China Boleh Jadi Favorit Tapi Indonesia Juaranya
Sabtu, 17 Mei 2014 - 14:18 WIB
China Boleh Jadi Favorit Tapi Indonesia Juaranya
A
A
A
Sindonews.com - Pencinta bulutangkis memang tidak salah jika memfavoritkan China akan menjadi juara di Piala Thomas maupun Uber. Tapi, tim Indonesia tak mau menyerah begitu saja. Tekad sudah digadang-gadang jika Piala Thomas akan kembali ke tanah air.
Indonesia dalam pergelaran Piala Thomas di New Delhi langsung mematok gelar juara. China sendiri kali benar-benar menurunkan pemain terbaiknya. Mereka juga bertekad untuk mempertahankan gelar yang mereka sabet jadi tuan rumah di Wuhan pada 2012 lalu.
“China memang diunggulkan karena mereka juara bertahan. Namun, target kami tahun ini adalah juara. Saya pikir kami punya peluang,” ujar Dionysius Hayom Rumbaka kepada BBC, Sabtu (17/5).
Pebulutangkis tunggal peringkat 19 dunia itu mengaku pertarungan di lapangan tergantung dengan banyak faktor. “Kita tidak tahu, misalnya, kondisi fisik para pemain China, segalanya mungkin terjadi,” tambahnya.
Di laga perdana Senin (19/5) mendatang Indonesia akan menghadapi Singapura. Di atas kertas pasukan Merah Putih tidak akan mengalami kesulitan. Dari analisa, hanya ada satu pemain tunggal yang patut diwaspadai yakni Derek Wong. Indonesia sendiri di nomor ini selain Hayom Rumbaka masih memiliki Tommy Sugiarto dan Simon Santoso.
Laga nomor beregu berbeda dengan perserongan. Soal taktik dan strategi menjadi kunci kemenangan, seperti yang diakui mantan pebulutangkis terbaik Indonesia Taufik Hidayat. "Tergantung dari strategi memasang pemain karena ini pertandingan regu. Melawan China peluangnya 50-50," kata Taufik.
Indonesia dalam pergelaran Piala Thomas di New Delhi langsung mematok gelar juara. China sendiri kali benar-benar menurunkan pemain terbaiknya. Mereka juga bertekad untuk mempertahankan gelar yang mereka sabet jadi tuan rumah di Wuhan pada 2012 lalu.
“China memang diunggulkan karena mereka juara bertahan. Namun, target kami tahun ini adalah juara. Saya pikir kami punya peluang,” ujar Dionysius Hayom Rumbaka kepada BBC, Sabtu (17/5).
Pebulutangkis tunggal peringkat 19 dunia itu mengaku pertarungan di lapangan tergantung dengan banyak faktor. “Kita tidak tahu, misalnya, kondisi fisik para pemain China, segalanya mungkin terjadi,” tambahnya.
Di laga perdana Senin (19/5) mendatang Indonesia akan menghadapi Singapura. Di atas kertas pasukan Merah Putih tidak akan mengalami kesulitan. Dari analisa, hanya ada satu pemain tunggal yang patut diwaspadai yakni Derek Wong. Indonesia sendiri di nomor ini selain Hayom Rumbaka masih memiliki Tommy Sugiarto dan Simon Santoso.
Laga nomor beregu berbeda dengan perserongan. Soal taktik dan strategi menjadi kunci kemenangan, seperti yang diakui mantan pebulutangkis terbaik Indonesia Taufik Hidayat. "Tergantung dari strategi memasang pemain karena ini pertandingan regu. Melawan China peluangnya 50-50," kata Taufik.
(bbk)