Konsentrasi curi gol, Garuda Jaya langsung serang
Sabtu, 12 Oktober 2013 - 01:46 WIB
Konsentrasi curi gol, Garuda Jaya langsung serang
A
A
A
Sindonews.com - Robohkan tembok juara bertahan!. Ya, tekad ini dikobarkan tim nasional (timnas) Indonesia U-19 saat bentrok dengan Korea Selatan (Korsel) di Grup G Kualifikasi Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu malam (12/10).
Menang yang berati lolos ke putaran final Piala AFC U-19 Myanmar 2014, jadi target yang dikejar Evan Dimas dkk pada laga pemungkas Grup G. Sama-sama memiliki poin enam dari dua laga yang dijalani sebelumnya, baik tim Garuda Jaya, julukan timnas U-19, dan Korsel melihat begitu pentingnya laga nanti.
Nahkoda timnas U-19, Indra Sjafri, pun telah melakukan berbagai persiapan matang. Contohnya dalam latihan terakhir timnas U-19 di Lapangan Timnas, Jakarta. Membagi 23 pemain timnas U-19 dalam dua tim yaitu tim biru dan tim kuning, Indra menempatkan pemain-pemain utama di tim biru.
Tiga skema coba diterapkan. Dua strategi membongkar pertahanan lawan dan satu strategi bertahan, untuk mengantisipasi permainan skuad besutan Kim Sang Ho. Dua skema menyerang yang dikedepankan, sekaligus memanfaatkan lemahnya lini kedua Korsel.
''Untuk menghadapi Korea, kami sudah antisipasi dengan simulasi latihan barusan. Korea bagus dalam bola-bola atas. Bermain banyak dari pinggir dan juga memanfaatkan dua full back yang naik. Tapi mereka sedikit ada kelamahan di sektor gelandang,” ungkap Indra, selepas memimpin anak-anak asuhnya belatih.
''Kalau mereka lemah di gelandang, kami akan berusaha memenangkan duel di sektor tersebut. Dari awal kami akan langsung bermain menyerang. Karena mau kalah atau menang sama saja. Jadi pada pertandingan besok, kami akan betul-betul mencuri gol pada babak pertama,” lanjutnya.
Tidak seperti di dua partai sebelumnya, laga pamungkas kontra Korsel sekaligus menjajal solidnya pertahanan tim Garuda Jaya. Lini belakang timnas U-19 yang digalang Putu Gede juni Antara dkk wajib bekerja lebih keras dibanding dua partai sebelumnya saat menggulung Laos, 4-0, (8/10), dan melibas Filipina, 2-0, (10/10).
Indra pun menginstruksikan anak-anak asuhnya mewaspadai beberapa pemain Taeguk Warriors, julukan Korsel. Seperti di antaranya Lee Jeongbin, Shim Jehyeok, dan Hwang Hee Chan. Walau berposisi sebagai gelandang, baik Hwang Hee Chan dan Lee Jeongbin keluar sebagai mesin angka Korsel dengan koleksi empat dan tiga gol.
''Umpan silang mereka bagus dan kami akan antisipasi. Kalau memang terjadi umpan silang, kami akan lakukan pengawalan ketat. Dan yang paling penting besok (hari ini), progres pemain dan progres tim harus ada di peak performance dari pada dua laga sebelumnya,” jelas Indra.
Menang yang berati lolos ke putaran final Piala AFC U-19 Myanmar 2014, jadi target yang dikejar Evan Dimas dkk pada laga pemungkas Grup G. Sama-sama memiliki poin enam dari dua laga yang dijalani sebelumnya, baik tim Garuda Jaya, julukan timnas U-19, dan Korsel melihat begitu pentingnya laga nanti.
Nahkoda timnas U-19, Indra Sjafri, pun telah melakukan berbagai persiapan matang. Contohnya dalam latihan terakhir timnas U-19 di Lapangan Timnas, Jakarta. Membagi 23 pemain timnas U-19 dalam dua tim yaitu tim biru dan tim kuning, Indra menempatkan pemain-pemain utama di tim biru.
Tiga skema coba diterapkan. Dua strategi membongkar pertahanan lawan dan satu strategi bertahan, untuk mengantisipasi permainan skuad besutan Kim Sang Ho. Dua skema menyerang yang dikedepankan, sekaligus memanfaatkan lemahnya lini kedua Korsel.
''Untuk menghadapi Korea, kami sudah antisipasi dengan simulasi latihan barusan. Korea bagus dalam bola-bola atas. Bermain banyak dari pinggir dan juga memanfaatkan dua full back yang naik. Tapi mereka sedikit ada kelamahan di sektor gelandang,” ungkap Indra, selepas memimpin anak-anak asuhnya belatih.
''Kalau mereka lemah di gelandang, kami akan berusaha memenangkan duel di sektor tersebut. Dari awal kami akan langsung bermain menyerang. Karena mau kalah atau menang sama saja. Jadi pada pertandingan besok, kami akan betul-betul mencuri gol pada babak pertama,” lanjutnya.
Tidak seperti di dua partai sebelumnya, laga pamungkas kontra Korsel sekaligus menjajal solidnya pertahanan tim Garuda Jaya. Lini belakang timnas U-19 yang digalang Putu Gede juni Antara dkk wajib bekerja lebih keras dibanding dua partai sebelumnya saat menggulung Laos, 4-0, (8/10), dan melibas Filipina, 2-0, (10/10).
Indra pun menginstruksikan anak-anak asuhnya mewaspadai beberapa pemain Taeguk Warriors, julukan Korsel. Seperti di antaranya Lee Jeongbin, Shim Jehyeok, dan Hwang Hee Chan. Walau berposisi sebagai gelandang, baik Hwang Hee Chan dan Lee Jeongbin keluar sebagai mesin angka Korsel dengan koleksi empat dan tiga gol.
''Umpan silang mereka bagus dan kami akan antisipasi. Kalau memang terjadi umpan silang, kami akan lakukan pengawalan ketat. Dan yang paling penting besok (hari ini), progres pemain dan progres tim harus ada di peak performance dari pada dua laga sebelumnya,” jelas Indra.
(aww)