Telat cetak gol, ini jawaban Persija
Jum'at, 14 Maret 2014 - 14:11 WIB
Telat cetak gol, ini jawaban Persija
A
A
A
Sindonews.com – Persija Jakarta memiliki catatan unik di lima pertandingan yang telah dilakoni di Liga Super Indonesia (ISL) musim ini. Macan Kemayoran selalu baru bisa mencetak gol ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir babak kedua. Ambil contoh ketika Persija vs Sriwijaya. Ketika itu, Rahmad Affandi baru bisa mencetak gol penyeimbang di menit 90 setelah sebelumnya gawang Andritany dibobol Lancine Kone di menit 80.
Tercatat, hanya di pertandingan perdana saja, anak asuh Benny Dollo itu bisa membobol gawang lawan di babak pertama. Kala itu, Rohit Chand membobol gawang Barito Putera di menit ketiga babak pertama. Pertandingan sendiri dimenangkan Persija dengan skor 2-1 setelah Ramdani Lestaluhu mencetak gol tambahan di menit 83 sementara gol Barito dicetak James Koko Lomel di menit sembilan.
Asisten Pelatih Persija, Blitz Tarigan menolak jika catatan tersebut dijadikan dasar bahwa Persija adalah tim yang telat panas. “Bukan telat panas, tetapi itu karena kualitas tim-tim di ISL sudah merata,” ujar Blitz ketika dihubungi, Jumat (14/3).
Blitz juga menolak jika Persija dianggap memainkan sepakbola defensif. Sebaliknya menurut Blitz, Ivan Bosnjak dkk selalu memainkan sepakbola menyerang. “Persija selama ini bermain menyerang. Mana pernah kita main negatif. Dalam pertandingan kan ada adu strategi dan taktik dan mungkin baru menemukan celah di menit terakhir,” paparnya.
Di lain sisi, mengenai persiapan melawan Persipasi Bekasi, Sabtu (15/3) besok di Stadion Patriot, Bekasi, Blitz mengatakan, Persija akan memanfaatkan pertandingan itu untuk mengasah kemampuan para pemain pelapis. Hanya saja, kata Blitz, itu tidak berarti Persija hanya akan menurunkan para pemain lapis kedua. “Tetap akan didampingi oleh pemain senior. Hanya mungkin menit bermainnya yang akan kita kurangi,” katanya.
Setelah melawan Persipasi, Persija akan memasuki jeda kompetisi satu bulan karena ada Pemilihan Legislatif yang akan berlangsung 20 Maret-11 April 2014. Persija, kata Blitz akan memanfaatkan jeda itu dengan mengadakan ujicoba disetiap pekan. “Setiap pekannya kami adakan ujicoba untuk menjaga iklim kompetisi di tim,” tutupnya.
Tercatat, hanya di pertandingan perdana saja, anak asuh Benny Dollo itu bisa membobol gawang lawan di babak pertama. Kala itu, Rohit Chand membobol gawang Barito Putera di menit ketiga babak pertama. Pertandingan sendiri dimenangkan Persija dengan skor 2-1 setelah Ramdani Lestaluhu mencetak gol tambahan di menit 83 sementara gol Barito dicetak James Koko Lomel di menit sembilan.
Asisten Pelatih Persija, Blitz Tarigan menolak jika catatan tersebut dijadikan dasar bahwa Persija adalah tim yang telat panas. “Bukan telat panas, tetapi itu karena kualitas tim-tim di ISL sudah merata,” ujar Blitz ketika dihubungi, Jumat (14/3).
Blitz juga menolak jika Persija dianggap memainkan sepakbola defensif. Sebaliknya menurut Blitz, Ivan Bosnjak dkk selalu memainkan sepakbola menyerang. “Persija selama ini bermain menyerang. Mana pernah kita main negatif. Dalam pertandingan kan ada adu strategi dan taktik dan mungkin baru menemukan celah di menit terakhir,” paparnya.
Di lain sisi, mengenai persiapan melawan Persipasi Bekasi, Sabtu (15/3) besok di Stadion Patriot, Bekasi, Blitz mengatakan, Persija akan memanfaatkan pertandingan itu untuk mengasah kemampuan para pemain pelapis. Hanya saja, kata Blitz, itu tidak berarti Persija hanya akan menurunkan para pemain lapis kedua. “Tetap akan didampingi oleh pemain senior. Hanya mungkin menit bermainnya yang akan kita kurangi,” katanya.
Setelah melawan Persipasi, Persija akan memasuki jeda kompetisi satu bulan karena ada Pemilihan Legislatif yang akan berlangsung 20 Maret-11 April 2014. Persija, kata Blitz akan memanfaatkan jeda itu dengan mengadakan ujicoba disetiap pekan. “Setiap pekannya kami adakan ujicoba untuk menjaga iklim kompetisi di tim,” tutupnya.
(wbs)