Ribuan warga Tacloban bersorak sambut kemenangan Pacquaio
Minggu, 24 November 2013 - 14:44 WIB
Ribuan warga Tacloban bersorak sambut kemenangan Pacquaio
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan korban topan Haiyan di Filipina bersorak untuk merayakan kemenangan petinju kebanggaan mereka Manny Pacquaio atas Brandon Rios dalam perebutan gelar kelas welter di Venetian Macao Cotai Arena, Makau, China, Minggu (24/11/2013).
Salah satu warga Filipina yang menyambut kemenangan itu adalah Ardel Nebasa. Pria yang berprofesi sebagai penyapu jalan ini tak bisa membayangkan jika Pac Man - julukan - Pacquiao menelan kekalahan ketiganya secara berturut-turut. Bahkan ia menyebut itu seperti badai lain yang kembali menghantam Filipina.
"Rasanya seperti rumah saya kembali utuh. Saya sangat senang dan ingin menangis, tapi ada begitu banyak orang yang berada di sekitar saya yang menyaksikan pertarungan ini. Jadi saya mengurungkan niat saya itu," kata Nebasa yang menyaksikan pertandingan bersama anaknya dan ribuan orang pada layar TV di salah satu pusat perbelanjaan di kota Tacloban, dilansir ABCNews, Minggu (24/11/2013).
"Jika Pacquiao kalah, itu bisa diibaratkan seperti badai lain yang akan menghantam Filipina lagi," lanjutnya.
Selain Nebas, ribuan warga juga bersorak di stadion Astrodome Tacloban yang menyaksikan pertarungan lewat layar raksasa. Mereka bahkan menyempatkan diri untuk membuat tulisan di kardus "Kami untuk Pacquiao, Tuhan memberkati, Tacloban akan bangkit."
Kota Tacloban, tambah Nebasa, dengan senang hati bakal menyambut kedatangan Pacquiao, yang bangkit dari kemiskinan untuk menjadi salah satu atlet dunia dengan bayaran tertinggi.
"Kami akan berterima kasih jika dia bisa membantu kami. Pacquaio datang dari jajaran kaum miskin dan kita sangat mengapresiasikan kemenangan ini," tutup Nebasa.
Salah satu warga Filipina yang menyambut kemenangan itu adalah Ardel Nebasa. Pria yang berprofesi sebagai penyapu jalan ini tak bisa membayangkan jika Pac Man - julukan - Pacquiao menelan kekalahan ketiganya secara berturut-turut. Bahkan ia menyebut itu seperti badai lain yang kembali menghantam Filipina.
"Rasanya seperti rumah saya kembali utuh. Saya sangat senang dan ingin menangis, tapi ada begitu banyak orang yang berada di sekitar saya yang menyaksikan pertarungan ini. Jadi saya mengurungkan niat saya itu," kata Nebasa yang menyaksikan pertandingan bersama anaknya dan ribuan orang pada layar TV di salah satu pusat perbelanjaan di kota Tacloban, dilansir ABCNews, Minggu (24/11/2013).
"Jika Pacquiao kalah, itu bisa diibaratkan seperti badai lain yang akan menghantam Filipina lagi," lanjutnya.
Selain Nebas, ribuan warga juga bersorak di stadion Astrodome Tacloban yang menyaksikan pertarungan lewat layar raksasa. Mereka bahkan menyempatkan diri untuk membuat tulisan di kardus "Kami untuk Pacquiao, Tuhan memberkati, Tacloban akan bangkit."
Kota Tacloban, tambah Nebasa, dengan senang hati bakal menyambut kedatangan Pacquiao, yang bangkit dari kemiskinan untuk menjadi salah satu atlet dunia dengan bayaran tertinggi.
"Kami akan berterima kasih jika dia bisa membantu kami. Pacquaio datang dari jajaran kaum miskin dan kita sangat mengapresiasikan kemenangan ini," tutup Nebasa.
(aww)