Garuda Jaya target bombardir gawang The Azkals
Rabu, 09 Oktober 2013 - 22:39 WIB
Garuda Jaya target bombardir gawang The Azkals
A
A
A
Sindonews.com - Tim nasional (timnas) Indonesia U-19 menargetkan menang dengan banyak gol saat bertemu Filipina dalam laga kedua kualifikasi Piala AFC U-19 di Kamis malam (10/10). Nakhoda tim Garuda Jaya, julukan timnas U-19, Indra Sjafri, langsung meminta anak-anak asuhnya lebih mempertajam penyelesaian akhir.
Walau timnas u-19 mampu tampil heroik saat menghancurkan Laos empat gol tanpa balas, Selasa (8/10), tidak membuat Indra puas begitu saja. Pelatih asal Pandang, Sumatra Barat, tersebut, berharap para pemain timnas U-19 bisa memanfaatkan berbagai peluang yang ada menjadi gol.
Jumlah koleksi gol di setiap pertandingan memang jadi penting, untuk bisa lolos dari Grup G Kualifikasi Piala AFC U-19. Karena untuk lolos ke putaran final Piala AFC U-19 Myanmar 2014, hanya ada dua pilihan yang harus diambil. Yaitu dengan keluar sebagai pemuncak klasemen atau masuk dalam enam runner up terbaik difase Kualifikasi Piala AFC U-19.
Seperti diketahui, timnas U-19 memiliki jumlah produktivitas gol yang sama dengan Korea Selatan (Korsel) di Grup G. Sama-sama menang, 4-0, dari lawan-lawannya, membuat keduanya bersaing ketat dipapan atas klasemen sementara. Untuk itu, Indra berharap saat bertemu Filipina, tim Garuda Jaya bisa tampil lebih tajam.
''Saat kami bertemu dengan Filipina pada pertandingan selanjutnya, masalahnya terletak pada goal-difference. Kami akan mempertajam penyelesaian akhir untuk mencetak gol lebih banyak,” ungkap Indra.
Jika melihat bagaimana penampilan Filipina saat dihancurkan Korsel, target itu bukan tidak mungkin bisa dicapai. Walau sempat sulit ditembus Korsel pada babak pertama, lini pertahanan skuad asuhan Marlon Manos Maro mulai kehilangan konsentrasi pada paro kedua. Sampai akhirnya tiga gol Korsel, tercipta pada babak kedua.
Tidak hanya soal produktivitas gol, yang coba diperbaiki tim Garuda Jaya. Akan tetapi, bagaimana caranya kembali memiliki kondisi fisik yang prima saat berjumpa The Azkals, julukan timnas Filipina. Salah satu cara Indra memulihkan kondisi pemain, yaitu dengan membatasi ruang gerak pemain menjalani aktifitas yang dinilainya tidak penting.
''Dengan sempitnya waktu persiapan menghadapi pertandingan berikutnya, tentu menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk menjaga kebugaran pemain. Itu sebabnya kami membatasi ruang gerak pemain," jelas pelatih berusia 5o tahun tersebut.
Tidak hanya dua faktor di atas yang wajib diantisipasi Indra. Akan tetapi, timnas U-19 juga harus berhat-hati setelah tiga pemainnya yaitu Evan Dimas, Zulfiandi, dan Angga Febryanto Putra sudah mengantongi kartu kuning saat bertemu Laos. Jika kembali dihukum kartu kuning saat bertemu Filipina, tentu akan jadi masalah besar saat bersua Korsel di laga terakhir Grup G, Sabtu (12/10).
Sementara itu, Filipina mengaku tidak mau kembali jadi lumbung gol saat ditantang tim Garuda Jaya. Marlon menjanjikan anak-anak asuhnya akan tampil lebih agresif di pertandingan kedua nanti. Apalagi, Marlon menyatakan sempet menyaksikan bagaimana timnas U-19 berlaga diajang Piala AFF U-19.
''Kami akan mencoba lebih improvisasi, lebih agresif, dan mencoba menguasai bola lebih banyak pada pertandingan selanjutnya. Soal Indonesia, kami pernah melihat mereka bertanding. Pada dasarnya, Filipina siap dan berharap bisa mencetak gol di pertandingan tersebut,” papar Marlon.
