Persija kehilangan atmosfer pertandingan
Senin, 10 Maret 2014 - 02:31 WIB
Persija kehilangan atmosfer pertandingan
A
A
A
Sindonews.com - Poin penuh gagal diraih Persija Jakarta saat ditahan, 1-1, Sriwijaya FC (SFC) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, kemarin (9/3). Hilangnya atmosfer pertandingan, dinilai jadi penyebab kendurnya penampilan tim berjuluk Macan Kemayoran di kandang sendiri.
Persija malah sempat tertinggal ketika Laskar Wong Kito, julukan SFC, mampu merobek gawang Persija lewat aksi Lancine Kone pada menit ke- 80. Beruntung, Persija terhindar dari kekalahan di menit-menit akhir jalannya laga. Gol Rachmat Afandi pada menit ke-90, menutup jalannya laga bagi kedua klub.
Walau tidak mampu meraup angka penuh pada laga kandang kedua di Indonesia Super League (ISL) 2014 Wilayah Barat, Persija tetap duduk di peringkat empat klasemen sementara. Raihan delapan angka yang dikoleksi Persija, sama dengan poin yang didapat SFC yang duduk satu tingkat di bawah Persija.
Pelatih Persija, Benny Dollo, mengaku kurang mengigitnya penampilan anak-anak asuhnya, lebih dikarenakan hilangnya atmosfer pertandingan tim Macan Kemayoran. Yaitu setelah Persija gagal dijamu Persib Bandung, 22 Februari lalu, dan jeda kompetisi. Dihitung-hitung, Persija menjalani dua minggu libur kompetisi.
Sementara di kekosongan kompetisi yang dialami Ismed Sofyan dkk, Persija hanya mampu melakoni laga uji coba kontra tim-tim amatir lokal. Dan rencana tim Macan Kemayoran menjalani laga pemanasan dengan klub lokal Malaysia, Terengganu FA, juga batal terlaksana.
"Atmosfer pertandingan itu hilang. Walau kami sudah usaha di laga uji coba tapi atmosfer itu hilang. Bisa jadi karena uji cobanya dengan tim-tim lokal, karena lawan tim Malaysia juga gagal, bisa itu jadi satu alasannya," ungkap Bendol, sapaan akrab Benny Dollo, selepas pertandingan.
Bendol pun menyampaikan alasannya tidak menurunkan pemain asing anyar Zelimir Terkes. Selain terbentur regulasi setiap klub hanya boleh menurunkan tiga pemain asing, absennya Egi Melgiansyah karena dibekap cedera juga jadi penyebab. Bendol seakan tidak mau berjudi dengan memarkir Rohid Chand dan lebih memilih Terkes.
“Persoalannya kalau kami mainkan dia (Terkes), kami harus keluarkan Fabiano (Beltrame) atau Rohit. Persoalannya lapangan tengah tidak ada Egi, kalau ada Egi saya berani terapkan itu (mainkan Terkes). Apa artinya striker kalau tidak ada suport dari lapangan tengah,” jelas Bendol.
Berbeda dengan Persija, satu angka yang diraih SFC begitu disyukuri Subangkit. Juru taktik berusia 53 tahun tersebut menilai anak-anak asuhnya sudah bermain sesuai dengan intruksi yang diterapkannya. Kebangkitan anak-anak asuhnya, lebih dikarenakan mulai pulihnya sebagain besar pemain yang mengalami cedera.
Persija malah sempat tertinggal ketika Laskar Wong Kito, julukan SFC, mampu merobek gawang Persija lewat aksi Lancine Kone pada menit ke- 80. Beruntung, Persija terhindar dari kekalahan di menit-menit akhir jalannya laga. Gol Rachmat Afandi pada menit ke-90, menutup jalannya laga bagi kedua klub.
Walau tidak mampu meraup angka penuh pada laga kandang kedua di Indonesia Super League (ISL) 2014 Wilayah Barat, Persija tetap duduk di peringkat empat klasemen sementara. Raihan delapan angka yang dikoleksi Persija, sama dengan poin yang didapat SFC yang duduk satu tingkat di bawah Persija.
Pelatih Persija, Benny Dollo, mengaku kurang mengigitnya penampilan anak-anak asuhnya, lebih dikarenakan hilangnya atmosfer pertandingan tim Macan Kemayoran. Yaitu setelah Persija gagal dijamu Persib Bandung, 22 Februari lalu, dan jeda kompetisi. Dihitung-hitung, Persija menjalani dua minggu libur kompetisi.
Sementara di kekosongan kompetisi yang dialami Ismed Sofyan dkk, Persija hanya mampu melakoni laga uji coba kontra tim-tim amatir lokal. Dan rencana tim Macan Kemayoran menjalani laga pemanasan dengan klub lokal Malaysia, Terengganu FA, juga batal terlaksana.
"Atmosfer pertandingan itu hilang. Walau kami sudah usaha di laga uji coba tapi atmosfer itu hilang. Bisa jadi karena uji cobanya dengan tim-tim lokal, karena lawan tim Malaysia juga gagal, bisa itu jadi satu alasannya," ungkap Bendol, sapaan akrab Benny Dollo, selepas pertandingan.
Bendol pun menyampaikan alasannya tidak menurunkan pemain asing anyar Zelimir Terkes. Selain terbentur regulasi setiap klub hanya boleh menurunkan tiga pemain asing, absennya Egi Melgiansyah karena dibekap cedera juga jadi penyebab. Bendol seakan tidak mau berjudi dengan memarkir Rohid Chand dan lebih memilih Terkes.
“Persoalannya kalau kami mainkan dia (Terkes), kami harus keluarkan Fabiano (Beltrame) atau Rohit. Persoalannya lapangan tengah tidak ada Egi, kalau ada Egi saya berani terapkan itu (mainkan Terkes). Apa artinya striker kalau tidak ada suport dari lapangan tengah,” jelas Bendol.
Berbeda dengan Persija, satu angka yang diraih SFC begitu disyukuri Subangkit. Juru taktik berusia 53 tahun tersebut menilai anak-anak asuhnya sudah bermain sesuai dengan intruksi yang diterapkannya. Kebangkitan anak-anak asuhnya, lebih dikarenakan mulai pulihnya sebagain besar pemain yang mengalami cedera.
(nug)