru urusannya pak Rully (CEO PSM)," kata dia.
Meski demikian, lanjut wanita yang akrab disapa Wina ini, saat ini diharap PSM bisa memaksimalkan sejumlah pertandingan. Apalagi tinggal beberapa pertandingan pada putaran kedua ini. "Kita berharap agar bisa dimaksimalkan pertandingan hingga bisa lolos keunifikasi liga," kata dia.
Ini memang juga diakui oleh pelatih karateker PSM Imran Amirullah jika skuadnya membutuhan sosok pemain yang beposisi sebagai playmeker, kendati demikian dirinya hanya menyerahkan sepenuhnya pada pihak manajemen. "Kami serahkan sepenuhnya pada manajemen," pungkas Imran.
Sementara itu, pelatih sepak bola Pra Porda Sulsel yang juga mantan pemain PSM Abdullah Rowa menyebutkan, PSM memang membutuhkan sosok playmaker seperti Srecko Mitrovic yang pada kompetisi tahun lalu memperkuat PSM. "Permainan lini tengahnya tidak terstruktur dengan baik, lawan jadi mudah membaca alur permainan," kata dia.
Dullah sapaan akrabnya menyebutkan, sosok playmaker seperti Gustavo Lopez yang memperkuat Persela Lamongan ataupun eks pemain Arema IPL, Roman Chamelo cocok utuk tipikal permainan PSM yang cepat. "Kalau mau lebih bagus, tambah playmaker di tengah, kalau tidak, permainan PSM akan menjadi monoton, terlalu kaku dan gampang dibaca lawan," paparnya.
Sejauh ini, manajemen PSM sudah mendatangkan dua pemain baru untuk menambah amunisi skuad Juku Eja, yakni Abdul Abanda Rahman pemain yang berposisi sebagai striker. Sedangkan Gery Mandagi, kiper baru yang direkrut dari PSS Sleman.
Belum maksimalnya laga perdana ini, memang dikarekan kurangnya penyuplai bola pada striker yang beroprasi membombardir pertahanan lawan. Untuk mengantisipasi hal itu, Imran Amirullah menurunkan skudnya dengan formasi 4-1-3-2 dengan mengandalkan gelandang bertahan, baik dalam melakukan serangan dan bertahan dalam tekanan.
Sosok pemain arsitek serangan di lini tengah memang, sangat kurang karena gelandang yang ada di PSM hanya gelandang bertahan dan serang, tidak ada playmaker murni. Rasyid Assyahid Bakri, Syamsul Charuddin dan Fandi Edy yang menjadi tumpuan lini tengah, belum bisa memaksimalkan aliran bola sampai ke striker.
Gol yang tercipta juga pada laga tersebut, bukan melalui skema serangan yang apik, melainkan hanya memanfaatkan kemelut saat eksekusi bola mati hingga bisa menjebol gawang lawan. Memang, sejak jauh hari, manajemen PSM sudah menjanjikan akan mendatangkan sosok pemain yang berposisi sebagai playmaker.
Namun hingga laga perdana PSM belum juga terlihat. Padahal managemen PSM sudah mengaku jika pihaknya sudah mendaftar sejumlah nama pemain yang akan diboyong ke Makassar, Andi Widya Syadzwina media officer PSM yang dikonfirmasi mengatakan,dirinya belum bisa berkomentar terkait rencana mendatangkan pemain baru tersebut. "Saya juga tidak bisa komentar apa-apa, pemain baru urusannya pak Rully (CEO PSM)," kata dia.
Meski demikian, lanjut wanita yang akrab disapa Wina ini, saat ini diharap PSM bisa memaksimalkan sejumlah pertandingan. Apalagi tinggal beberapa pertandingan pada putaran kedua ini. "Kita berharap agar bisa dimaksimalkan pertandingan hingga bisa lolos keunifikasi liga," kata dia.
Ini memang juga diakui oleh pelatih karateker PSM Imran Amirullah jika skuadnya membutuhan sosok pemain yang beposisi sebagai playmeker, kendati demikian dirinya hanya menyerahkan sepenuhnya pada pihak manajemen. "Kami serahkan sepenuhnya pada manajemen," pungkas Imran.
Sementara itu, pelatih sepak bola Pra Porda Sulsel yang juga mantan pemain PSM Abdullah Rowa menyebutkan, PSM memang membutuhkan sosok playmaker seperti Srecko Mitrovic yang pada kompetisi tahun lalu memperkuat PSM. "Permainan lini tengahnya tidak terstruktur dengan baik, lawan jadi mudah membaca alur permainan," kata dia.
Dullah sapaan akrabnya menyebutkan, sosok playmaker seperti Gustavo Lopez yang memperkuat Persela Lamongan ataupun eks pemain Arema IPL, Roman Chamelo cocok utuk tipikal permainan PSM yang cepat. "Kalau mau lebih bagus, tambah playmaker di tengah, kalau tidak, permainan PSM akan menjadi monoton, terlalu kaku dan gampang dibaca lawan," paparnya.
Sejauh ini, manajemen PSM sudah mendatangkan dua pemain baru untuk menambah amunisi skuad Juku Eja, yakni Abdul Abanda Rahman pemain yang berposisi sebagai striker. Sedangkan Gery Mandagi, kiper baru yang direkrut dari PSS Sleman.
(aww)