Peluang Persela Muda juara ISL U-21
Kamis, 06 Maret 2014 - 13:57 WIB
Peluang Persela Muda juara ISL U-21
A
A
A
Sindonews.com - Persela Lamongan dalam sejarahnya memang tak memiliki tradisi bagus di Indonesia Super League (ISL). Prestasi terbaik Persela adalah saat berada di posisi empat klasemen akhir ISL 2011-2012 di bawah asuhan mendiang pelatih Miroslav Janu.
Tapi bukan berarti Persela tak memiliki kejayaan sama sekali. Tim muda mereka alias U-21 pernah mencatatkan diri sebagai penguasa ISL U-21 kala menjadi juara dua kali beruntun di musim 2010-2011 dan 2011-2012. Persela menjadi peraih trofi terbanyak level ini.
Dari lima kali perhelatan sejak 2008-2009, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir juara dua kali, sedangkan sisanya dibagi Pelita Jaya U-21, Persib Bandung U-21, serta Sriwijaya FC U-21. Artinya Persela memiliki tradisi sekaligus mental sangat memadai di level junior.
Musim ini tim yang bermarkas di Stadion Surajaya bakal bergabung di Grup 3, bersaing dengan Persebaya, Persegres Gresik United, Persepam Madura United, serta Persik Kediri. Dibanding para pesaing di grup ini, Persela layak percaya diri karena lebih berpengalaman mengangkat trofi.
Apalagi di Surajaya masih ada sosok yang sangat berpengaruh terhadap prestasi U-21 yakni Didik Ludiyanto. Walau pelatih muda ini tak lagi berkecimpung di tim U-21, dia memberikan support agar tim muda kembali menjadi kekuatan yang dominan.
Duet pelatih U-21 Ragil Sudirman dan Mahfudz menurutnya memiliki kans untuk membawa Persela meraih prestasi tertinggi.
"Sebagai tim yang pernah juara dua kali, Persela U-21 harus percaya diri bisa mengulang prestasi seperti sebelumnya. Dengan persiapan yang bagus, saya rasa tim muda bisa kembali mendapatkan hasil bagus di ISL U-21 nanti," jelas Didik Ludiyanto, eks pelatih Persela U-21.
Sejauh ini tim Persela U-21 belum sepenuhnya terbentuk. Pada 6 Maret masih diawali seleksi pemain di tingkat sekolah sepak bola (SSB), yang kemudian menginjak ke seleksi umum. Praktis hanya ada waktu sekitar sebulan sebelum ISL U-21 bergulir pertengahan April.
Tapi bukan hanya Persela saja yang memiliki waktu sedikit dalam persiapan tim muda. Sebagian besar tim lain juga masih tahap pencarian pemain. Didik sendiri menyatakan itu bukan sebagai kendala serius karena nyatanya Persela punya pengalaman bagus.
"Persiapan tim memang tidak panjang dan itu juga terjadi saat Persela juara dulu. Yang terpenting fokus, latihan berjalan maksimal dan semua elemen tim bekerja keras. Soal persaingan, saya pribadi belum banyak tahu karena rata-rata masih pembentukan tim," beber Didik.
Melihat lima kekuatan di Grup 3, sejatinya semua belum ada yang benar-benar siap. Masing-masing kontestan masih sibuk mencari pemain muda untuk kompetisi U-21 dan diperkirakan baru bisa memiliki komposisi komplet pada akhir Maret nanti.
Tapi bukan berarti Persela tak memiliki kejayaan sama sekali. Tim muda mereka alias U-21 pernah mencatatkan diri sebagai penguasa ISL U-21 kala menjadi juara dua kali beruntun di musim 2010-2011 dan 2011-2012. Persela menjadi peraih trofi terbanyak level ini.
Dari lima kali perhelatan sejak 2008-2009, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir juara dua kali, sedangkan sisanya dibagi Pelita Jaya U-21, Persib Bandung U-21, serta Sriwijaya FC U-21. Artinya Persela memiliki tradisi sekaligus mental sangat memadai di level junior.
Musim ini tim yang bermarkas di Stadion Surajaya bakal bergabung di Grup 3, bersaing dengan Persebaya, Persegres Gresik United, Persepam Madura United, serta Persik Kediri. Dibanding para pesaing di grup ini, Persela layak percaya diri karena lebih berpengalaman mengangkat trofi.
Apalagi di Surajaya masih ada sosok yang sangat berpengaruh terhadap prestasi U-21 yakni Didik Ludiyanto. Walau pelatih muda ini tak lagi berkecimpung di tim U-21, dia memberikan support agar tim muda kembali menjadi kekuatan yang dominan.
Duet pelatih U-21 Ragil Sudirman dan Mahfudz menurutnya memiliki kans untuk membawa Persela meraih prestasi tertinggi.
"Sebagai tim yang pernah juara dua kali, Persela U-21 harus percaya diri bisa mengulang prestasi seperti sebelumnya. Dengan persiapan yang bagus, saya rasa tim muda bisa kembali mendapatkan hasil bagus di ISL U-21 nanti," jelas Didik Ludiyanto, eks pelatih Persela U-21.
Sejauh ini tim Persela U-21 belum sepenuhnya terbentuk. Pada 6 Maret masih diawali seleksi pemain di tingkat sekolah sepak bola (SSB), yang kemudian menginjak ke seleksi umum. Praktis hanya ada waktu sekitar sebulan sebelum ISL U-21 bergulir pertengahan April.
Tapi bukan hanya Persela saja yang memiliki waktu sedikit dalam persiapan tim muda. Sebagian besar tim lain juga masih tahap pencarian pemain. Didik sendiri menyatakan itu bukan sebagai kendala serius karena nyatanya Persela punya pengalaman bagus.
"Persiapan tim memang tidak panjang dan itu juga terjadi saat Persela juara dulu. Yang terpenting fokus, latihan berjalan maksimal dan semua elemen tim bekerja keras. Soal persaingan, saya pribadi belum banyak tahu karena rata-rata masih pembentukan tim," beber Didik.
Melihat lima kekuatan di Grup 3, sejatinya semua belum ada yang benar-benar siap. Masing-masing kontestan masih sibuk mencari pemain muda untuk kompetisi U-21 dan diperkirakan baru bisa memiliki komposisi komplet pada akhir Maret nanti.
(aww)