Dibilang Kegendutan, Ini Pembelaan Taarabt
Selasa, 21 Oktober 2014 - 11:47 WIB
Dibilang Kegendutan, Ini Pembelaan Taarabt
A
A
A
LIVERPOOL - Gelandang Queens Park Rangers (QPR), Adel Taarabt akhirnya angkat bicara dan mengomentari kritik yang dilayangkan pelatihnya Harry Redknapp, yang menyebut kalau kondisi berat badannya semakin melebihi batas normal pesepak bola.
Sebelumnya, usai menerima kekalahan 3-2 dari Liverpool, Redknapp mengungkapkan alasannya tidak memasukan Taarabt ke dalam skuat utama QPR. Kala itu, sang pemain tak diturunkan lantaran dinilai memiliki masalah dengan berat badan yang membuatnya bermain tidak maksimal, sehingga dianggap tak ideal untuk bermain dengan skuat inti.
Namun, menerima kritikan tersebut, pemain berusia 25 tahun itu tak tinggal diam. Taarabt mencoba melakukan pembelaan demi menjaga reputasinya sebagai pesepak bola. Bahkan sang pemain tak segan menyoroti metode pelatihan Redknapp yang dinilai mempengaruhi performanya di lapangan.
"Saya bermain selama 90 menit dan jika ia berpikir saya malas berlari, dia bisa mengeluarkan saya. Mungkin saya tidak tampil seperti biasanya, tapi setelah kekalahan dari West Ham, sebelum jeda internasional, dia mengatakan semua pemain sedang tidak fit setelah Liverpool. Mungkinkah dalam satu minggu dia mengubah kebugaran? Mustahil,” ujar Taarabt, dilansir Daily, Selasa (21/10).
"Sesi pelatihan tidak standar berbeda dengan di Milan, dan sangat jauh dari pelatih lain lakukan. Disini (QPR) mereka tidak intens sehingga para pemain juga tidak termotivasi. Selain itu, masalah berat badan itu hanya alasan dia, ketika saya di Milan, berat badan saya 84-86 kg. Sekarang berat saya 85 kg jadi tidak benar kalau berat saya tidak ideal. Walaupun saya tidak suka makanan di tempat latihan, tapi saya makan makanan yang sehat seperti pemain lainnya,” tandasnya.
Selain mengkritik balik Redknapp soal berat badannya, Taarabt juga mengungkapkan kekesalannya dengan cara sang pelatih menyampaikan kritikan tersebut pada media.
“Saat itu saya ingin bermain melawan Liverpool. Saya kesal tak dimainkan. Dan yang lebih menjengkelkan ketika dia membicarakan saya. Mengapa dia berbicara tentang seseorang yang tidak terlibat dalam pertandingan itu? tidak etis. Dia adalah seorang pelatih yang berpengalaman dan ia harus mengendalikan situasi itu.” ucapnya ketus.
Sebelumnya, usai menerima kekalahan 3-2 dari Liverpool, Redknapp mengungkapkan alasannya tidak memasukan Taarabt ke dalam skuat utama QPR. Kala itu, sang pemain tak diturunkan lantaran dinilai memiliki masalah dengan berat badan yang membuatnya bermain tidak maksimal, sehingga dianggap tak ideal untuk bermain dengan skuat inti.
Namun, menerima kritikan tersebut, pemain berusia 25 tahun itu tak tinggal diam. Taarabt mencoba melakukan pembelaan demi menjaga reputasinya sebagai pesepak bola. Bahkan sang pemain tak segan menyoroti metode pelatihan Redknapp yang dinilai mempengaruhi performanya di lapangan.
"Saya bermain selama 90 menit dan jika ia berpikir saya malas berlari, dia bisa mengeluarkan saya. Mungkin saya tidak tampil seperti biasanya, tapi setelah kekalahan dari West Ham, sebelum jeda internasional, dia mengatakan semua pemain sedang tidak fit setelah Liverpool. Mungkinkah dalam satu minggu dia mengubah kebugaran? Mustahil,” ujar Taarabt, dilansir Daily, Selasa (21/10).
"Sesi pelatihan tidak standar berbeda dengan di Milan, dan sangat jauh dari pelatih lain lakukan. Disini (QPR) mereka tidak intens sehingga para pemain juga tidak termotivasi. Selain itu, masalah berat badan itu hanya alasan dia, ketika saya di Milan, berat badan saya 84-86 kg. Sekarang berat saya 85 kg jadi tidak benar kalau berat saya tidak ideal. Walaupun saya tidak suka makanan di tempat latihan, tapi saya makan makanan yang sehat seperti pemain lainnya,” tandasnya.
Selain mengkritik balik Redknapp soal berat badannya, Taarabt juga mengungkapkan kekesalannya dengan cara sang pelatih menyampaikan kritikan tersebut pada media.
“Saat itu saya ingin bermain melawan Liverpool. Saya kesal tak dimainkan. Dan yang lebih menjengkelkan ketika dia membicarakan saya. Mengapa dia berbicara tentang seseorang yang tidak terlibat dalam pertandingan itu? tidak etis. Dia adalah seorang pelatih yang berpengalaman dan ia harus mengendalikan situasi itu.” ucapnya ketus.
(akr)