Kapolda belum bisa janjikan laga Persib v Persija dapat digelar
Jum'at, 28 Februari 2014 - 20:02 WIB
Kapolda belum bisa janjikan laga Persib v Persija dapat digelar
A
A
A
Sindonews.com - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Mochamad Iriawan, mengaku belum bisa menjanjikan pertandingan tunda antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Hal itu baru bisa ditentukan setelah rapat pada Senin 3 Maret nanti.
"Nanti Wakapolda akan memimpin rapat dengan para bobotoh dan manajemen persib," tuturnya kepada wartawan, Jumat (28/2/2014).
Pihaknya berharap dalam rapat itu para bobotoh bisa berkomitmen untuk tidak berbuat anarkis. Meski pun kenyataannya yang berbuat anarkis adalah para oknum bobotoh yang memang sengaja datang bukan untuk menonton pertandingan.
Iriawan mencontohkan, dalam beberapa pertandingan sebelumnya terdapat sekira 5ribuan bobotoh yang tidak masuk kedalam Stadion untuk menonton. Melainkan mereka datang hanya untuk mencari gara-gara.
"Saya harap mungkin ini kesempatan untuk bobotoh persib untuk bisa menunjukan kedewasan. Memang tidak semua para suporter berbuat yang anarki namun ada beberapa, contohnya ada 5000 suportr yang tidak mau masuk dan itu kan harus nya menjadi perhatian kita dan diantisipasi," jelasnya.
Sebagai bobotoh, kata Iriawan, dirinya secara pribadi menginginkan pertandingan yang biasa disebut El Clasico Indonesia ini bisa digelar di Stadion Si Jalak Harupat sebagai kandang utama tim maung bandung.
"Saya ingin juga main disini. Nanti wakapolda akan melakukan rapat khusus dengan mengundang bobotoh dan korlap2nya," katanya.
Disinggung apakah rapat tersebut menjadi 'final' keputusan dari pihak kepolisian. Iriawan mengaku jika hal itu bukanlah menjadi jaminan. "Itu belum final. Kalau memang mereka (bobotoh) bisa komitmen saling mejaga itu mungkin saja. Bola itu bundar, menang kalah itu biasa dalam sepakbola. Itu fairplaynya. Sportivitasnya disana," ucapnya.
"Nanti Wakapolda akan memimpin rapat dengan para bobotoh dan manajemen persib," tuturnya kepada wartawan, Jumat (28/2/2014).
Pihaknya berharap dalam rapat itu para bobotoh bisa berkomitmen untuk tidak berbuat anarkis. Meski pun kenyataannya yang berbuat anarkis adalah para oknum bobotoh yang memang sengaja datang bukan untuk menonton pertandingan.
Iriawan mencontohkan, dalam beberapa pertandingan sebelumnya terdapat sekira 5ribuan bobotoh yang tidak masuk kedalam Stadion untuk menonton. Melainkan mereka datang hanya untuk mencari gara-gara.
"Saya harap mungkin ini kesempatan untuk bobotoh persib untuk bisa menunjukan kedewasan. Memang tidak semua para suporter berbuat yang anarki namun ada beberapa, contohnya ada 5000 suportr yang tidak mau masuk dan itu kan harus nya menjadi perhatian kita dan diantisipasi," jelasnya.
Sebagai bobotoh, kata Iriawan, dirinya secara pribadi menginginkan pertandingan yang biasa disebut El Clasico Indonesia ini bisa digelar di Stadion Si Jalak Harupat sebagai kandang utama tim maung bandung.
"Saya ingin juga main disini. Nanti wakapolda akan melakukan rapat khusus dengan mengundang bobotoh dan korlap2nya," katanya.
Disinggung apakah rapat tersebut menjadi 'final' keputusan dari pihak kepolisian. Iriawan mengaku jika hal itu bukanlah menjadi jaminan. "Itu belum final. Kalau memang mereka (bobotoh) bisa komitmen saling mejaga itu mungkin saja. Bola itu bundar, menang kalah itu biasa dalam sepakbola. Itu fairplaynya. Sportivitasnya disana," ucapnya.
(dka)