Hancurkan Barca, benteng Juku Eja teruji
Senin, 10 Maret 2014 - 13:39 WIB
Hancurkan Barca, benteng Juku Eja teruji
A
A
A
Sindonews.com - Keroposnya lini bertahan Pasukan Ramang di enam laga kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 terus menuai sorotan. Namun, di laga uji coba melawan Barca FC, Sabtu, (8/3) lalu, progres jantung pertahanan PSM tersebut mulai mengalami peningkatan.
Armada Rudy William Keltjes ini, mampu memperlihatkan kualitasnya. Pasalnya, di benteng pertahanan, dua nama baru dimunculkan yakni Boman Irie Aime stopper asal Pantai Gading dan Hendra Wijaya di posisi bek kanan, yang di enam laga terakhir hanya di parkir di pinggir lapangan.
Di laga uji coba melawan salah satu klub amatir di Makassar tersebut, Ponaryo Astaman dkk. berhasil melibasnya dengan skor 5-1. Padahal di klub tersebut, juga dihuni beberapa pemain profesional seperti Handi Hamzah dan Iqbal Samad.
Rudy William Keltjes, arsitek PSM mengatakan, di laga uji coba tersbeut, dirinya mengaku memang masih ada yang harus dibenahi sebelum melakoni tur Kalimantan. Namun, dia mengapresiasi kinerja lini bertahan PSM. "Sekarang untuk lini bertahan sudah mulai meningkat, apalagi ada Boman," kata
dia.
Dirinya mengaku, memang saat melakukan pertandingan gambaran skuad intinya akan diturunkan, termasuk memasang Boman berduet dengan Rachmat Latif di stopper. Sementara untuk wing bek kanan dan kiri Hendra dan Yush Hamzah dipercaya turun sebagai starter. "Koordinasi di lini bertahan sudah bagus, kita berharap saat lawan Persiba hal ini bisa ditingkatkan," ujarnya.
Memang sebelumnya, tim kepelatihan terus mengutak-atik jantung pertahanan PSM tersebut, untuk posisi stopper, beberapa duet sudah dimainkan, seperti duet I Ketut Mahendara dan Rachmat Latih, Agung-Rachmat, namun belum terlalu maksimal. Bukan hanya itu, posisi wing bek juga demikian, beberapa nama selalu dimainkan, yakni M Rasul dan Supandi.
Meski demikian, mantan pelatih Persebaya dan PSMS Medan ini mengatakan, dirinya masih akan terus memantapkan koordinasi dan komunikasi antara pemain bertahan pemain tengah dan lini depan. "Di laga uji coba tersebut, sudah agak lumayan, saya senang melihat semangat para pemain," jelasnya.
Najib Latandang, penasihat teknik PSM mengatakan, memang untuk lini bertahan PSM saat ini sudah mulai pada, dan komunikasi sudah mulai berjalan. "Tapi sayang kemarin lapangan kurang bagus, dan lawan tidak terlalu menekan hingga tiak teruji betul, namun sudah terlihat kompak," kata dia.
Sementara itu, Hendra Wijaya, yang dikonfirmasi mengatakan diberinya kesempatan oleh tim kepelatihan, dirinya harus menampilkan yang terbaik. "Semoga saya bisa berbuat lebih saat diberi kesempatan bermain, dan lebih giat berlatih agar bisa dipercaya sama pelatih," jelasnya.
Untuk lini bertahan, memang PSM memiliki banyak stok pemain yang mencapai 12 orang termasuk Boman yang baru saja direkrut oleh PT. Pagolona Sulawesi Mandiri, pengelola PSM. Untuk itu, persaingan di lini ini menjadi kian ketat hingga pemain harus menampilkan yang terbaik agar bisa dijadikan starter.
Armada Rudy William Keltjes ini, mampu memperlihatkan kualitasnya. Pasalnya, di benteng pertahanan, dua nama baru dimunculkan yakni Boman Irie Aime stopper asal Pantai Gading dan Hendra Wijaya di posisi bek kanan, yang di enam laga terakhir hanya di parkir di pinggir lapangan.
Di laga uji coba melawan salah satu klub amatir di Makassar tersebut, Ponaryo Astaman dkk. berhasil melibasnya dengan skor 5-1. Padahal di klub tersebut, juga dihuni beberapa pemain profesional seperti Handi Hamzah dan Iqbal Samad.
Rudy William Keltjes, arsitek PSM mengatakan, di laga uji coba tersbeut, dirinya mengaku memang masih ada yang harus dibenahi sebelum melakoni tur Kalimantan. Namun, dia mengapresiasi kinerja lini bertahan PSM. "Sekarang untuk lini bertahan sudah mulai meningkat, apalagi ada Boman," kata
dia.
Dirinya mengaku, memang saat melakukan pertandingan gambaran skuad intinya akan diturunkan, termasuk memasang Boman berduet dengan Rachmat Latif di stopper. Sementara untuk wing bek kanan dan kiri Hendra dan Yush Hamzah dipercaya turun sebagai starter. "Koordinasi di lini bertahan sudah bagus, kita berharap saat lawan Persiba hal ini bisa ditingkatkan," ujarnya.
Memang sebelumnya, tim kepelatihan terus mengutak-atik jantung pertahanan PSM tersebut, untuk posisi stopper, beberapa duet sudah dimainkan, seperti duet I Ketut Mahendara dan Rachmat Latih, Agung-Rachmat, namun belum terlalu maksimal. Bukan hanya itu, posisi wing bek juga demikian, beberapa nama selalu dimainkan, yakni M Rasul dan Supandi.
Meski demikian, mantan pelatih Persebaya dan PSMS Medan ini mengatakan, dirinya masih akan terus memantapkan koordinasi dan komunikasi antara pemain bertahan pemain tengah dan lini depan. "Di laga uji coba tersebut, sudah agak lumayan, saya senang melihat semangat para pemain," jelasnya.
Najib Latandang, penasihat teknik PSM mengatakan, memang untuk lini bertahan PSM saat ini sudah mulai pada, dan komunikasi sudah mulai berjalan. "Tapi sayang kemarin lapangan kurang bagus, dan lawan tidak terlalu menekan hingga tiak teruji betul, namun sudah terlihat kompak," kata dia.
Sementara itu, Hendra Wijaya, yang dikonfirmasi mengatakan diberinya kesempatan oleh tim kepelatihan, dirinya harus menampilkan yang terbaik. "Semoga saya bisa berbuat lebih saat diberi kesempatan bermain, dan lebih giat berlatih agar bisa dipercaya sama pelatih," jelasnya.
Untuk lini bertahan, memang PSM memiliki banyak stok pemain yang mencapai 12 orang termasuk Boman yang baru saja direkrut oleh PT. Pagolona Sulawesi Mandiri, pengelola PSM. Untuk itu, persaingan di lini ini menjadi kian ketat hingga pemain harus menampilkan yang terbaik agar bisa dijadikan starter.
(aww)