25 mantan pemain PSM jadi tim pantau
Jum'at, 20 September 2013 - 17:47 WIB
25 mantan pemain PSM jadi tim pantau
A
A
A
Sindonews.com - Panitia penyelenggara liga antar klub PSM menyiapkan sekitar 25 mantan pemain PSM, untuk memantau pemain yang memiliki bakat selama kompetisi antar klub ini bergulir yang dijadwalkan dibukan pada Minggu, (22/9) mendatang.
Memang diketahui, kompetisi antar klub PSM ini selain ajang untuk melihat klub mana yang berprestasi, juga diharap dari sejumlah klub tersebut bisa melahirkan talenta baru untuk bisa bergabung di skuad Juku Eja PSM, yang saat ini masih berkompetisi di Indonesia Premier League (IPL). Bukan hanya itu, juga akan dilihat pemain yang memiliki karekter permainan PSM.
Sekertaris panitia penyelenggara Syarif Lilli mengatakan, sedikitnya ada 25 mantan pemain PSM yang dipanggil untuk memantau pemain pada diklub yang berkompetisi, itu dilakukan kata dia, agar bisa melihat pemain yang mana yang bisa direkomendasikan untuk memperkuat PSM nantinya. "Memang ini dilakukan untuk melihat siapa pemain yang baik, dan akan dilihat karakter permainan pemain yang berkompetisi," kata dia.
Dirinya juga menjelaskan, tim pemantau ini akan dibagi sesuai dengan kealian mereka semua pada setiap lini di klub yang akan berlaga. Untuk itu, mantan pemain yang dipanggil untuk memantau memang harus fokus memerhatikan posisi masing-masing. "Jadi memang ada pemantau yang khusus memerhatikan kiper, stopper, gelandang dan penyerang, agar semuanya bisa efektif, juga bisa lebih gampang," ungkapnya.
Bukan hanya itu, dirinya mengatakan, memang saat ini PSM sangat membutuhkan pemain yang berkarakter, jadi diharap dari kompetisi ini bisa direkomendasikan untuk memperkuat klub kebanggan masyarakat Sulawesi Selatan. Bahkan, lanjutnya beberapa tahun terakhir skuad PSM terkadang dihuni pemain luar yang notabene kualitasnya tidak jauh beda dari pemain asli Makassar. "Jadi diharap pemain yang ada bisa merasakan bagaimana perjuangan menjadi yang terbaik dalam berkompetisi, supaya mental dan teknik bermainnya bisa berkembang," jelasnya.
Sementara itu, Rully Habibie Chief Eksekutif Officer (CEO) PSM mengatakan, dirinya mengapresiasi langkah penyelenggara liga antar klub PSM yang membentuk tim pemantau untuk melihat pemain muda yang berbakat dikompetisi tersebut. "Jelas bagus memang planningnya, karena pemain yang direkomendasikan selain untuk u-21 juga bisa untuk PSM senior," kata dia.
Untuk itu, lanjutnya pihak managemen PSM pasti memberikan dukungan terhadap panitia pelaksana karena akan menggulirkan kembali kompeisi tersebut. "Kompetisi ini bagus, semoga bisa melahirkan talenta-talenta muda untuk masa depan," pungkasnya.
Sekedar dikertahui, kompetisi ini baru kembali digulirkan sejak 11 tahun lalu pada tahun 2002, pada kompetisi tersbut hanya digulirkan divisi utamanya dengan jumlah peserta klub sebanyak depalan. Untuk divisi satu dan dua masih akan direncanakan kapan kompetisi tersebut kembali bergulir.
Memang diketahui, kompetisi antar klub PSM ini selain ajang untuk melihat klub mana yang berprestasi, juga diharap dari sejumlah klub tersebut bisa melahirkan talenta baru untuk bisa bergabung di skuad Juku Eja PSM, yang saat ini masih berkompetisi di Indonesia Premier League (IPL). Bukan hanya itu, juga akan dilihat pemain yang memiliki karekter permainan PSM.
Sekertaris panitia penyelenggara Syarif Lilli mengatakan, sedikitnya ada 25 mantan pemain PSM yang dipanggil untuk memantau pemain pada diklub yang berkompetisi, itu dilakukan kata dia, agar bisa melihat pemain yang mana yang bisa direkomendasikan untuk memperkuat PSM nantinya. "Memang ini dilakukan untuk melihat siapa pemain yang baik, dan akan dilihat karakter permainan pemain yang berkompetisi," kata dia.
Dirinya juga menjelaskan, tim pemantau ini akan dibagi sesuai dengan kealian mereka semua pada setiap lini di klub yang akan berlaga. Untuk itu, mantan pemain yang dipanggil untuk memantau memang harus fokus memerhatikan posisi masing-masing. "Jadi memang ada pemantau yang khusus memerhatikan kiper, stopper, gelandang dan penyerang, agar semuanya bisa efektif, juga bisa lebih gampang," ungkapnya.
Bukan hanya itu, dirinya mengatakan, memang saat ini PSM sangat membutuhkan pemain yang berkarakter, jadi diharap dari kompetisi ini bisa direkomendasikan untuk memperkuat klub kebanggan masyarakat Sulawesi Selatan. Bahkan, lanjutnya beberapa tahun terakhir skuad PSM terkadang dihuni pemain luar yang notabene kualitasnya tidak jauh beda dari pemain asli Makassar. "Jadi diharap pemain yang ada bisa merasakan bagaimana perjuangan menjadi yang terbaik dalam berkompetisi, supaya mental dan teknik bermainnya bisa berkembang," jelasnya.
Sementara itu, Rully Habibie Chief Eksekutif Officer (CEO) PSM mengatakan, dirinya mengapresiasi langkah penyelenggara liga antar klub PSM yang membentuk tim pemantau untuk melihat pemain muda yang berbakat dikompetisi tersebut. "Jelas bagus memang planningnya, karena pemain yang direkomendasikan selain untuk u-21 juga bisa untuk PSM senior," kata dia.
Untuk itu, lanjutnya pihak managemen PSM pasti memberikan dukungan terhadap panitia pelaksana karena akan menggulirkan kembali kompeisi tersebut. "Kompetisi ini bagus, semoga bisa melahirkan talenta-talenta muda untuk masa depan," pungkasnya.
Sekedar dikertahui, kompetisi ini baru kembali digulirkan sejak 11 tahun lalu pada tahun 2002, pada kompetisi tersbut hanya digulirkan divisi utamanya dengan jumlah peserta klub sebanyak depalan. Untuk divisi satu dan dua masih akan direncanakan kapan kompetisi tersebut kembali bergulir.
(wbs)