Bidikan Djanur kembali meleset
Senin, 18 November 2013 - 00:04 WIB
Bidikan Djanur kembali meleset
A
A
A
Sindonews.com – Upaya Persib Bandung memburu bek tengah belum kunjung menemui titik terang. Terakhir, Maung Bandung dipastikan harus mengibarkan bendera putih pada upaya mendatangkan bek muda potensial Persepam Madura United, Fachrudin Wahyudi Ariyanto.
Pemain yang belakangan kerap dipanggil masuk Tim Nasional Indonesia tersebut, dikatakan pelatih Djadjang Nurdjaman sudah memberikan jawaban. “Kemungkinan besar dia (Fachrudin) bakal bertahan di klub lamanya,” jelas Djanur.
Kenyataan ini tentu membuat Djanur kecewa, sebab sebelumnya pemain berusia 24 tahun tersebut sebenarnya dikabarkan sudah secara lisan menyatakan kesiapannya bergabung. Namun, kubu Persepam tidak tinggal diam dan bergerak lebih cepat dari Persib dengan memagarinya.
Sama halnya dengan Fachrudin, Djanur pun kemungkinan harus melupakan angan-angan menggaet bek tangguh asal Kamerun, Thierry Gathuessi. Menurut Djanur mantan pemain Sriwijaya FC tersebut, lebih diproyeksikan oleh agennya bertahan di Arema.
“Salah satu pemain yang kami incar adalah Gathuessi. Tapi sejauh ini, kabarnya dia juga lebih diarahkan oleh agennya bertahan di Arema. Tapi bukan berarti peluang kita sudah tertutup masih ada harapan, meski mungkin tidak besar,” paparnya.
Meski targetnya kembali meleset, namun Djanur tidak patah semangat. Ia menegaskan masih terus mencari pemain belakang yang diharapkannya. Selain Fachrudin, Djanur pun sebelumnya sempat mendapatkan penolakan dari M. Roby, lalu gagal mencapai kata sepakat dengan Fabiano Da Rosa Beltrame dan Otavio Dutra.
Jika tak ada kendala, Djanur mengungkapkan, Jumat (22/11) mendatang, salah satu pemain yang diincarnya bakal datang ke Bandung. “Dia berpengalaman bermain di timnas. Belum bisa saya sebutkan namanya. Tapi kemungkinan, hari Jumat (22/11) nanti bakal datang ke Bandung,” papar pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Sektor belakang Persib saat ini, bisa dikatakan paling ‘kritis’ dibandingkan lini tengah dan depan. Hal itu disebabkan karena hingga saat ini, Maung Bandung baru mengantongi satu nama pemain yang bisa difungsikan sebagai bek tengah yakni Achmad Jufriyanto.
Kondisi ini juga tak lepas dari keputusan Djanur melepas Abanda Herman, Aang Suparman dan Naser Al Sebai. Ditambah oleh keputusan Maman Abdulrahman yang memilih mundur kendati namanya masuk dalam daftar pemain yang dipertahankan.
Pemain yang belakangan kerap dipanggil masuk Tim Nasional Indonesia tersebut, dikatakan pelatih Djadjang Nurdjaman sudah memberikan jawaban. “Kemungkinan besar dia (Fachrudin) bakal bertahan di klub lamanya,” jelas Djanur.
Kenyataan ini tentu membuat Djanur kecewa, sebab sebelumnya pemain berusia 24 tahun tersebut sebenarnya dikabarkan sudah secara lisan menyatakan kesiapannya bergabung. Namun, kubu Persepam tidak tinggal diam dan bergerak lebih cepat dari Persib dengan memagarinya.
Sama halnya dengan Fachrudin, Djanur pun kemungkinan harus melupakan angan-angan menggaet bek tangguh asal Kamerun, Thierry Gathuessi. Menurut Djanur mantan pemain Sriwijaya FC tersebut, lebih diproyeksikan oleh agennya bertahan di Arema.
“Salah satu pemain yang kami incar adalah Gathuessi. Tapi sejauh ini, kabarnya dia juga lebih diarahkan oleh agennya bertahan di Arema. Tapi bukan berarti peluang kita sudah tertutup masih ada harapan, meski mungkin tidak besar,” paparnya.
Meski targetnya kembali meleset, namun Djanur tidak patah semangat. Ia menegaskan masih terus mencari pemain belakang yang diharapkannya. Selain Fachrudin, Djanur pun sebelumnya sempat mendapatkan penolakan dari M. Roby, lalu gagal mencapai kata sepakat dengan Fabiano Da Rosa Beltrame dan Otavio Dutra.
Jika tak ada kendala, Djanur mengungkapkan, Jumat (22/11) mendatang, salah satu pemain yang diincarnya bakal datang ke Bandung. “Dia berpengalaman bermain di timnas. Belum bisa saya sebutkan namanya. Tapi kemungkinan, hari Jumat (22/11) nanti bakal datang ke Bandung,” papar pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Sektor belakang Persib saat ini, bisa dikatakan paling ‘kritis’ dibandingkan lini tengah dan depan. Hal itu disebabkan karena hingga saat ini, Maung Bandung baru mengantongi satu nama pemain yang bisa difungsikan sebagai bek tengah yakni Achmad Jufriyanto.
Kondisi ini juga tak lepas dari keputusan Djanur melepas Abanda Herman, Aang Suparman dan Naser Al Sebai. Ditambah oleh keputusan Maman Abdulrahman yang memilih mundur kendati namanya masuk dalam daftar pemain yang dipertahankan.
(wbs)