Taklukkan PSLS, peluang PSM kembali terbuka
Senin, 21 Oktober 2013 - 00:29 WIB
Taklukkan PSLS, peluang PSM kembali terbuka
A
A
A
Sindonews.com -- Skuad Juku Eja PSM kembali membuka peluang lolos dibabak play-off Indonesia Premier League (IPL) grup K, setelah berhasil menundukkan PSLS Lhouksumawe dengan skor 3-0 di stadion Gelora Bumi Kartini tadi sore.
Dilaga kedua klub berjuluk Ayak Jantan dari Timur ini, Andi Oddang dkk berhasil meraih poin penuh, meski pada laga perdana klub besutan Imran Amirullah ini, harus takluk oleh Pro Duta FC dengan skor tipis 1-0. Dengan raihan ini Pasukan Ramang berada diposisi ketiga dengan mengoleksi tiga poin dari dua laga yang dilakoninya.
Sementara itu, Pemuncak klasemen masih dipegang oleh Persijap Jepara dengan empat poin, dan Pro Duta FC diposisi kedua dengan poin yang sama. Diposisi keempat masih ditempati oleh Bontang FC dengan poin tiga, namun PSM menang agregat gol. Sementara PSLS yang peluangnya sudah tertutup untuk lolos dibabak play-off karena masih ada didasar klasemen dengan tiga kali main tanpa satupun poin yang diraihnya.
Pasukan Ramang tinggal memaksimalkan dua laga tersisa, yakni melawan Bontang FC pada (22/10), selanjutnya melawan tim tuan rumah Persijap Jepara pada (24/10) mendatang. Jika mampu mengamankan enam poin PSM berkesempatan lolos dibabak play-off, dan mengikuti tahap verifykasi yang dilakukan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) agar berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Tiga gol PSM diciptakan masing-masing Andi Oddang pada menit ke 1, Syamsul Khaeruddin di menit ke 3 melalui tendangan pinalti dan M Rahmat pada menit 90. Memasuki babak pertama, Andi Oddang dkk, langsung tampil menyerang masih untuk berusahan mencuri gol lebih pertama hasilnya ke 1 Andi Oddang berhasil membobol gawang PSLS setelah mendapat umpan dari Rasyid Assyahid Bakri dari tengah lapangan, Oddang berhasil menceploskan si kulit bundal dengan mudah setelah lolos dari kawalan.
Setelah itu, pada menit ke 2 Abdul Abanda Rahman kembali mengancam gawan PSLS hingga harus dijatuhkan pada kotak terlarang. Dengan kejadian itu, wasit yang memimpin pertandingan memberikan hadia pinalti buat PSM. Syamsul Khaeruddin yang mengeksekusi bola pada menit ke 3 berhasil memperdaya Sukirmanto kiper PSLS Lhouksumawe dengan mudah, hingga dalam waktu tiga menit PSM langsung unggul dua gol.
Tampil menggunakan seragam Biru kombinasi putih, Pasukan Ramang berusaha tampil menguasai jalannya pertandingan. Namun, pada menit ke 29 PSLS Lhouksumawe tetap berusaha keluar dari tekanan, serangannya belum bisa membongkar pertahanan PSM yang dijaga oleh Febre Santis. Hingga turun minum skor 2-0 tidak berubah.
Memasuki babak kedua, Pasukan Ramang terus tampil agresif, Syamsul Khaeruddin yang sebelumnya absen karena cedera hamstring kembali menjadi motor serang buat Andi Oddang dkk. Imran Amirullah pelatih sementara PSM mengeluarkan Rasyid Assyahid Bakri pada menit 47 dan memasukkan Aswar Syamsuddin, hal itu dipilih karena Rasyid masih harus diseiapkan pada laga selanjutnya.
