Indra Sjafri tak mau Timnas U-19 berkiblat ke Eropa
Kamis, 09 Januari 2014 - 17:31 WIB
Indra Sjafri tak mau Timnas U-19 berkiblat ke Eropa
A
A
A
Sindonews.com - Skuad Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 menjalani pemahaman taktik di hari kedua Pelatnas di Yogyakarta. Nantinya, mereka akan menjalani peningkatan stamina untuk mengimbangi daya tahan yang telah dicapainya saat pelatihan di Kota Batu, Jawa Timur.
''Kita sudah memasuki periode kedua. Banyak ditekankan taktikal dan perbaikan skill. Serta, pemahaman taktikal secara unit kita berikan,” kata pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri saat ditemui usai latihan pagi, Kamis (9/1).
Tahapan peningkatan stamina ini akan berjalan dengan waktu yang cukup lama. Untuk itu, pihaknya akan mempersiapkan sebaik mungkin agar mencapai target yang diingkan. ''Sudah kita siapkan sesi-sesi latihan untuk mencapai target yang diinginkan,” ucapnya.
Dalam memberikan program latihan, dia tidak akan meniru atau berkiblat dengan negara lain. Dirinya lebih memilih untuk memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Indonesia.
''Kita nggak mau memakai baju orang lain, meniru cara orang lain. Selama ini, kita pakai baju orang lain, berkiblat ke Eropa atau Amerika Latin yang akhirnya muncul kriteria yang tidak ada di Indonesia. Contohnya, tinggi badan harus sekian, kalau itu harus diinstruksikan kepada orang tua agar membikin anak yang tinggi-tinggi. Itu tidak bisa. Jadi, yang ada, pendek, atau semua, kita kembangkan,” tuturnya.
Setelah melakukan peningkatan stamina, Evan Dimas dkk. akan melakukan 27 laga uji coba yang dibagi dalam tiga model. Yaitu tur Nusantara, Timur Tengah, Eropa dan Mini Turnamen yang dikemas seperti Piala Asia yang akan diikutinya nanti. ''Tur Nusantara ada tujuh titik. Setiap titik ada dua pertandingan minimal atau tiga pertandingan maksimal,” ucapnya.
Uji coba yang akan dilakoninya itu sudah masuk dalam tahap ketiga program latihan, yaitu selesai peningkatan stamina di Yogyakarta. Terutama saat mini turnamen yang akan dilakukan di Jakarta, tim sudah harus benar-benar siap untuk ikut kompetisi Piala Asia di Myanmar.
''Tahap pertama di Malang kemarin, peningkatan daya tahan. Sekarang di Yogyakarta, masuk untuk meningkatkan stamina. Jadi, selain harus daya tahan kuat, juga diimbangi dengan kecepatannya,” paparnya.
Dalam latihan tersebut, satu pemain yang dibekap cedera sudah kembali bergabung bersama rekan-rekannya untuk ikut berlatih. Yaitu, Septiawan David Maulana. Sementara, M. Syahrul Kurniawan yang berposisi di belakang belum bisa ikut karena masih dalam masa pemulihan. ''Masih ada Syahrul yang cedera. Tapi itu tidak masalah, tidak mengganggu proses latihan,” ujarnya.
Evan Dimas dkk. pun terlihat sangat menikmati dalam menjalani latihan di lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (Uny). Terutama Dinan Yahdian Javier, pemain asal Banguntapan, Bantul. Dirinya merasa senang karena bisa kembali latihan di Yogyakarta. ''Senang juga bisa kembali di Yogya. Nantikan orang tua bisa melihat,” ucapnya.
''Kita sudah memasuki periode kedua. Banyak ditekankan taktikal dan perbaikan skill. Serta, pemahaman taktikal secara unit kita berikan,” kata pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri saat ditemui usai latihan pagi, Kamis (9/1).
Tahapan peningkatan stamina ini akan berjalan dengan waktu yang cukup lama. Untuk itu, pihaknya akan mempersiapkan sebaik mungkin agar mencapai target yang diingkan. ''Sudah kita siapkan sesi-sesi latihan untuk mencapai target yang diinginkan,” ucapnya.
Dalam memberikan program latihan, dia tidak akan meniru atau berkiblat dengan negara lain. Dirinya lebih memilih untuk memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Indonesia.
''Kita nggak mau memakai baju orang lain, meniru cara orang lain. Selama ini, kita pakai baju orang lain, berkiblat ke Eropa atau Amerika Latin yang akhirnya muncul kriteria yang tidak ada di Indonesia. Contohnya, tinggi badan harus sekian, kalau itu harus diinstruksikan kepada orang tua agar membikin anak yang tinggi-tinggi. Itu tidak bisa. Jadi, yang ada, pendek, atau semua, kita kembangkan,” tuturnya.
Setelah melakukan peningkatan stamina, Evan Dimas dkk. akan melakukan 27 laga uji coba yang dibagi dalam tiga model. Yaitu tur Nusantara, Timur Tengah, Eropa dan Mini Turnamen yang dikemas seperti Piala Asia yang akan diikutinya nanti. ''Tur Nusantara ada tujuh titik. Setiap titik ada dua pertandingan minimal atau tiga pertandingan maksimal,” ucapnya.
Uji coba yang akan dilakoninya itu sudah masuk dalam tahap ketiga program latihan, yaitu selesai peningkatan stamina di Yogyakarta. Terutama saat mini turnamen yang akan dilakukan di Jakarta, tim sudah harus benar-benar siap untuk ikut kompetisi Piala Asia di Myanmar.
''Tahap pertama di Malang kemarin, peningkatan daya tahan. Sekarang di Yogyakarta, masuk untuk meningkatkan stamina. Jadi, selain harus daya tahan kuat, juga diimbangi dengan kecepatannya,” paparnya.
Dalam latihan tersebut, satu pemain yang dibekap cedera sudah kembali bergabung bersama rekan-rekannya untuk ikut berlatih. Yaitu, Septiawan David Maulana. Sementara, M. Syahrul Kurniawan yang berposisi di belakang belum bisa ikut karena masih dalam masa pemulihan. ''Masih ada Syahrul yang cedera. Tapi itu tidak masalah, tidak mengganggu proses latihan,” ujarnya.
Evan Dimas dkk. pun terlihat sangat menikmati dalam menjalani latihan di lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (Uny). Terutama Dinan Yahdian Javier, pemain asal Banguntapan, Bantul. Dirinya merasa senang karena bisa kembali latihan di Yogyakarta. ''Senang juga bisa kembali di Yogya. Nantikan orang tua bisa melihat,” ucapnya.
(aww)