Persija minta jaminan keamanan
Senin, 10 Maret 2014 - 04:53 WIB
Persija minta jaminan keamanan
A
A
A
Sindonews.com - Penetapan penjadwalan ulang laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada 8 Mei mendatang oleh PT Liga Indonesia (Liga), tidak dipersoalkan pelatih Persija, Benny Dollo. Dirinya hanya meminta adanya jaminan keamanan di laga tersebut.
"Saya sama sekali tidak mempersoalkan apabila laga dilangsungkan 8 Mei mendatang. Kami tidak masalah. Dan kami hanya membutuhkan regulasi yang memproteksi Persija dari berbagai ancaman," ungkap Bendol.
Apa yang disampaikan mantan pelatih tim nasional (timnas) Indonesia tersebut, seolah menyikapi putusan yang diambil Liga, Jumat (7/3). Ketika itu, penjadwalan ulang laga klasik antara Persib menjamu Macan Kemayoran, julukan Persija, disampaikan langsung oleh CEO Liga, Joko Driyono, dalam rilis yang diterima awak media.
"Dengan penetapan ini, agar Persib Bandung sebagai tuan rumah berkoordinasi dengan pihak terkait (tim tamu, pengelola stadion, aparat keamanan, dan Asprov PSSI setempat), sehingga pertandingan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Jokdri, sapaan akrab Joko Driyono.
Laga Persib menjamu Persija, semula dijadwalkan berlangsung 22 Februari 2014. Namun laga tidak bisa terlaksana setelah pihak kepolisian Polda Jawa Barat tidak memberikan izin keramaian kepada manajemen Maung Bandung, julukan Persib, untuk menggelar laga. Dengan alasan, adanya potensi keributan antar suporter dari masing-masing klub.
Saat itu, pihak kepolisian seolah semakin yakin untuk tidak memberikan izin laga Persib kontra Persija di Kota Kembang. Karena beberapa hari sebelumnya saat Pelita Bandung Raya (PBR) menjamu Persija, keributan antar suporter sempat terjadi. Imbas dari hadirnya The Jakmania, sapaan suporter Persija, di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Penundaan ini menjadi yang kedua kali secara beruntun. Setelah dimusim sebelumnya, juga mengalami kendala yang sama. Berawal dari pelemparan terhadap bus pemain Persib, laga yang awalnya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, terpaksa dipindah ke Stadion Maguwoharjo, Sleman.
"Saya sama sekali tidak mempersoalkan apabila laga dilangsungkan 8 Mei mendatang. Kami tidak masalah. Dan kami hanya membutuhkan regulasi yang memproteksi Persija dari berbagai ancaman," ungkap Bendol.
Apa yang disampaikan mantan pelatih tim nasional (timnas) Indonesia tersebut, seolah menyikapi putusan yang diambil Liga, Jumat (7/3). Ketika itu, penjadwalan ulang laga klasik antara Persib menjamu Macan Kemayoran, julukan Persija, disampaikan langsung oleh CEO Liga, Joko Driyono, dalam rilis yang diterima awak media.
"Dengan penetapan ini, agar Persib Bandung sebagai tuan rumah berkoordinasi dengan pihak terkait (tim tamu, pengelola stadion, aparat keamanan, dan Asprov PSSI setempat), sehingga pertandingan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Jokdri, sapaan akrab Joko Driyono.
Laga Persib menjamu Persija, semula dijadwalkan berlangsung 22 Februari 2014. Namun laga tidak bisa terlaksana setelah pihak kepolisian Polda Jawa Barat tidak memberikan izin keramaian kepada manajemen Maung Bandung, julukan Persib, untuk menggelar laga. Dengan alasan, adanya potensi keributan antar suporter dari masing-masing klub.
Saat itu, pihak kepolisian seolah semakin yakin untuk tidak memberikan izin laga Persib kontra Persija di Kota Kembang. Karena beberapa hari sebelumnya saat Pelita Bandung Raya (PBR) menjamu Persija, keributan antar suporter sempat terjadi. Imbas dari hadirnya The Jakmania, sapaan suporter Persija, di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Penundaan ini menjadi yang kedua kali secara beruntun. Setelah dimusim sebelumnya, juga mengalami kendala yang sama. Berawal dari pelemparan terhadap bus pemain Persib, laga yang awalnya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, terpaksa dipindah ke Stadion Maguwoharjo, Sleman.
(nug)