PSM tak jadi berangkat lebih awal ke Jepara
Rabu, 09 Oktober 2013 - 12:17 WIB
PSM tak jadi berangkat lebih awal ke Jepara
A
A
A
Sindonews.com -- Skuad Juku Eja PSM, menunda keberangkatan ke Jerpara yang dijadwalkan berangkat pada (11/10), karena jadwal kickoff babak playoff yang akan dilangsungkan di Jepara dan Bantul diundur oleh Persatuan Sepak Bola Seluru Indonesia (PSSI).
Sebelumnya, PSSI merilis jadwal kickoff pada tanggal (13/10) mendatang, namun, masing-masing klub kembali mendapat revisi jadwal baru dari Induk organisasi sepak bola Indonesia tersebut, yang akan diselenggarakan pada (15/10) mendatang.
PSM yang tergabung digrup K yang akan dipusatkan di stadion Gelora Bumi Kartini bersama Persijap Jepara tim tuan rumah, Pro Duta FC, PSLS Lhouksumawe dan Bontang FC. Andi Oddang dkk akan memulai laga perdananya pada Jumat (18/10) melawan Pro, setelah itu, pada Minggu (20/10) PSLS Lhouksumawe, Selasa, (22/10) Bontang FC dan Kamis (24/10) melawan Persijap Jepara.
Media Officer (MO) PSM Andi Widya Syadzwina mengatakan, dengan adanya pengunduran jadwal kickoff tersebut, hingga pihak managemen PSM menunda keberangkatan yang sedianya akan dilakukan pada 11 Oktober mendatang. "Iya tim ditunda berangkat, karena ada revisi jadwal baru," kata dia saat dikonfirmasi Sindonews.com.
Meski demikian, dirinya belum mengetahui kapan jadwal keberangkatan selanjutnya, karena saat ini sementara masih menunggu dari Chif Eksekutif Officer (CEO) PSM. "Saya juga belum tau kapan jadwalnya berangkat, karena belum ada intruksi lanjutan," unkap wanita yang akrab disapa Wina ini.
Sementara itu, Imran Amirullah pelatih sementara PSM yang dikonfirmasi mengenai kabar penundaan keberangkatan tim karena jadwal direvisi ulang mengatakan, dirinya serahkan saja sama pihak managemen. "Tidak jadi masalah, karena saat ini juga kami sementara mempersiapkan tim untuk babak playoff tersebut, kita ikuti saja kemauan PSSI," kata dia usai latihan.
Bukan hanya itu, dirinya juga mengatakan, dengan ditundanya jadwal kickoff yang sedianya akan dilakukan pada 13 Oktober, membuat dirinya akan mencanangkan program tambahan dalam porsi latihan yang dilakukan oleh para pemain setiap harinya. "Memang selama ini, saya terus mempersiapkan stamina, taktik dan mental pemain, hingga Kamis, (10/10 mendatang, kalau ditunda yah harus dipersiapkan lagi," ungkapnya.
Lebih jauh, Imran yang juga mantan punggawa Juku Eja ini memaparkan, jika selama ini dirinya menggenjit stamina para pemainnya pada pagi hari di lapangan Karebosi Makassar. "Untuk sore, saya genjot teknik dan cara bermain. Ini rutin sebagai persiapan menjalani babak playoff di Jepara. Apalagi dengan jadwal yang sangat padat. Hingga membutuhkan stamina yang prima," ujarnya.
Pasukan Ramang akan menjalani babak playoff sebagai prasarat untuk masuk ke unifikasi liga musim depan. Hal ini dijalankan oleh PSSI karena kompetisi Indonesia Premier League (IPL) tidak diakui lagi sebagai kompetisi resmi di Indonesia, untuk itu PSSI mengundang 11 klub IPL melakukan playoff sebagai format baru.
