BTN sesalkan Pemerintah tak bantu Timnas U-19
Kamis, 14 November 2013 - 00:02 WIB
BTN sesalkan Pemerintah tak bantu Timnas U-19
A
A
A
Sindonews.com - Tidak adanya perhatian Pemerintah kepada Timnas Indonesia U-19 membuat Badan Tim Nasional (BTN) kecewa. Termasuk tak ada bantuan dana untuk Training Center (TC) jangka panjang sebagai persiapan menghadapi putaran final Piala AFC U-19 di Myanmar pada 2014.
Bahkan, dana TC di Batu yang sudah dimulai sejak 9 November lalu hingga Januari mendatang, berasal dari bantuan Wali Kota Batu Edy Rumpoko. "Justru yang bantu wali kota Batu, akomodasi dan konsumsi. Kebetulan saya dekat dengan beliau (wali kota Batu)," tandas Ketua BTN La Nyalla Mattalitti.
Terkait kebutuhan BTN dalam melaksanakan program TC, Nyalla enggan membeberkan."Besarnya biaya tidak perlu saya ucapkan. Yang jelas tidak pernah minta kepada pemerintah. Kita juga tidak akan ngemis kepada pemerintah," katanya.
Sebenarnya, La Nyalla mengaku kecewa dengan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sampai sekarang belum memberikan bantuan kepada PSSI. Terlebih kedua lembaga negara itu sudah ada kerja sama untuk mendukung pembinaan dan perkembangan olahraga di Indonesia.
Tapi faktanya, jalinan kerja sama tersebut belum menyentuh PSSI atau cabang olahraga sepak bola. "Setahu saya Menpora dan Menteri BUMN Dahlan Iskan ada kerja sama. Saya kecewa, kenapa sepak bola yang sangat dibanggakan masyarakat Indonesia, tapi dianaktirikan,"tegas pria yang juga menjabat wakil ketua PSSI.
Meski tidak ada dana dari Pemerintah, BTN justru menaikkan uang saku kepada pemain, pelatih dan ofisial tim lainnya. "Sudah dibicarakan dengan sekjen (BTN). Tapi nilainya berapa tak perlu disebutkan. Kami dan pengurus lain yakin bisa mencukupi kebutuhan Timnas, " ucapnya.
Bahkan, dana TC di Batu yang sudah dimulai sejak 9 November lalu hingga Januari mendatang, berasal dari bantuan Wali Kota Batu Edy Rumpoko. "Justru yang bantu wali kota Batu, akomodasi dan konsumsi. Kebetulan saya dekat dengan beliau (wali kota Batu)," tandas Ketua BTN La Nyalla Mattalitti.
Terkait kebutuhan BTN dalam melaksanakan program TC, Nyalla enggan membeberkan."Besarnya biaya tidak perlu saya ucapkan. Yang jelas tidak pernah minta kepada pemerintah. Kita juga tidak akan ngemis kepada pemerintah," katanya.
Sebenarnya, La Nyalla mengaku kecewa dengan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sampai sekarang belum memberikan bantuan kepada PSSI. Terlebih kedua lembaga negara itu sudah ada kerja sama untuk mendukung pembinaan dan perkembangan olahraga di Indonesia.
Tapi faktanya, jalinan kerja sama tersebut belum menyentuh PSSI atau cabang olahraga sepak bola. "Setahu saya Menpora dan Menteri BUMN Dahlan Iskan ada kerja sama. Saya kecewa, kenapa sepak bola yang sangat dibanggakan masyarakat Indonesia, tapi dianaktirikan,"tegas pria yang juga menjabat wakil ketua PSSI.
Meski tidak ada dana dari Pemerintah, BTN justru menaikkan uang saku kepada pemain, pelatih dan ofisial tim lainnya. "Sudah dibicarakan dengan sekjen (BTN). Tapi nilainya berapa tak perlu disebutkan. Kami dan pengurus lain yakin bisa mencukupi kebutuhan Timnas, " ucapnya.
(aww)