Abanda Rahman nyaris menambah keunggulan PSM pada menit ke 60 setelah berhasil menerima umpan crossing dari Aswar di sisi kiri pertahanan PSLS, namun tandukannya masih melebar di atas mistar gawang PSLS. Sejumlah serangan Pasukan Ramang masih bisa dipatahkan oleh pemain belakang tim asal Lhouksumawe
Syamsul Khaeruddin gelandang PSM ditarik keluar oleh tim kepelatihan pada menit 69, dan memasukkan Fandy Edy pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Tiga menit selanjutnya M Rahmat, kembali dimasukkan untuk menambah daya gedor Pasukan Ramang dan menarik Abanda Rahman.
Selama babak kedua kedua tim tetap bermain disiplin hingga banyak serangan yang dipatahkan oleh pemain belakang. M Rahmat, akhirnya memecah kebuntuhan dibabak kedua pada menit 90, setelah berhasil meloloskan diri dari dari kawanlan pemain belakang PSLS. Rahmat yang masuk menggantikan Abanda berhasil memperdaya kiper PSLS, yang berusaha mengumpankan bola ke Andi Oddang, namun kiper memotong bola dan kembali jatuh kekaki Rahmat, hingga sikulit bundal berhasil dimasukkan ke gawang.
Nasrul Koto pelatih PSLS Lhouksumawe mengatakan, memang timnya banyak melakukan kesalahan pada menit-menit awal pertandingan dan hal tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh PSM. "Saya akui tim saya banyak melakukan kesalahan, terutama dibabak awal pertandingan, yah kita akui PSM merupakan tim yang baik." Kata dia usai melakoni pertandingan.
Dirinya mengatakan, meski masih ada pertandingan yang akan dilakoninya dibabak play-off dirinya mengungkapkan masih akan bertarung secara maksimal. "Kami pasti akan bersunguh-sungguh, apalagi ini buat masa depan pemain kami juga," ungkapnya.
Sementara itu, Imran Amirullah mengatakan, memang timnya pada menit awal berusaha memaksimalkan peluang. "Kita tahu kelemahan PSLS berada diawal pertandingan, seperti saat mereka melawan Bontang, makanya kami suruh pemain langsung ke depan semua," kata dia usai pertandingan.
Dirinya juga mengatakan, hadirnya dua pilar utama di lini tengahnya yakni Syamsul dan Rasyid membuat timnya menguasai lini tengah. "Memang keberadaan Syamsul dan Rasyid sangat vital, karena mereka berdua sudah tahu tugasnya bagaimana, dan tipikal petarung," ungkapnya.
Dilaga kedua klub berjuluk Ayak Jantan dari Timur ini, Andi Oddang dkk berhasil meraih poin penuh, meski pada laga perdana klub besutan Imran Amirullah ini, harus takluk oleh Pro Duta FC dengan skor tipis 1-0. Dengan raihan ini Pasukan Ramang berada diposisi ketiga dengan mengoleksi tiga poin dari dua laga yang dilakoninya.
Sementara itu, Pemuncak klasemen masih dipegang oleh Persijap Jepara dengan empat poin, dan Pro Duta FC diposisi kedua dengan poin yang sama. Diposisi keempat masih ditempati oleh Bontang FC dengan poin tiga, namun PSM menang agregat gol. Sementara PSLS yang peluangnya sudah tertutup untuk lolos dibabak play-off karena masih ada didasar klasemen dengan tiga kali main tanpa satupun poin yang diraihnya.
Pasukan Ramang tinggal memaksimalkan dua laga tersisa, yakni melawan Bontang FC pada (22/10), selanjutnya melawan tim tuan rumah Persijap Jepara pada (24/10) mendatang. Jika mampu mengamankan enam poin PSM berkesempatan lolos dibabak play-off, dan mengikuti tahap verifykasi yang dilakukan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) agar berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Tiga gol PSM diciptakan masing-masing Andi Oddang pada menit ke 1, Syamsul Khaeruddin di menit ke 3 melalui tendangan pinalti dan M Rahmat pada menit 90. Memasuki babak pertama, Andi Oddang dkk, langsung tampil menyerang masih untuk berusahan mencuri gol lebih pertama hasilnya ke 1 Andi Oddang berhasil membobol gawang PSLS setelah mendapat umpan dari Rasyid Assyahid Bakri dari tengah lapangan, Oddang berhasil menceploskan si kulit bundal dengan mudah setelah lolos dari kawalan.
