Setelah Qatar, Giliran Rusia Diduga Lakukan Suap
Selasa, 03 Juni 2014 - 16:28 WIB
Setelah Qatar, Giliran Rusia Diduga Lakukan Suap
A
A
A
NEW YORK - Terungkapnya dugaan kasus suap yang dilakukan Qatar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 berbuntut panjang. Bola panas kini semakin meluas karena menurut laporan dailymail, Selasa (3/6) kepala penyidik komite etika FIFA, Michael Garcia juga ingin melaporkan proses tender 2018 yang dimenangkan oleh Rusia.
Pada tahun 2010 sebuah surat kabar Inggris memberitakan kalau anggota komite eksekutif dari Nigeria dan Oceania telah menawarkan untuk menjual suara mereka dalam bidding tuan rumah Piala Dunia 2018 kepada wartawan yang menyamar sebagai pelobi.
Surat kabar Inggris, The Sunday Times mengatakan ada 6 pejabat senior (mantan maupun yang masih aktif) telah meminta bayaran kepada wartawan yang menyamar, demi mempertinggi peluang negara mereka terpilih menjadi tuan rumah. Oleh karena itu muncul dugaan ada tindakan curang yang dilakukan oleh Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018.
Sebenarnya desakan dari banyak kalangan agar dilakukan penyelidikan soal bagaimana Rusia dan Qatar terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia masing-masing di tahun 2018 dan 2022 sudah muncul sejak lama. Karena banyak yang menilai ada kejanggalan dalam penunjukkan kedua negara tersebut.
Dalam sebuah pernyataannya, FIFA mengatakan pihaknya dan Komite Etika FIFA memantau dengan cermat proses penawaran untuk 2018 dan Piala Dunia FIFA 2022. FIFA pun telah diminta menerima semua informasi dan dokumen terkait hal ini dan sedang menunggu bukti-bukti yang memperkuat dugaan tersebut.
Guna menggelar Piala Dunia 2018, Rusia mengalahkan Inggris yang sempat menjadi favorit. Selain Inggris, Spanyol-Portugal dan Belanda-Belgia juga harus kecewa karena gagal dalam perolehan suara.
Pada tahun 2010 sebuah surat kabar Inggris memberitakan kalau anggota komite eksekutif dari Nigeria dan Oceania telah menawarkan untuk menjual suara mereka dalam bidding tuan rumah Piala Dunia 2018 kepada wartawan yang menyamar sebagai pelobi.
Surat kabar Inggris, The Sunday Times mengatakan ada 6 pejabat senior (mantan maupun yang masih aktif) telah meminta bayaran kepada wartawan yang menyamar, demi mempertinggi peluang negara mereka terpilih menjadi tuan rumah. Oleh karena itu muncul dugaan ada tindakan curang yang dilakukan oleh Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018.
Sebenarnya desakan dari banyak kalangan agar dilakukan penyelidikan soal bagaimana Rusia dan Qatar terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia masing-masing di tahun 2018 dan 2022 sudah muncul sejak lama. Karena banyak yang menilai ada kejanggalan dalam penunjukkan kedua negara tersebut.
Dalam sebuah pernyataannya, FIFA mengatakan pihaknya dan Komite Etika FIFA memantau dengan cermat proses penawaran untuk 2018 dan Piala Dunia FIFA 2022. FIFA pun telah diminta menerima semua informasi dan dokumen terkait hal ini dan sedang menunggu bukti-bukti yang memperkuat dugaan tersebut.
Guna menggelar Piala Dunia 2018, Rusia mengalahkan Inggris yang sempat menjadi favorit. Selain Inggris, Spanyol-Portugal dan Belanda-Belgia juga harus kecewa karena gagal dalam perolehan suara.
(akr)