ADT mundur karena sudah capek urusi PSM
Sabtu, 26 April 2014 - 00:07 WIB
ADT mundur karena sudah capek urusi PSM
A
A
A
Sindonews.com - Persiapan PSM Makassar sedikit terganggu, setelah direktur olahraganya, Andi Darussalam Tabussalla (ADT), mengundurkan diri dari posisinya. Padahal, skuad Juku Eja tengah melakukan persiapan melawan Persebaya Surabaya, sebelum paruh musim berakhir.
Penyataan tersebut mengejutkan, pasalnya tim tertua di Indonesia itu, untuk sementara ini mengalami grafik peningkatan di kompetisi bergengsi di Tanah Air. Alasan mundurnya ADT, yang juga ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel ini, tidak diketahui pasti. Namun, kabar beredar bahkan persoalan homebase PSM yang menjadi pemicu.
ADT yang dikonfirmasi soal pengunduran dirinya membenarkan hal tersebut. Namun, dirinya tidak merinci alasan pengunduran dirinya. "Iya saya mundur, saya capek," singkat mantan direktur Badan Liga Indonesia ini.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PSM, Rully Habibie, yang dimintai komentarnya soal pernyataan ADS yang mengundurkan diri, mengatakan dirinya tidak tahu menahu. "Saya tidak tahu itu. Saya tidak bisa komentar," kata pria berbadan tambun ini saat ditemui di kediaman Walikota Makassar.
Pernyataan pengunduran ADS tersebut, mendapat tanggapan dari pelatih kepala PSM, Rudy William Keltjes. Menurutnya, penyataan tersebut dilontarkan ADS, karena pengaruh emosi. "Saya akan bicara sama Pak Andi, minta kepada Pak Andi sabar dan pikirkan betul pernyataan ini," kata dia saat ditemui usai melakukan latihan di lapangan Karebosi.
Meski demikian, pelatih asal Surabaya ini mengatakan, dirinya tahu betul bagaimana kepribadian ADS, apalagi soal PSM dan sepakbola. "Pak Andi itu orangnya loyal sekali kalau soal sepakbola. Ini harus dibicarakan dulu jangan sampai ada salah paham," ujarnya.
"Kita semua cinta PSM, saya meski orang Surabaya tapi cinta sama PSM sejak menjadi lawan saya. Kalau ini terjadi petaka buat PSM, karena harus mulai dari nol lagi," jawab Rudy ketika ditanya apabila keputusan ADT itu sudah final.
Saat ini, Pasukan Ramang terus mempersiapkan diri agar bisa mengamankan poin di laga kandang terakhirnya melawan Persebaya Surabaya. Apalagi, posisi PSM di klasemen sementara masih dibayangi zona merah. Untuk itu di laga terakhir ini tiga poin menjadi incaran untuk memperbaiki posisi.
Penyataan tersebut mengejutkan, pasalnya tim tertua di Indonesia itu, untuk sementara ini mengalami grafik peningkatan di kompetisi bergengsi di Tanah Air. Alasan mundurnya ADT, yang juga ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel ini, tidak diketahui pasti. Namun, kabar beredar bahkan persoalan homebase PSM yang menjadi pemicu.
ADT yang dikonfirmasi soal pengunduran dirinya membenarkan hal tersebut. Namun, dirinya tidak merinci alasan pengunduran dirinya. "Iya saya mundur, saya capek," singkat mantan direktur Badan Liga Indonesia ini.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PSM, Rully Habibie, yang dimintai komentarnya soal pernyataan ADS yang mengundurkan diri, mengatakan dirinya tidak tahu menahu. "Saya tidak tahu itu. Saya tidak bisa komentar," kata pria berbadan tambun ini saat ditemui di kediaman Walikota Makassar.
Pernyataan pengunduran ADS tersebut, mendapat tanggapan dari pelatih kepala PSM, Rudy William Keltjes. Menurutnya, penyataan tersebut dilontarkan ADS, karena pengaruh emosi. "Saya akan bicara sama Pak Andi, minta kepada Pak Andi sabar dan pikirkan betul pernyataan ini," kata dia saat ditemui usai melakukan latihan di lapangan Karebosi.
Meski demikian, pelatih asal Surabaya ini mengatakan, dirinya tahu betul bagaimana kepribadian ADS, apalagi soal PSM dan sepakbola. "Pak Andi itu orangnya loyal sekali kalau soal sepakbola. Ini harus dibicarakan dulu jangan sampai ada salah paham," ujarnya.
"Kita semua cinta PSM, saya meski orang Surabaya tapi cinta sama PSM sejak menjadi lawan saya. Kalau ini terjadi petaka buat PSM, karena harus mulai dari nol lagi," jawab Rudy ketika ditanya apabila keputusan ADT itu sudah final.
Saat ini, Pasukan Ramang terus mempersiapkan diri agar bisa mengamankan poin di laga kandang terakhirnya melawan Persebaya Surabaya. Apalagi, posisi PSM di klasemen sementara masih dibayangi zona merah. Untuk itu di laga terakhir ini tiga poin menjadi incaran untuk memperbaiki posisi.
(nug)