PSM minta lokasi play-off IPL harus netral
Jum'at, 04 Oktober 2013 - 13:23 WIB
PSM minta lokasi play-off IPL harus netral
A
A
A
Sindonews.com -- Managemen PSM Makassar meminta, agar lokasi dilaksanakannya play-off untuk 10 klub Indonesia Premier League (IPL) yang diputuskan oleh Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) harus lebih netral.
Hal ini dikarenakan, lokasi yang diusulkan yakni Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara dan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul untuk menjadi lokasi merupakan home base dua klub yang ada di kompetisi IPL yaitu Persijap Jepara dan Persiba Bantul. Padahal, sebelumnya PSSI akan mensosialisasikan format baru kompetisi tersebut dengan menggunakan lokasi yang netral dan bukan home base klub IPL.
Keputusan play-off dan verifikasi untuk 11 klub memang sengaja diambil setelah pihak PSSI dan perwakilan klub bertemu. Semen Padang diloloskan dari play-off dan hanya langsung mengikuti tahap verifikasi. Sementara 10 klub lainnya akan dibagi menjadi dua grup dan tiga tim terbaik dari masing-masing grup tersebut akan diverifikasi bersama Semen Padang untuk diambil empat klub terbaik ke kompetisi tertinggi di Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Chief Eksekutif Officer (CEO) PSM Rully Habibie yang dikonfirmasi soal dua lokasi yang bakal dijadikan tempat untuk melangsungkan play-off selama 10 hari untuk 10 klub tersebut mengatakan, seharusnya hal itu ditinjau ulang. "Kalau menurut saya, mungkin harusnya di lakukan di tempat yg lebih netral. Itu saja," kata Rully saat di konfirmasi Sindonew.com.
Sebelumnya, pihak managemen PSM masih akan mempertimbangkan usulan PSSI tersebut. Apalagi dua opsi yang diusulkan sudah akan dijalankan yakni play-off dan verifikasi. Bukan hanya itu, dalam waktu dekat ini PSSI yang mengambil alih kompetisi tersebut akan melakukan drawing untuk 10 klub yang akan dibagi menjadi dua grup.
Hal senada juga disampaikan oleh media officer PSM Andi Widya Syadzwina, dirinya menyebutkan seharusnya keputusan itu tidak diambil oleh PSSI, karena pasti sejumlah klub IPL merasa dirugikan karena harus mengeluarkan dana yang banyak. "Masa ada klub IPL jadi tuan rumah play-off, kasihan kan klub IPL lainnya," kata dia saat dikonfirmasi.
Dirinya juga mengatakan, sebelumnya PSSI mewacanakan jika lokasi play-off tersebut akan dihetal di tempat yang netral, tapi pada keputusannya tidak demikian. "Kalau Solo, yah masih bisalah, tapi kita tunggu saja perkembangannya," kata wanita yang akrab disapa Wina ini.
Saat ini, kompetisi IPL sudah tidak diakui lagi oleh pihak PSSI dan seluruh hasil klasemen tidak valid, hingga membuat induk organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut mengambil alih kompetisi, hingga diputuskan untuk melakukan play-off selama 10 hari dan tahap verifikasi.
Hal ini dikarenakan, lokasi yang diusulkan yakni Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara dan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul untuk menjadi lokasi merupakan home base dua klub yang ada di kompetisi IPL yaitu Persijap Jepara dan Persiba Bantul. Padahal, sebelumnya PSSI akan mensosialisasikan format baru kompetisi tersebut dengan menggunakan lokasi yang netral dan bukan home base klub IPL.
Keputusan play-off dan verifikasi untuk 11 klub memang sengaja diambil setelah pihak PSSI dan perwakilan klub bertemu. Semen Padang diloloskan dari play-off dan hanya langsung mengikuti tahap verifikasi. Sementara 10 klub lainnya akan dibagi menjadi dua grup dan tiga tim terbaik dari masing-masing grup tersebut akan diverifikasi bersama Semen Padang untuk diambil empat klub terbaik ke kompetisi tertinggi di Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Chief Eksekutif Officer (CEO) PSM Rully Habibie yang dikonfirmasi soal dua lokasi yang bakal dijadikan tempat untuk melangsungkan play-off selama 10 hari untuk 10 klub tersebut mengatakan, seharusnya hal itu ditinjau ulang. "Kalau menurut saya, mungkin harusnya di lakukan di tempat yg lebih netral. Itu saja," kata Rully saat di konfirmasi Sindonew.com.
Sebelumnya, pihak managemen PSM masih akan mempertimbangkan usulan PSSI tersebut. Apalagi dua opsi yang diusulkan sudah akan dijalankan yakni play-off dan verifikasi. Bukan hanya itu, dalam waktu dekat ini PSSI yang mengambil alih kompetisi tersebut akan melakukan drawing untuk 10 klub yang akan dibagi menjadi dua grup.
Hal senada juga disampaikan oleh media officer PSM Andi Widya Syadzwina, dirinya menyebutkan seharusnya keputusan itu tidak diambil oleh PSSI, karena pasti sejumlah klub IPL merasa dirugikan karena harus mengeluarkan dana yang banyak. "Masa ada klub IPL jadi tuan rumah play-off, kasihan kan klub IPL lainnya," kata dia saat dikonfirmasi.
Dirinya juga mengatakan, sebelumnya PSSI mewacanakan jika lokasi play-off tersebut akan dihetal di tempat yang netral, tapi pada keputusannya tidak demikian. "Kalau Solo, yah masih bisalah, tapi kita tunggu saja perkembangannya," kata wanita yang akrab disapa Wina ini.
Saat ini, kompetisi IPL sudah tidak diakui lagi oleh pihak PSSI dan seluruh hasil klasemen tidak valid, hingga membuat induk organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut mengambil alih kompetisi, hingga diputuskan untuk melakukan play-off selama 10 hari dan tahap verifikasi.
(wbs)