Manajer Persija Pertanyakan Hukuman Komdis
Kamis, 28 Agustus 2014 - 06:03 WIB
Manajer Persija Pertanyakan Hukuman Komdis
A
A
A
DEPOK - Manajer Persija Jakarta, Asher Siregar mempertanyakan keputusan Komisi Disiplin PSSI yang memberikan hukuman kepada bek Ismed Sofyan yang dinilai bersalah dalam pertandingan melawan Pelita Bandung Raya (PBR), 14 Agustus lalu.
Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1, Ismed dinilai melakukan pelanggaran dengan sengaja menginjak kaki pemain PBR, Dias Angga Putra. Akibatnya, Ismed dihukum larangan bermain satu pertandingan serta denda berupa uang sebesar Rp25 juta.
Manajer Persija, Asher lantas mempertanyakan keputusan yang diberikan Komdis. Pasalnya, menurut Asher, surat keputusan Komdis belum diterima klub berjuluk Macan Kemayoran itu.
"Sanksi resmi juga belum keluar, saya tahunya juga dari media. Kalau yang masalah kartu kuning kita oke, tapi poin yang satu itu kita masih bingung," tegas Asher saat ditemui di Sawangan, Depok, Rabu (27/8).
Lebih lanjut, Asher mengatakan jika Ismed mengaku tak merasa melakukan pelanggaran, sehingga klub meminta bukti rekaman pertandingan sebagai bahan evaluasi terkait keputusan Komdis.
"Dia (Ismed) juga enggak merasa, apa mungkin berebut bola apa gimana kan kita enggak tau, nah kita makanya belum bisa bicara soalnya mesti lihat dulu rekaman pertandingannya," sambungnya.
Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1, Ismed dinilai melakukan pelanggaran dengan sengaja menginjak kaki pemain PBR, Dias Angga Putra. Akibatnya, Ismed dihukum larangan bermain satu pertandingan serta denda berupa uang sebesar Rp25 juta.
Manajer Persija, Asher lantas mempertanyakan keputusan yang diberikan Komdis. Pasalnya, menurut Asher, surat keputusan Komdis belum diterima klub berjuluk Macan Kemayoran itu.
"Sanksi resmi juga belum keluar, saya tahunya juga dari media. Kalau yang masalah kartu kuning kita oke, tapi poin yang satu itu kita masih bingung," tegas Asher saat ditemui di Sawangan, Depok, Rabu (27/8).
Lebih lanjut, Asher mengatakan jika Ismed mengaku tak merasa melakukan pelanggaran, sehingga klub meminta bukti rekaman pertandingan sebagai bahan evaluasi terkait keputusan Komdis.
"Dia (Ismed) juga enggak merasa, apa mungkin berebut bola apa gimana kan kita enggak tau, nah kita makanya belum bisa bicara soalnya mesti lihat dulu rekaman pertandingannya," sambungnya.
(nug)