Persela terancam kehilangan tiga pemain bintang
Selasa, 22 Oktober 2013 - 16:07 WIB
Persela terancam kehilangan tiga pemain bintang
A
A
A
Sindonews.com - Persela Lamongan sepertinya harus mati-matian mempertahankan pemain bintangnya, pasalnya sejumlah pemain yang menjadi kekuatan integral musim lalu, menjadi incaran sejumlah klub jelang liga unifikasi 2014. Keinginan Persela yang enggan kehilangan pemain bintangnya lantaran belum adanya pemain anyar yang datang.
Tiga pemain yang santer dikaitkan dengan klub lain yakni Fandi Eko Utomo, Samsul Arif dan Khoirul Huda. Fandi dan Huda menjadi target potensial bagi Persebaya Surabaya yang musim ini sangat serius membangun tim setelah promosi ke liga kasta tertinggi. Sedangkan Samsul Arif menjadi bidikan Barito Putra dan Persepam Madura United.
Situasi tersebut tentu sangat tidak nyaman bagi Persela karena ketiganya menjadi pemain domestik dengan penampilan menjanjikan musim sebelumnya dan masih dibutuhkan tenaganya di Stadion Surajaya. Dari ketiganya, mungkin mempertahankan kiper Khoirul Huda lebih mudah. Sebab kiper yang kini berjibaku bersama tim nasional (Timnas) Indonesia tersebut tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Hal yang masih menjadi pertanyaan adalah Fandi Eko utomo dan Samsul Arif. Kendati dikabarkan masih ingin melanjutkan karir di Lamongan, namun Persela harus mempunyai penawaran yang menarik untuk bisa tetap merasakan service keduanya.
“Ya, saya paham ada sejumlah pemain menjadi incaran klub lain. Khoirul Huda belakangan juga diminati Persebaya. Namun rata-rata pemain memiliki itikad baik dengan berbicara dulu kepada kami ketika mereka mendapatkan tawaran,” ujar Pelatih Caretaker Persela Lamongan Didik Ludiyanto, Selasa (22/10/2013).
Huda misalnya, juga sudah berbicara dengan Didik terkait ajakan dari Persebaya untuk bergabung. Terang saja Didik tidak ingin pemain paling loyal di Laskar Joko Tingkir itu meninggalkan Stadion Surajaya. “Dia (Huda) masih menjadi kekuatan penting bagi tim,” kata Didik.
Demikian pula dengan Fandi dan Samsul Arif. Keduanya adalah pemain yang mendapat penilaian positif sepanjang musim kemarin. Sama halnya dengan Huda, manajemen bakal mati-matian mempertahankan mereka agar keseimbangan tim bisa terjaga. Meski belum resmi membuka negosiasi baru dengan para pemain bintangnya, Persela secara verbal terus melakukan komunikasi dengan para pemain.
Paling tidak jika ketiganya bisa dipertahankan, Persela tidak akan terlalu banyak melakukan rekrutmen. “Untuk mencari pemain selevel Huda, Samsul dan Fandi, tentunya tidak gampang dan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Banyak alasan yang membuat kami tak mau kehilangan mereka,” tandas Didik.
Tiga pemain yang santer dikaitkan dengan klub lain yakni Fandi Eko Utomo, Samsul Arif dan Khoirul Huda. Fandi dan Huda menjadi target potensial bagi Persebaya Surabaya yang musim ini sangat serius membangun tim setelah promosi ke liga kasta tertinggi. Sedangkan Samsul Arif menjadi bidikan Barito Putra dan Persepam Madura United.
Situasi tersebut tentu sangat tidak nyaman bagi Persela karena ketiganya menjadi pemain domestik dengan penampilan menjanjikan musim sebelumnya dan masih dibutuhkan tenaganya di Stadion Surajaya. Dari ketiganya, mungkin mempertahankan kiper Khoirul Huda lebih mudah. Sebab kiper yang kini berjibaku bersama tim nasional (Timnas) Indonesia tersebut tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Hal yang masih menjadi pertanyaan adalah Fandi Eko utomo dan Samsul Arif. Kendati dikabarkan masih ingin melanjutkan karir di Lamongan, namun Persela harus mempunyai penawaran yang menarik untuk bisa tetap merasakan service keduanya.
“Ya, saya paham ada sejumlah pemain menjadi incaran klub lain. Khoirul Huda belakangan juga diminati Persebaya. Namun rata-rata pemain memiliki itikad baik dengan berbicara dulu kepada kami ketika mereka mendapatkan tawaran,” ujar Pelatih Caretaker Persela Lamongan Didik Ludiyanto, Selasa (22/10/2013).
Huda misalnya, juga sudah berbicara dengan Didik terkait ajakan dari Persebaya untuk bergabung. Terang saja Didik tidak ingin pemain paling loyal di Laskar Joko Tingkir itu meninggalkan Stadion Surajaya. “Dia (Huda) masih menjadi kekuatan penting bagi tim,” kata Didik.
Demikian pula dengan Fandi dan Samsul Arif. Keduanya adalah pemain yang mendapat penilaian positif sepanjang musim kemarin. Sama halnya dengan Huda, manajemen bakal mati-matian mempertahankan mereka agar keseimbangan tim bisa terjaga. Meski belum resmi membuka negosiasi baru dengan para pemain bintangnya, Persela secara verbal terus melakukan komunikasi dengan para pemain.
Paling tidak jika ketiganya bisa dipertahankan, Persela tidak akan terlalu banyak melakukan rekrutmen. “Untuk mencari pemain selevel Huda, Samsul dan Fandi, tentunya tidak gampang dan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Banyak alasan yang membuat kami tak mau kehilangan mereka,” tandas Didik.
(akr)