Ada Jarak Skuad Utama dan Lapis Kedua Timnas U-19
Selasa, 27 Mei 2014 - 01:56 WIB
Ada Jarak Skuad Utama dan Lapis Kedua Timnas U-19
A
A
A
SLEMAN - Jarak antara pemain utama dan pelapis Tim Nasional (Timnas) U-19 Indonesia masih sangat terlihat. Jika starting eleven yang biasa diturunkan sudah benar-benar nyetel, tapi tidak dengan para pemain pelapis skuad Garuda Jaya, julukan Timnas U-19.
Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, akhirnya menurunkan tim lapis dua saat kembali menjamu Yaman U-19 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (25/5). Hasil jauh berbeda tercipta. Jika di pertemuan perdana, (23/5), Evan Dimas dkk mampu unggul tiga gol tanpa balas, di laga kedua Yaman U-19 mampu memaksa hasil imbang, 1-1.
Skuad lapis kedua Timnas U-19 pun cenderung kesulitan dalam membongkar pertahanan lawan. Mengandalkan Miftahul Hamdi, Septian David Maulana, dan Martinus Novianto sebagai trisula, gol Garuda Jaya hanya bisa didapat pada titik penalti lewat eksekusi dingin Hendra Sandi Gunawan. Gol itu pun baru tercipa di paro kedua jalannya pertandingan.
Jika di laga perdana barisan belakang Garuda Jaya tidak terjamah, tidak seperti di laga kedua. Empat pemain belakang yang diturunkan seperti Febly Gushendra, Mahdi Fajri Albaar, M. Sahrul Kurniawan, dan Bagas Adi Nugroho, harus kecolongan. Pelanggaran tidak perlu yang dilakukan Hamdi, akhirnya membuat Yaman U-19 bisa merobek gawang Garuda Jaya.
Begitu pun dengan tiga pemain tengah yang ditempati Hendra, Al-Qomar, dan Ichsan Kurniawan, juga masih banyak terlihat salah pengertian. Jarak antara pemain utama dengan para pelapis seperti inilah, yang wajib diantisipasi Indra. Problem ini tentu tidak boleh dibiarkan pelatih asal Padang, Sumatra Barat tersebut.
''Permainan anak-anak akan ada banyak evaluasi. Dari komposisi yang turun, memang jam terbangnya masih jauh dari pemain utama. Sebenarnya tidak mau mengganti pemain utama, tapi pada akhirnya saya putuskan untuk melakukan rotasi pemain,''ungkap Indra.
''Tapi saya apresiasi permainan mereka. Bagi saya, kalah menang tidak ada masalah. Karena yang penting adalah menjaga bagaimana kesiapan tim berjalan sesuai program. Itu yang saya kedepankan,''lanjut pelatih yang sukses membawa Timnas U-19 juara Piala AFF 2013 tersebut.
Timnas U-19 sendiri sudah menjalani tiga tahapan ujicoba. Perdana menggelar Tur Nusantara dan menjalani 13 laga menghadapi klub-klub Tanah Air. Kemudian dilanjut melakoni Tur Timur Tengah di Oman dan Uni Emirat Arab (UEA). Pada fase itu, lima uji coba dijalani dan menghasilkan tiga kali menang, sekali imbang, dan sekali kalah.
Kemudian saat ini, fase di mana Garuda Jaya menantang musuh-musuhnya di kandang sendiri. Dimulai dengan dua kali menjamu Myanmar U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 5 dan 7 Mei. Dalam dua laga itu, Garuda Jaya mendapat pengalaman berharga. Timnas U-19 sekali tumbang dan sekali imbang.
Setelah menjamu Yaman U-19, Timnas U-19 yang tergabung dalam Grup B bersama Australia, Uzbekistan, dan UEA di putaran final Piala AFC U-19 di Myanmar, 9-29 Oktober mendatang, Garuda Jaya akan kembali menjamu Lebanon di Stadion Manahan, Solo, Rabu (28/5). Menjamu Lebanon, belum ada kepastian apakah Indra akan kembali menurunkan tim pelapis atau skuad utama.
Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, akhirnya menurunkan tim lapis dua saat kembali menjamu Yaman U-19 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (25/5). Hasil jauh berbeda tercipta. Jika di pertemuan perdana, (23/5), Evan Dimas dkk mampu unggul tiga gol tanpa balas, di laga kedua Yaman U-19 mampu memaksa hasil imbang, 1-1.
Skuad lapis kedua Timnas U-19 pun cenderung kesulitan dalam membongkar pertahanan lawan. Mengandalkan Miftahul Hamdi, Septian David Maulana, dan Martinus Novianto sebagai trisula, gol Garuda Jaya hanya bisa didapat pada titik penalti lewat eksekusi dingin Hendra Sandi Gunawan. Gol itu pun baru tercipa di paro kedua jalannya pertandingan.
Jika di laga perdana barisan belakang Garuda Jaya tidak terjamah, tidak seperti di laga kedua. Empat pemain belakang yang diturunkan seperti Febly Gushendra, Mahdi Fajri Albaar, M. Sahrul Kurniawan, dan Bagas Adi Nugroho, harus kecolongan. Pelanggaran tidak perlu yang dilakukan Hamdi, akhirnya membuat Yaman U-19 bisa merobek gawang Garuda Jaya.
Begitu pun dengan tiga pemain tengah yang ditempati Hendra, Al-Qomar, dan Ichsan Kurniawan, juga masih banyak terlihat salah pengertian. Jarak antara pemain utama dengan para pelapis seperti inilah, yang wajib diantisipasi Indra. Problem ini tentu tidak boleh dibiarkan pelatih asal Padang, Sumatra Barat tersebut.
''Permainan anak-anak akan ada banyak evaluasi. Dari komposisi yang turun, memang jam terbangnya masih jauh dari pemain utama. Sebenarnya tidak mau mengganti pemain utama, tapi pada akhirnya saya putuskan untuk melakukan rotasi pemain,''ungkap Indra.
''Tapi saya apresiasi permainan mereka. Bagi saya, kalah menang tidak ada masalah. Karena yang penting adalah menjaga bagaimana kesiapan tim berjalan sesuai program. Itu yang saya kedepankan,''lanjut pelatih yang sukses membawa Timnas U-19 juara Piala AFF 2013 tersebut.
Timnas U-19 sendiri sudah menjalani tiga tahapan ujicoba. Perdana menggelar Tur Nusantara dan menjalani 13 laga menghadapi klub-klub Tanah Air. Kemudian dilanjut melakoni Tur Timur Tengah di Oman dan Uni Emirat Arab (UEA). Pada fase itu, lima uji coba dijalani dan menghasilkan tiga kali menang, sekali imbang, dan sekali kalah.
Kemudian saat ini, fase di mana Garuda Jaya menantang musuh-musuhnya di kandang sendiri. Dimulai dengan dua kali menjamu Myanmar U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 5 dan 7 Mei. Dalam dua laga itu, Garuda Jaya mendapat pengalaman berharga. Timnas U-19 sekali tumbang dan sekali imbang.
Setelah menjamu Yaman U-19, Timnas U-19 yang tergabung dalam Grup B bersama Australia, Uzbekistan, dan UEA di putaran final Piala AFC U-19 di Myanmar, 9-29 Oktober mendatang, Garuda Jaya akan kembali menjamu Lebanon di Stadion Manahan, Solo, Rabu (28/5). Menjamu Lebanon, belum ada kepastian apakah Indra akan kembali menurunkan tim pelapis atau skuad utama.
(aww)