Perakiraan Susunan Pemain ;
Indonesia (4-3-3) :
Ravi Murdianto; Putu Gede Juti Antara, Hansamu Yama Pranata, Mahdi Fahri Albaar, Muhammad Faturachman; Evan Dimas, Zulfiandi, Muhammad Hagianto; Maldini Pali, Muchlis Hadi Ning; Ilham Udin Armaiyn
Pelatih ; Indra Sjafri
Filipina (4-3-3) ;
Ronilo JR Vallez Bayan; Amani Manuel Santos Aguinaldo, Jay-R Jalipa Bucayan, Julian Mariano Noda Clarino, Jimson Elises Crestal; Valentino Barot Calvo, Nikko Ralph De Arce, Junell Mark Francia Bautista; Daniel Bernan Reyes Gadia, Carmelo Vicente Ruiz Genco, David Angelo Ramos Diamante
Pelatih ; Marlon Manos Maro
Walau timnas u-19 mampu tampil heroik saat menghancurkan Laos empat gol tanpa balas, Selasa (8/10), tidak membuat Indra puas begitu saja. Pelatih asal Pandang, Sumatra Barat, tersebut, berharap para pemain timnas U-19 bisa memanfaatkan berbagai peluang yang ada menjadi gol.
Jumlah koleksi gol di setiap pertandingan memang jadi penting, untuk bisa lolos dari Grup G Kualifikasi Piala AFC U-19. Karena untuk lolos ke putaran final Piala AFC U-19 Myanmar 2014, hanya ada dua pilihan yang harus diambil. Yaitu dengan keluar sebagai pemuncak klasemen atau masuk dalam enam runner up terbaik difase Kualifikasi Piala AFC U-19.
Seperti diketahui, timnas U-19 memiliki jumlah produktivitas gol yang sama dengan Korea Selatan (Korsel) di Grup G. Sama-sama menang, 4-0, dari lawan-lawannya, membuat keduanya bersaing ketat dipapan atas klasemen sementara. Untuk itu, Indra berharap saat bertemu Filipina, tim Garuda Jaya bisa tampil lebih tajam.
''Saat kami bertemu dengan Filipina pada pertandingan selanjutnya, masalahnya terletak pada goal-difference. Kami akan mempertajam penyelesaian akhir untuk mencetak gol lebih banyak,” ungkap Indra.
Jika melihat bagaimana penampilan Filipina saat dihancurkan Korsel, target itu bukan tidak mungkin bisa dicapai. Walau sempat sulit ditembus Korsel pada babak pertama, lini pertahanan skuad asuhan Marlon Manos Maro mulai kehilangan konsentrasi pada paro kedua. Sampai akhirnya tiga gol Korsel, tercipta pada babak kedua.
Tidak hanya soal produktivitas gol, yang coba diperbaiki tim Garuda Jaya. Akan tetapi, bagaimana caranya kembali memiliki kondisi fisik yang prima saat berjumpa The Azkals, julukan timnas Filipina. Salah satu cara Indra memulihkan kondisi pemain, yaitu dengan membatasi ruang gerak pemain menjalani aktifitas yang dinilainya tidak penting.
''Dengan sempitnya waktu persiapan menghadapi pertandingan berikutnya, tentu menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk menjaga kebugaran pemain. Itu sebabnya kami membatasi ruang gerak pemain," jelas pelatih berusia 5o tahun tersebut.
Tidak hanya dua faktor di atas yang wajib diantisipasi Indra. Akan tetapi, timnas U-19 juga harus berhat-hati setelah tiga pemainnya yaitu Evan Dimas, Zulfiandi, dan Angga Febryanto Putra sudah mengantongi kartu kuning saat bertemu Laos. Jika kembali dihukum kartu kuning saat bertemu Filipina, tentu akan jadi masalah besar saat bersua Korsel di laga terakhir Grup G, Sabtu (12/10).
Sementara itu, Filipina mengaku tidak mau kembali jadi lumbung gol saat ditantang tim Garuda Jaya. Marlon menjanjikan anak-anak asuhnya akan tampil lebih agresif di pertandingan kedua nanti. Apalagi, Marlon menyatakan sempet menyaksikan bagaimana timnas U-19 berlaga diajang Piala AFF U-19.
''Kami akan mencoba lebih improvisasi, lebih agresif, dan mencoba menguasai bola lebih banyak pada pertandingan selanjutnya. Soal Indonesia, kami pernah melihat mereka bertanding. Pada dasarnya, Filipina siap dan berharap bisa mencetak gol di pertandingan tersebut,” papar Marlon.
Perakiraan Susunan Pemain ;
Indonesia (4-3-3) :
Ravi Murdianto; Putu Gede Juti Antara, Hansamu Yama Pranata, Mahdi Fahri Albaar, Muhammad Faturachman; Evan Dimas, Zulfiandi, Muhammad Hagianto; Maldini Pali, Muchlis Hadi Ning; Ilham Udin Armaiyn
Pelatih ; Indra Sjafri
Filipina (4-3-3) ;
Ronilo JR Vallez Bayan; Amani Manuel Santos Aguinaldo, Jay-R Jalipa Bucayan, Julian Mariano Noda Clarino, Jimson Elises Crestal; Valentino Barot Calvo, Nikko Ralph De Arce, Junell Mark Francia Bautista; Daniel Bernan Reyes Gadia, Carmelo Vicente Ruiz Genco, David Angelo Ramos Diamante
Pelatih ; Marlon Manos Maro
(aww)