Van Gaal Meradang, Dijamu Spurs Kurang dari 48 Jam
Sabtu, 27 Desember 2014 - 20:19 WIB
Van Gaal Meradang, Dijamu Spurs Kurang dari 48 Jam
A
A
A
MANCHESTER - Menorehkan catatan delapan laga Liga Primer tidak terkalahkan tak sepenuhnya membuat Pelatih Menchester United (MU) Louis Van Gaal gembira. Pelatih kelahiran Amsterdam, Belanda, 8 Agustus 1951 itu meradang lantaran harus menghadapi laga sulit kontra Tottenham Hotspur di White Hart Lane, kurang dari 48 jam pasca kemenangan 3-1 atas Newcastle United pada Boxing Day di Old Trafford.
The Red Devils dijamu Spurs, Minggu pukul 19.00 WIB. Padahal saat melawan Newcastle, Wayne Rooney dkk melakukan kick-off pada Jumat (26/12/2014) pukul 22.00 WIB. Van Gaal mengungkapkan kegalauannya karena waktu persiapan menghadapi Tottenham lebih sedikit atau kurang dari 48 jam.
"Jika mengacu aturan FIFA dan UEFA, dilarang untuk bermain dalam tenggang waktu 48 jam. Tapi, di Inggris itu tidak apa-apa," kata Van Gaal seperti dilansir express.co.uk.
"Saya tidak bisa mempersiapkan tim seperti yang saya inginkan. Biasanya kami rapat unit, lalu rapat tim, latihan 11 melawan 11, dan asimilasi (penyesuaian) lawan. Kami tidak bisa melakukan itu sekarang."
Van Gaal memang harus gerak cepat. Apalagi masih tertinggal 10 poin di belakang pimpinan klasemen Chelsea dan tujuh angka dari runner-up Manchester City. Performa MU masih stabil dengan kembali ke jalur kemenangan setelah bermain imbang 0-0 dengan Aston Villa, Sabtu (20/12).
Pada Boxing Day melawan Newcastle striker Wayne Rooney menyumbang dua gol di menit ke-23 dan 36, dan dilengkapi Robin van Persie (53). Newcastle hanya bisa membalas lewat Papiss Cisse yang mencetak gol dari titik penalti menit ke-87.
Namun, melihat potensi lawan yang dihadapi, Tottenham lebih sulit ketimbang MU. Setelah melawan MU, Spurs menjamu Chelsea, Kamis (1/1/2015). Sedangkan MU dijamu Stoke City. Pelatih Spurs Mauricio Pochettino menyatakan perhatiannya fokus pada laga di depan. Dengan demikian, setelah menang 2-1 atas Leicester City, timnya menyiapkan diri menghadapi MU, dan sejenak melupakan Chelsea.
"Dalam periode padat seperti sekarang, yang Anda harus yakni adalah bahwa laga penting itu adalah berikutnya. Jika Anda berencana untuk lima laga berikutnya setelah pertandingan pertama, Anda bisa salah. Juga yang menjadi hal penting adalah menjaga suasana kondusif seluruh skuad. Ini merupakan periode yang sangat sibuk, dan kami butuh pemain fit serta siap dimainkan."
Melawan MU, Pochettino memaksa kiper Hugo Lloris tampil kendati mengalami pendarahan pada mulutnya akibat berbenturan dengan pemain Leicester Jamie Vardy yang berlari ke arahnya dalam upaya mencetak gol di King Power Stadium pada menit ke-89. Kiper asal Prancis itu mendapat perawatan medis di lapangan. Insiden itu mengingatkan publik pada peristiwa musim lalu, saat Lloris tak sadarkan diri setelah tabrakan dengan pemain Everton Romelu Lukaku.
The Red Devils dijamu Spurs, Minggu pukul 19.00 WIB. Padahal saat melawan Newcastle, Wayne Rooney dkk melakukan kick-off pada Jumat (26/12/2014) pukul 22.00 WIB. Van Gaal mengungkapkan kegalauannya karena waktu persiapan menghadapi Tottenham lebih sedikit atau kurang dari 48 jam.
"Jika mengacu aturan FIFA dan UEFA, dilarang untuk bermain dalam tenggang waktu 48 jam. Tapi, di Inggris itu tidak apa-apa," kata Van Gaal seperti dilansir express.co.uk.
"Saya tidak bisa mempersiapkan tim seperti yang saya inginkan. Biasanya kami rapat unit, lalu rapat tim, latihan 11 melawan 11, dan asimilasi (penyesuaian) lawan. Kami tidak bisa melakukan itu sekarang."
Van Gaal memang harus gerak cepat. Apalagi masih tertinggal 10 poin di belakang pimpinan klasemen Chelsea dan tujuh angka dari runner-up Manchester City. Performa MU masih stabil dengan kembali ke jalur kemenangan setelah bermain imbang 0-0 dengan Aston Villa, Sabtu (20/12).
Pada Boxing Day melawan Newcastle striker Wayne Rooney menyumbang dua gol di menit ke-23 dan 36, dan dilengkapi Robin van Persie (53). Newcastle hanya bisa membalas lewat Papiss Cisse yang mencetak gol dari titik penalti menit ke-87.
Namun, melihat potensi lawan yang dihadapi, Tottenham lebih sulit ketimbang MU. Setelah melawan MU, Spurs menjamu Chelsea, Kamis (1/1/2015). Sedangkan MU dijamu Stoke City. Pelatih Spurs Mauricio Pochettino menyatakan perhatiannya fokus pada laga di depan. Dengan demikian, setelah menang 2-1 atas Leicester City, timnya menyiapkan diri menghadapi MU, dan sejenak melupakan Chelsea.
"Dalam periode padat seperti sekarang, yang Anda harus yakni adalah bahwa laga penting itu adalah berikutnya. Jika Anda berencana untuk lima laga berikutnya setelah pertandingan pertama, Anda bisa salah. Juga yang menjadi hal penting adalah menjaga suasana kondusif seluruh skuad. Ini merupakan periode yang sangat sibuk, dan kami butuh pemain fit serta siap dimainkan."
Melawan MU, Pochettino memaksa kiper Hugo Lloris tampil kendati mengalami pendarahan pada mulutnya akibat berbenturan dengan pemain Leicester Jamie Vardy yang berlari ke arahnya dalam upaya mencetak gol di King Power Stadium pada menit ke-89. Kiper asal Prancis itu mendapat perawatan medis di lapangan. Insiden itu mengingatkan publik pada peristiwa musim lalu, saat Lloris tak sadarkan diri setelah tabrakan dengan pemain Everton Romelu Lukaku.
(sha)