Dibabak playoff, hanya ada 10 klub yang berlaga, karena Semen Padang terlebih dahulu sudah dinyatakan lolos, karena merupakan tim terbaik di IPL. Sedang 10 klub lainnya dibagi menjadi dua grup. Tiga tim terbaik dari grup tersebut akan diambil dan dilakukan verifikasi plus Semen Padang. Selanjutnya hanya empat klub yang berhak ikut ISL musim depan.
Sebelumnya, PSSI merilis jadwal kickoff pada tanggal (13/10) mendatang, namun, masing-masing klub kembali mendapat revisi jadwal baru dari Induk organisasi sepak bola Indonesia tersebut, yang akan diselenggarakan pada (15/10) mendatang.
PSM yang tergabung digrup K yang akan dipusatkan di stadion Gelora Bumi Kartini bersama Persijap Jepara tim tuan rumah, Pro Duta FC, PSLS Lhouksumawe dan Bontang FC. Andi Oddang dkk akan memulai laga perdananya pada Jumat (18/10) melawan Pro, setelah itu, pada Minggu (20/10) PSLS Lhouksumawe, Selasa, (22/10) Bontang FC dan Kamis (24/10) melawan Persijap Jepara.
Media Officer (MO) PSM Andi Widya Syadzwina mengatakan, dengan adanya pengunduran jadwal kickoff tersebut, hingga pihak managemen PSM menunda keberangkatan yang sedianya akan dilakukan pada 11 Oktober mendatang. "Iya tim ditunda berangkat, karena ada revisi jadwal baru," kata dia saat dikonfirmasi Sindonews.com.
Meski demikian, dirinya belum mengetahui kapan jadwal keberangkatan selanjutnya, karena saat ini sementara masih menunggu dari Chif Eksekutif Officer (CEO) PSM. "Saya juga belum tau kapan jadwalnya berangkat, karena belum ada intruksi lanjutan," unkap wanita yang akrab disapa Wina ini.
Sementara itu, Imran Amirullah pelatih sementara PSM yang dikonfirmasi mengenai kabar penundaan keberangkatan tim karena jadwal direvisi ulang mengatakan, dirinya serahkan saja sama pihak managemen. "Tidak jadi masalah, karena saat ini juga kami sementara mempersiapkan tim untuk babak playoff tersebut, kita ikuti saja kemauan PSSI," kata dia usai latihan.
Bukan hanya itu, dirinya juga mengatakan, dengan ditundanya jadwal kickoff yang sedianya akan dilakukan pada 13 Oktober, membuat dirinya akan mencanangkan program tambahan dalam porsi latihan yang dilakukan oleh para pemain setiap harinya. "Memang selama ini, saya terus mempersiapkan stamina, taktik dan mental pemain, hingga Kamis, (10/10 mendatang, kalau ditunda yah harus dipersiapkan lagi," ungkapnya.
Lebih jauh, Imran yang juga mantan punggawa Juku Eja ini memaparkan, jika selama ini dirinya menggenjit stamina para pemainnya pada pagi hari di lapangan Karebosi Makassar. "Untuk sore, saya genjot teknik dan cara bermain. Ini rutin sebagai persiapan menjalani babak playoff di Jepara. Apalagi dengan jadwal yang sangat padat. Hingga membutuhkan stamina yang prima," ujarnya.
Pasukan Ramang akan menjalani babak playoff sebagai prasarat untuk masuk ke unifikasi liga musim depan. Hal ini dijalankan oleh PSSI karena kompetisi Indonesia Premier League (IPL) tidak diakui lagi sebagai kompetisi resmi di Indonesia, untuk itu PSSI mengundang 11 klub IPL melakukan playoff sebagai format baru.
Dibabak playoff, hanya ada 10 klub yang berlaga, karena Semen Padang terlebih dahulu sudah dinyatakan lolos, karena merupakan tim terbaik di IPL. Sedang 10 klub lainnya dibagi menjadi dua grup. Tiga tim terbaik dari grup tersebut akan diambil dan dilakukan verifikasi plus Semen Padang. Selanjutnya hanya empat klub yang berhak ikut ISL musim depan.
(wbs)