Sisakan 29 penggawa, Timnas U-19 fokus spesifik di Yogyakarta
Senin, 06 Januari 2014 - 16:05 WIB
Sisakan 29 penggawa, Timnas U-19 fokus spesifik di Yogyakarta
A
A
A
Sindonews.com - Skuad tim nasional (Timnas) Indonesia U-19 tancap gas setelah merampungkan pelatihan nasional (pelatnas) tahap pertama di Kota Batu, Jawa Timur, Senin (6/1). Sebanyak 29 pemain yang lolos seleksi tahap pertama dijadwalkan tiba di Yogyakarta.
Skuad Garuda Jaya, julukan Timnas U-19, di bawah komando Indra Sjafri, baru saja melewati fase pertama dalam pelatnas jangka panjang. Terbagi dalam tiga tahapan, persiapan lebih spesifik menyangkut taktik dan strategi akan jadi menu yang dijalani Evan Dimas dkk selama berada di Kota Gudek tersebut.
Seperti yang disampaikan Indra, ke-29 pemain asuhannya tersebut bergerak dari Kota Batu menuju Yogyakarta untuk memulai proses pelatnas selanjutnya. Pelatih kelahiran Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Padang, Sumatera Barat, itu menyatakan bahwa anak-anak asuhnya sudah tiba di Yogyakarta, sekitar pukul 15.00 WIB.
Tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada, kembali ditunjukkan awak Garuda Jaya. Karena awalnya, pelatnas tahap kedua sendiri maju dari perkiraan awal. Sebelumnya, baru akan digelar pada awal Februari 2014. Kondisi itu tentu bagus, demi mencapai target tinggi di putaran final Piala AFC U-19 Myanmar, Oktober 2014 mendatang.
"Seperti yang disampaikan sebelumnya, jika pemusatan latihan Timnas U-19 pada tahap pertama di Batu, Malang, sudah selesai. Sekarang, kami akan memulai tahap baru yaitu tahapan spesifik di Yogyakarta. Para pemain sudah berangkat ke Yogyakarta dengan menggunakan kereta api dari Malang," ungkap Indra.
Perjalanan panjang menuju putaran final Piala AFC U-19 sendiri, sejauh ini dinilai berjalan positif. Kemajuan signifikan kondisi fisik pemain, diakui Indra juga berjalan dengan semestinya. Dengan berjalannya waktu, dari 40 pemain yang awalnya mengikuti seleksi akhirnya berguguran satu demi satu dan saat ini hanya menyisakan 29 pemain.
"Kami memang tidak ingin membuang-buang waktu untuk melakukan persiapan. Setelah melakukan pencoretan, kami juga langsung menggelar internal game. Kondisi pemain yang sedang bersemangat wajib terus dipertahankan," ujar asisten pelatih Timnas U-19 Eko Purjianto.
Enam pemain pertama yang gugur dinilai tidak mampu memenuhi empat ekspektasi yang diinginkan tim kepelatihan Garuda Jaya. Yakni skill, fisik, taktik, dan juga faktor mental. Keenam nama tersebut adalah Dikri Yusron Afafa, Rully Desrian, Terens Puhuri, Dalmiansyah Matutu, Untung Wibowo, dan M. Junda Irawan.
Menyusul enam pemain yang telah lebih dulu dicoret, lima pemain tambahan kembali jadi korban seleksi alam Timnas U-19. Dio Permana, Angga Febrianto, Dimas Sumantri, Vicky Meilano, dan Rosad Setiawan, jadi lima nama selanjutnya yang dicoret dari skuad Garuda Jaya, di detik-detik terakhir pelatnas tahap pertama.
Skuad Garuda Jaya, julukan Timnas U-19, di bawah komando Indra Sjafri, baru saja melewati fase pertama dalam pelatnas jangka panjang. Terbagi dalam tiga tahapan, persiapan lebih spesifik menyangkut taktik dan strategi akan jadi menu yang dijalani Evan Dimas dkk selama berada di Kota Gudek tersebut.
Seperti yang disampaikan Indra, ke-29 pemain asuhannya tersebut bergerak dari Kota Batu menuju Yogyakarta untuk memulai proses pelatnas selanjutnya. Pelatih kelahiran Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Padang, Sumatera Barat, itu menyatakan bahwa anak-anak asuhnya sudah tiba di Yogyakarta, sekitar pukul 15.00 WIB.
Tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada, kembali ditunjukkan awak Garuda Jaya. Karena awalnya, pelatnas tahap kedua sendiri maju dari perkiraan awal. Sebelumnya, baru akan digelar pada awal Februari 2014. Kondisi itu tentu bagus, demi mencapai target tinggi di putaran final Piala AFC U-19 Myanmar, Oktober 2014 mendatang.
"Seperti yang disampaikan sebelumnya, jika pemusatan latihan Timnas U-19 pada tahap pertama di Batu, Malang, sudah selesai. Sekarang, kami akan memulai tahap baru yaitu tahapan spesifik di Yogyakarta. Para pemain sudah berangkat ke Yogyakarta dengan menggunakan kereta api dari Malang," ungkap Indra.
Perjalanan panjang menuju putaran final Piala AFC U-19 sendiri, sejauh ini dinilai berjalan positif. Kemajuan signifikan kondisi fisik pemain, diakui Indra juga berjalan dengan semestinya. Dengan berjalannya waktu, dari 40 pemain yang awalnya mengikuti seleksi akhirnya berguguran satu demi satu dan saat ini hanya menyisakan 29 pemain.
"Kami memang tidak ingin membuang-buang waktu untuk melakukan persiapan. Setelah melakukan pencoretan, kami juga langsung menggelar internal game. Kondisi pemain yang sedang bersemangat wajib terus dipertahankan," ujar asisten pelatih Timnas U-19 Eko Purjianto.
Enam pemain pertama yang gugur dinilai tidak mampu memenuhi empat ekspektasi yang diinginkan tim kepelatihan Garuda Jaya. Yakni skill, fisik, taktik, dan juga faktor mental. Keenam nama tersebut adalah Dikri Yusron Afafa, Rully Desrian, Terens Puhuri, Dalmiansyah Matutu, Untung Wibowo, dan M. Junda Irawan.
Menyusul enam pemain yang telah lebih dulu dicoret, lima pemain tambahan kembali jadi korban seleksi alam Timnas U-19. Dio Permana, Angga Febrianto, Dimas Sumantri, Vicky Meilano, dan Rosad Setiawan, jadi lima nama selanjutnya yang dicoret dari skuad Garuda Jaya, di detik-detik terakhir pelatnas tahap pertama.
(aww)