SFC permak kerja sama tim di laga pemungkas
Senin, 16 September 2013 - 19:59 WIB
SFC permak kerja sama tim di laga pemungkas
A
A
A
Sindonews.com - Caretaker Sriwijaya FC Subangkit langsung membenahi kekurangan timnya setelah menghadapi Persiba Balikpapan, Minggu (15/9) lalu. Lemahnya compact defense dan belum bugarnya kondisi pemain, mengharuskan Subangkit, menitikberatkan pada memaksimalkan kerja sama tim.
Terlebih dengan sisa waktu efektif dua hari, mau tidak mau Ponaryo Astaman dkk harus sudah siap tempur. Itu mengingat Barito Putra pun mempunyai keinginan yang sama dengan tim Kalimantan lainnya, yakni mengalahkan sang juara bertahan di tanah mereka.
Nah, untuk mempersiapkan segala yang dimiliki pemain, maka suksesor Kas Hartadi inipun telah menyiapkan program latihan praktis. Di dalamnya, sudah termasuk strategi, skill, dan kerja sama tim. Setidaknya pada partai pemungkas yang akan dimainkan Laskar Wong Kito di kandang Barito Putra Rabu sore (19/9), Subangkit bisa memaksimalkan,kerja sama tim.
Karena untuk meningkatkan stamina dan kebugaran seluruh pemain, sudah tidak ada waktu lagi.
Dari analisis Subangkit, saat anak asuhnya meladeni Beruang Madu-julukan Persiba, khususnya babak pertama, pemainnya terlihat seperti kurang percaya diri. Akibatnya, SFC langsung kecolongan tiga gol.
''Sepanjang babak pertama anak-anak tampil kurang pede. Meski di babak kedua permainan cukup baik namun tetap kita tak mampu mengejar akibat keunggulan lawan terlampau jauh untuk dikejar,” ungkapnya.
mantan pelatih Persiwa Wamena itu menjelaskan, pertandingan kemarin memang mengalami kendala dan harus diakui terletak pada kondisi fisik pemain yangbelum bugar 100%. Selain itu pemain muda Vava Mario Zagalo mengalami cedera saat latihan coba lapangan, jadi sejak menit awal kita memainkan Dere untuk mendampingi Lee Dong Won. Begitu juga dengan Diego Michiels yang ditarik dari lapangan, karena ada masalah di kakinya.
''Tapi tidak parah, makanya saya masukkan Havit. Namun saya tetap memuji perjuangan anak-anak karena sempat tertinggal tiga gol, tapi bisa membalas dua gol. Lawan barito nanti, kita akan evaluasi dengan memperbaiki kerja sama tim saja. Karena dengan sisa waktu yang hanya dua hari, masih sulit untuk mengembalikan kebugaran pemain,” sambungnya.
Selain itu, Subangkit pun harus mempersiapkan pemain lain, seandainya Tantan Dzalikha bergabung dengan Tim All Star Indonesia Super League (ISL) 2012/2013, untuk mengikuti persiapan pertandingan Perang Bintang, yang digelar pada 21 September.
Otomatis dari 18 pemain yang dibawa pada tur Kalimantan tersebut, akan berkurang dua pemain. karena Erick Weeks Lewis terkena larangan bermain, lantaran terakumulasi kartu kuning. ''Sekarang saya hanya mempersiapkan tim untuk pertandingan terakhir, kalau untuk pemain yang akan turun pada perang bintang, saya tak memikirkannya. Mudah-mudahan ada perubahan,” tukasnya lagi.
Sementara Asisten Manajer SFC Muchendi Mahzareki hanya bisa berharap, semua pemain SFC untuk menjadikan partai terakhir ini menjadi pertandingan yang berarti bagi mereka.
''Inikan partai terakhir, memang sulit untuk mendapatkan poin di kandang Barito, tapi jika semua pemain menginginkan pertandingan ini pertandingan yang terbaik mereka bersama SFC, mungkin inilah waktu yang tepat untuk menjalankannya,” tutup Muchendi
Terlebih dengan sisa waktu efektif dua hari, mau tidak mau Ponaryo Astaman dkk harus sudah siap tempur. Itu mengingat Barito Putra pun mempunyai keinginan yang sama dengan tim Kalimantan lainnya, yakni mengalahkan sang juara bertahan di tanah mereka.
Nah, untuk mempersiapkan segala yang dimiliki pemain, maka suksesor Kas Hartadi inipun telah menyiapkan program latihan praktis. Di dalamnya, sudah termasuk strategi, skill, dan kerja sama tim. Setidaknya pada partai pemungkas yang akan dimainkan Laskar Wong Kito di kandang Barito Putra Rabu sore (19/9), Subangkit bisa memaksimalkan,kerja sama tim.
Karena untuk meningkatkan stamina dan kebugaran seluruh pemain, sudah tidak ada waktu lagi.
Dari analisis Subangkit, saat anak asuhnya meladeni Beruang Madu-julukan Persiba, khususnya babak pertama, pemainnya terlihat seperti kurang percaya diri. Akibatnya, SFC langsung kecolongan tiga gol.
''Sepanjang babak pertama anak-anak tampil kurang pede. Meski di babak kedua permainan cukup baik namun tetap kita tak mampu mengejar akibat keunggulan lawan terlampau jauh untuk dikejar,” ungkapnya.
mantan pelatih Persiwa Wamena itu menjelaskan, pertandingan kemarin memang mengalami kendala dan harus diakui terletak pada kondisi fisik pemain yangbelum bugar 100%. Selain itu pemain muda Vava Mario Zagalo mengalami cedera saat latihan coba lapangan, jadi sejak menit awal kita memainkan Dere untuk mendampingi Lee Dong Won. Begitu juga dengan Diego Michiels yang ditarik dari lapangan, karena ada masalah di kakinya.
''Tapi tidak parah, makanya saya masukkan Havit. Namun saya tetap memuji perjuangan anak-anak karena sempat tertinggal tiga gol, tapi bisa membalas dua gol. Lawan barito nanti, kita akan evaluasi dengan memperbaiki kerja sama tim saja. Karena dengan sisa waktu yang hanya dua hari, masih sulit untuk mengembalikan kebugaran pemain,” sambungnya.
Selain itu, Subangkit pun harus mempersiapkan pemain lain, seandainya Tantan Dzalikha bergabung dengan Tim All Star Indonesia Super League (ISL) 2012/2013, untuk mengikuti persiapan pertandingan Perang Bintang, yang digelar pada 21 September.
Otomatis dari 18 pemain yang dibawa pada tur Kalimantan tersebut, akan berkurang dua pemain. karena Erick Weeks Lewis terkena larangan bermain, lantaran terakumulasi kartu kuning. ''Sekarang saya hanya mempersiapkan tim untuk pertandingan terakhir, kalau untuk pemain yang akan turun pada perang bintang, saya tak memikirkannya. Mudah-mudahan ada perubahan,” tukasnya lagi.
Sementara Asisten Manajer SFC Muchendi Mahzareki hanya bisa berharap, semua pemain SFC untuk menjadikan partai terakhir ini menjadi pertandingan yang berarti bagi mereka.
''Inikan partai terakhir, memang sulit untuk mendapatkan poin di kandang Barito, tapi jika semua pemain menginginkan pertandingan ini pertandingan yang terbaik mereka bersama SFC, mungkin inilah waktu yang tepat untuk menjalankannya,” tutup Muchendi
(aww)