Suarez Punya Riwayat di Bully

Rabu, 25 Juni 2014 - 12:31 WIB
Suarez Punya Riwayat...
Suarez Punya Riwayat di Bully
A A A
RECIFE - Ulah menggigit yang dilakukan Luis Suarez ternyata tidak berdiri sendiri. Artinya, apa yang terjadi sekarang ini adalah manifestasi masa lalunya yang kemungkinan penuh kekerasan. Dimungkinkan pula, Suarez pernah mengalami kekerasan alias di bully.

Suarez kembali membuat cerita miring mengiringi sukses Uruguay melenggang ke putaran kedua piala dunia. Dalam sebuah kesempatan, Suarez berusaha ditutup gerakannya oleh bek Italia, Giorgio Chiellini. Karena kesal, penggawa Liverpool itu langsung menanduk Chiellini dan meneruskannya dengan gigitan ke arah pundak.

"Dari apa yang saya lihat dalam rekaman video, Suarez mengalami frustrasi dan menuntaskan kemarahannya pada Chiellini,"jelas Eva Kimonis, dosen senior di School of Psychology di University of New South Wales, Australia, kepada reuters, Rabu (25/6).

Kimonis menilai apa yang menimpa Suarez ini tidak berdiri sendiri. Apa yang terjadi sekarang ini merupakan peninggalan masa lalu pemain yang dikenal dengan aksi divingnya itu. "Pada umumnya, menggigit itu adalah ulah anak usia dini. Menggigit pada orang dewasa jarang terjadi. Ini mungkin salah satu manifestasi dari pola janga panjang dan perilakunya yang melibatkan agresi, seperti memukul, bullying, berteriak, dan kontak fisik,"terang Kimonis.

Kejadian di Brazil ini sebenarnya bukan yang pertama. Di kompetisi Liga Inggris, Suarez pernah diganjar 10 kali tidak boleh bermain karena menggigit pemain Chelsea Branislav Ivanovic. Aksi serupa juga pernah dilakukannya saat masih mengenakan kostum Ajax Amsterdam di mana ia menggigit pemain PSV Eindhoven, Otman Bakkal.

Kimonis menilai aksi Suarez kala pertandigan semalam itu disebabkan karena frustasi atau hanya untuk melakukan trik guna memenangkan Uruguay. "Perilaku agresif seperti menggigit dan memukul mungkin reaksi saat menanggapi ancaman nyata atau yang dirasakan. Bagi orang-orang dengan agresi kronis, terapi perilaku kognitif dapat efektif dalam membantu orang untuk lebih mengidentifikasi ketika mereka dalam keadaan marah atau frustrasi."
(bbk)
Berita Terkait
Jadwal Semifinal Copa...
Jadwal Semifinal Copa America 2024: Uruguay vs Kolombia
Ronald Araujo Cedera,...
Ronald Araujo Cedera, Uruguay Panggil Sebastian Caceres di FIFA Matchday
Hasil Copa America 2024:...
Hasil Copa America 2024: Amerika Serikat Gagal ke Perempat Final usai Ditekuk Uruguay
Menpora Bocorkan Rencana...
Menpora Bocorkan Rencana Laga Uji Coba Timnas Indonesia vs Uruguay
Susunan Pemain Timnas...
Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uruguay: Trio Bruno Fernandes-Joao Felix-Cristiano Ronaldo Starter!
Hasil Portugal vs Uruguay:...
Hasil Portugal vs Uruguay: Ronaldo dkk Melempem di Babak Pertama
Berita Terkini
Leg Kedua Final Four...
Leg Kedua Final Four Pro Futsal League 2026, Satu Langkah Menuju Partai Pamungkas
1 jam yang lalu
MotoGP 2026 Berlanjut...
MotoGP 2026 Berlanjut ke Hungaria, Simak Jadwal Lengkap dan Link Nonton di VISION+
1 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Putri Kusuma Wardani Takluk dari Chen Yu Fei
2 jam yang lalu
Premier Padel Italia...
Premier Padel Italia 2026 Masuk Babak Penentuan, Nonton Perempat Final hingga Final di VISION+
2 jam yang lalu
Formula 1 Monako 2026...
Formula 1 Monako 2026 Digelar, Panaskan Akhir Pekan! Nonton Streaming di VISION+
2 jam yang lalu
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
7 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved