Sulsel kalah bersaing jadi tuan rumah PON 2020
Rabu, 12 Maret 2014 - 17:53 WIB
Sulsel kalah bersaing jadi tuan rumah PON 2020
A
A
A
Sindonews.com - Niat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menjadi tuan rumah di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 mendatang, akhirnya sirna. Asa itu melayang setelah Sulsel kalah dalam perolehan suara dari Provinsi Papua.
Selain Sulsel, empat provinsi lainnya juga gagal menjadi tuan rumah di event empat tahunan tersebut. Setelah KONI Pusat melakukan voting untuk menentukan siapa yang menjadi penyelenggara PON di masa mendatang. Yakni Bali, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Aceh.
Berdasarkan data yang dihimpun, dalam voting yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa, (11/3) lalu Provinsi Papua mendapat suara terbanyak yakni 66, sementara Aceh berada di peringkat kedua dengan 46 suara, Bali 46 suara di posisi ketiga, Jawa Tengah (28), Sumatera Utara (27) dan di posisi terakhir ditempati Sulsel dengan hanya meraih 23 jumlah voters.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sulsel, Nukhrawi Nawir mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk bisa meraih hasil yang maksimal agar bisa menjadi tuan rumah PON. "Kita sudah berusaha maksimal, untuk Sulsel hanya mendapat 23 suara," kata dia saat dikonfirmasi.
Sekadar diketahui, untuk tiga provinsi yang memiliki suara tertinggi, yakni Papua, Aceh, dan Bali. bakal maju ke tahap selanjutnya untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah di perhelatan akbar olahraga di Indonesia tersebut, hal tersebut sesuai dengan regulati KONI Pusat.
Dalam tahap lanjutan, penentuan tuan rumah bukan lagi menjadi kewenangan KONI provinsi dan pengurus pusat cabang olahraga. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bakal menetapkan satu dari tiga provinsi yang mendapat suara terbanyak.
Bukan hanya itu, gagalnya Sulsel, lanjut Nukhrawi, bukan karena tidak siapnya Sulsel, karena saat ini venue olahraga yang dimiliki Sulsel jauh lebih bagus dari sarana dan prasarana olahraga Papua. Bahkan, pihaknya mengklaim telah memenuhi 60-70 persen persyaratan infrastruktur. "Mungkin faktor non teknis saja hingga Sulsel kalah dipemilihan tuan rumah tersebut," kata dia.
Bukan hanya itu, kata dia. dirinya juga memastikan peluang tuan rumah bersama juga ikut tertutup. Pelaksanaan kejuaraan multievent empat tahunan yang sempat diwacanakan berlangsung di beberapa provinsi tak bisa terealisasi. "Sudah diputuskan jika penyelenggara hanya di satu provinsi saja," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas KONI Sulawesi Selatan, Iwan Taruna menambahkan, pihaknya telah berjuang maksimal. Kekalahan mendulang banyak suara lantaran daerah ini tidak mau jor-joran melobi dengan cara yang tidak benar, seperti menawarkan uang. "Kita sudah upayakan meraih kemenangan dengan integritas tinggi tanpa harus mencederai sportivitas," tuturnya.
Selain Sulsel, empat provinsi lainnya juga gagal menjadi tuan rumah di event empat tahunan tersebut. Setelah KONI Pusat melakukan voting untuk menentukan siapa yang menjadi penyelenggara PON di masa mendatang. Yakni Bali, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Aceh.
Berdasarkan data yang dihimpun, dalam voting yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa, (11/3) lalu Provinsi Papua mendapat suara terbanyak yakni 66, sementara Aceh berada di peringkat kedua dengan 46 suara, Bali 46 suara di posisi ketiga, Jawa Tengah (28), Sumatera Utara (27) dan di posisi terakhir ditempati Sulsel dengan hanya meraih 23 jumlah voters.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sulsel, Nukhrawi Nawir mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk bisa meraih hasil yang maksimal agar bisa menjadi tuan rumah PON. "Kita sudah berusaha maksimal, untuk Sulsel hanya mendapat 23 suara," kata dia saat dikonfirmasi.
Sekadar diketahui, untuk tiga provinsi yang memiliki suara tertinggi, yakni Papua, Aceh, dan Bali. bakal maju ke tahap selanjutnya untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah di perhelatan akbar olahraga di Indonesia tersebut, hal tersebut sesuai dengan regulati KONI Pusat.
Dalam tahap lanjutan, penentuan tuan rumah bukan lagi menjadi kewenangan KONI provinsi dan pengurus pusat cabang olahraga. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bakal menetapkan satu dari tiga provinsi yang mendapat suara terbanyak.
Bukan hanya itu, gagalnya Sulsel, lanjut Nukhrawi, bukan karena tidak siapnya Sulsel, karena saat ini venue olahraga yang dimiliki Sulsel jauh lebih bagus dari sarana dan prasarana olahraga Papua. Bahkan, pihaknya mengklaim telah memenuhi 60-70 persen persyaratan infrastruktur. "Mungkin faktor non teknis saja hingga Sulsel kalah dipemilihan tuan rumah tersebut," kata dia.
Bukan hanya itu, kata dia. dirinya juga memastikan peluang tuan rumah bersama juga ikut tertutup. Pelaksanaan kejuaraan multievent empat tahunan yang sempat diwacanakan berlangsung di beberapa provinsi tak bisa terealisasi. "Sudah diputuskan jika penyelenggara hanya di satu provinsi saja," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas KONI Sulawesi Selatan, Iwan Taruna menambahkan, pihaknya telah berjuang maksimal. Kekalahan mendulang banyak suara lantaran daerah ini tidak mau jor-joran melobi dengan cara yang tidak benar, seperti menawarkan uang. "Kita sudah upayakan meraih kemenangan dengan integritas tinggi tanpa harus mencederai sportivitas," tuturnya.
(aww)