Setelah itu, pada menit ke 2 Abdul Abanda Rahman kembali mengancam gawan PSLS hingga harus dijatuhkan pada kotak terlarang. Dengan kejadian itu, wasit yang memimpin pertandingan memberikan hadia pinalti buat PSM. Syamsul Khaeruddin yang mengeksekusi bola pada menit ke 3 berhasil memperdaya Sukirmanto kiper PSLS Lhouksumawe dengan mudah, hingga dalam waktu tiga menit PSM langsung unggul dua gol.
Tampil menggunakan seragam Biru kombinasi putih, Pasukan Ramang berusaha tampil menguasai jalannya pertandingan. Namun, pada menit ke 29 PSLS Lhouksumawe tetap berusaha keluar dari tekanan, serangannya belum bisa membongkar pertahanan PSM yang dijaga oleh Febre Santis. Hingga turun minum skor 2-0 tidak berubah.
Memasuki babak kedua, Pasukan Ramang terus tampil agresif, Syamsul Khaeruddin yang sebelumnya absen karena cedera hamstring kembali menjadi motor serang buat Andi Oddang dkk. Imran Amirullah pelatih sementara PSM mengeluarkan Rasyid Assyahid Bakri pada menit 47 dan memasukkan Aswar Syamsuddin, hal itu dipilih karena Rasyid masih harus diseiapkan pada laga selanjutnya.
Abanda Rahman nyaris menambah keunggulan PSM pada menit ke 60 setelah berhasil menerima umpan crossing dari Aswar di sisi kiri pertahanan PSLS, namun tandukannya masih melebar di atas mistar gawang PSLS. Sejumlah serangan Pasukan Ramang masih bisa dipatahkan oleh pemain belakang tim asal Lhouksumawe
Syamsul Khaeruddin gelandang PSM ditarik keluar oleh tim kepelatihan pada menit 69, dan memasukkan Fandy Edy pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Tiga menit selanjutnya M Rahmat, kembali dimasukkan untuk menambah daya gedor Pasukan Ramang dan menarik Abanda Rahman.
Selama babak kedua kedua tim tetap bermain disiplin hingga banyak serangan yang dipatahkan oleh pemain belakang. M Rahmat, akhirnya memecah kebuntuhan dibabak kedua pada menit 90, setelah berhasil meloloskan diri dari dari kawanlan pemain belakang PSLS. Rahmat yang masuk menggantikan Abanda berhasil memperdaya kiper PSLS, yang berusaha mengumpankan bola ke Andi Oddang, namun kiper memotong bola dan kembali jatuh kekaki Rahmat, hingga sikulit bundal berhasil dimasukkan ke gawang.
Nasrul Koto pelatih PSLS Lhouksumawe mengatakan, memang timnya banyak melakukan kesalahan pada menit-menit awal pertandingan dan hal tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh PSM. "Saya akui tim saya banyak melakukan kesalahan, terutama dibabak awal pertandingan, yah kita akui PSM merupakan tim yang baik." Kata dia usai melakoni pertandingan.
Dirinya mengatakan, meski masih ada pertandingan yang akan dilakoninya dibabak play-off dirinya mengungkapkan masih akan bertarung secara maksimal. "Kami pasti akan bersunguh-sungguh, apalagi ini buat masa depan pemain kami juga," ungkapnya.
Sementara itu, Imran Amirullah mengatakan, memang timnya pada menit awal berusaha memaksimalkan peluang. "Kita tahu kelemahan PSLS berada diawal pertandingan, seperti saat mereka melawan Bontang, makanya kami suruh pemain langsung ke depan semua," kata dia usai pertandingan.
Dirinya juga mengatakan, hadirnya dua pilar utama di lini tengahnya yakni Syamsul dan Rasyid membuat timnya menguasai lini tengah. "Memang keberadaan Syamsul dan Rasyid sangat vital, karena mereka berdua sudah tahu tugasnya bagaimana, dan tipikal petarung," ungkapnya.
(wbs)