City gembira, United murung
Senin, 03 Maret 2014 - 21:08 WIB
City gembira, United murung
A
A
A
Sindonews.com - Penampilan dua klub sekota yakni Manchester United dan Manchester City musim ini terlihat sangat berbeda. MU yang merupakan juara bertahan Premier League musim lalu gagal mengulang prestasinya di musim ini. Wayne Rooney dkk terseok-seok di semua kompetisi yang diikutinya.
Pergantian pelatih dari Sir Alex Ferguson ke David Moyes membuat perubahan dalam pemilihan formasi pemain. Perubahan tersebut berdampak pada pola permainan United. Moyes belum menemukan formasi yang tepat dalam meramu kekuatan The Red Devils. Alhasil, permainan United kerap tidak konsisten dalam beberapa pertandingan.
Dalam kompetisi liga Inggris, MU perlu kerja keras dalam bersaing dengan empat klub besar lainnya, seperti Chelsea, Liverpool, Arsenal, dan City sendiri. Bahkan, kini mereka terancam gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan karena masih bercokol di posisi ketujuh dan terpaut 12 poin dari zona Liga Champions.
Mereka juga terpaut delapan poin di belakang Tottenham yang berada di posisi kelima, yang merupakan zona terakhir Liga Europa melalui jalur liga. United juga bisa lolos ke kompetisi jika mampu menempati posisi keenam klasemen akhir, di mana mereka akan bermain di babak kualifikasi ketiga Liga Europa yang dimulai pada 31 Juli.
Nasib yang berbeda justru menghampiri The Citiznes. Musim ini, City yang dilatih Manuel Pellegrini benar-benar menjadi tim yang kuat. Kedatangan pemain-peian baru macam Alvaro Negredo, Fernandinho, Jesus Navas, dan Stevan Jovetić membuat permainan City mengalami perubahan.
Di kancah liga, City benar-benar menjelma menjadi tim yang haus gol. Saat menghadapi Arsenal, Vincent Kompany dkk menang dengan skor telak 6-3 dan membantai Norwich City yjuh gol tanpa balas. Duet Aguero dan Negredo menjadi pasangan maut dengan menyumbangkan 24 gol dari 69 gol yang dicetak City.
Keberhasilan City merengkuh trofi Piala Liga juga membuktikan kualitas permainan The Sky Blues. Ini merupakan trofi pertama City di bawah asuhan Pellegrini. Gelar menjadi pukulan telak buat United yang selalu menjadi penguasa kota Manchester.
Raihan trofi ini juga membuka peluang City untuk meraih target quadraple (empat gelar dalam satu musim). Saat ini, klub milik Khaldoon Al Mubarak ini masih berlaga di liga, FA Cup, dan Liga Champions. City masih punya kesempatan menggusur Chelsea dari puncak klasemen karena masih punya dua laga tersisa. Sedangkan di Piala FA, City akan berjumpa Wigan Athletic di babak keenam.
Sementara itu, di Liga Champions, City kalah 2-0 dari Barcelona di kandang sendiri. Namun, mereka masih memiliki peluang untuk melangkah selanjutnya jika mampu menang minimal tiga gol tanpa balas di Camp Nou pada 12 Maret mendatang.
Pergantian pelatih dari Sir Alex Ferguson ke David Moyes membuat perubahan dalam pemilihan formasi pemain. Perubahan tersebut berdampak pada pola permainan United. Moyes belum menemukan formasi yang tepat dalam meramu kekuatan The Red Devils. Alhasil, permainan United kerap tidak konsisten dalam beberapa pertandingan.
Dalam kompetisi liga Inggris, MU perlu kerja keras dalam bersaing dengan empat klub besar lainnya, seperti Chelsea, Liverpool, Arsenal, dan City sendiri. Bahkan, kini mereka terancam gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan karena masih bercokol di posisi ketujuh dan terpaut 12 poin dari zona Liga Champions.
Mereka juga terpaut delapan poin di belakang Tottenham yang berada di posisi kelima, yang merupakan zona terakhir Liga Europa melalui jalur liga. United juga bisa lolos ke kompetisi jika mampu menempati posisi keenam klasemen akhir, di mana mereka akan bermain di babak kualifikasi ketiga Liga Europa yang dimulai pada 31 Juli.
Nasib yang berbeda justru menghampiri The Citiznes. Musim ini, City yang dilatih Manuel Pellegrini benar-benar menjadi tim yang kuat. Kedatangan pemain-peian baru macam Alvaro Negredo, Fernandinho, Jesus Navas, dan Stevan Jovetić membuat permainan City mengalami perubahan.
Di kancah liga, City benar-benar menjelma menjadi tim yang haus gol. Saat menghadapi Arsenal, Vincent Kompany dkk menang dengan skor telak 6-3 dan membantai Norwich City yjuh gol tanpa balas. Duet Aguero dan Negredo menjadi pasangan maut dengan menyumbangkan 24 gol dari 69 gol yang dicetak City.
Keberhasilan City merengkuh trofi Piala Liga juga membuktikan kualitas permainan The Sky Blues. Ini merupakan trofi pertama City di bawah asuhan Pellegrini. Gelar menjadi pukulan telak buat United yang selalu menjadi penguasa kota Manchester.
Raihan trofi ini juga membuka peluang City untuk meraih target quadraple (empat gelar dalam satu musim). Saat ini, klub milik Khaldoon Al Mubarak ini masih berlaga di liga, FA Cup, dan Liga Champions. City masih punya kesempatan menggusur Chelsea dari puncak klasemen karena masih punya dua laga tersisa. Sedangkan di Piala FA, City akan berjumpa Wigan Athletic di babak keenam.
Sementara itu, di Liga Champions, City kalah 2-0 dari Barcelona di kandang sendiri. Namun, mereka masih memiliki peluang untuk melangkah selanjutnya jika mampu menang minimal tiga gol tanpa balas di Camp Nou pada 12 Maret mendatang.
(dka)