Persis Tancap Gas Seleksi Penggawa Anyar
Senin, 12 Januari 2015 - 14:51 WIB
Persis Tancap Gas Seleksi Penggawa Anyar
A
A
A
SOLO - Persis Solo tancap gas seleksi penggawa anyar kendati belum ada susunan manajemen yang mengelola tim musim ini. Pengurus lama berinisiatif untuk bergotong-royong melakukan seleksi pemain pada Senin (12/1) sore di Stadion Sriwedari, Solo.
Langkah ini dilakukan agar Laskar Sambernyawa bisa melakukan persiapan kompetisi dengan matang. Meski santer kickoff Divisi Utama pada 19 Februari mendatang bakal diundur, Persis tidak mau berspekulasi. Seleksi pemain sementara akan dilakukan oleh asisten pelatih musim lalu, Agung Setyabudi.
Manajemen sejauh ini belum ada. Kendati Musyawarah Cabang (Muscab) PSSI Solo menetapkan Paulus Haryoto, sebagai ketua, pengurus lama masih menunggu petunjuk beliau. Selama masa transisi kepengurusan, manajemen lama memutuskan untuk memulai seleksi. Agung Setybudi rencananya akan dibantu pelatih fisik Pipit dan pelatih kiper Dedi.
Untuk seleksi wajah lama, tidak akan banyak menemui kendala karena kualitasnya sudah diketahui musim lalu. Beberapa dari mereka memutuskan kembali untuk bergabung. Kendati beberapa pilar memutuskan hengkang, sejumlah pemain menyatakan masih loyal.
''Ferry Anto, Yanuar Ruspuspito, Bayu Nugroho dan Andrid Wibawa sudah siap kembali bergabung. Beberapa pemain lokal Solo juga banyak yang akan ikut seleksi, kami minta yang benar-benar mampu dan berpengalaman silakan ikut,''kata mantan Manajer Persis Totok Supriyanto, Senin (12/1).
Totok menegaskan, seleksi akan menggunakan sistem gugur. Setiap pelamar yang dinilai tidak memenuhi kritria tim, akan langsung dicoret. Atas dasar itu, pihaknya berharap agar para pelamar benar-benar mempertimbangkan apakah yang bersangkutan layak atau tidak. Jangan hanya sekadar menyandang jebolan sekolah sepak bola (SSB), langsung ikut seleksi.
''Ora iso nendang wae melu seleksi akan langsung dicoret. Jadi biar lebih cepat dan mendapatkan pemain sesuai yang dibutuhkan tim Divisi Utama, minimal memiliki pengalaman, dan skill baik, tidak harus dari Divisi I,''paparnya.
Lebih jauh dijelaskan, dengan melakukan banyak seleksi pemain, bisa saja nanti pelatih kepala hanya tinggal dipasrahi pemain hasil seleksi. Atau opsi kedua, jika masih ada waktu cukup sebelum pendaftaran pemain ke PT. Liga Indonesia ditutup, pelatih kepala tetap akan dilibatkan dalam seleksi.
''Seleksi tentu sampai pendaftaran ditutup,''pungkasnya
Langkah ini dilakukan agar Laskar Sambernyawa bisa melakukan persiapan kompetisi dengan matang. Meski santer kickoff Divisi Utama pada 19 Februari mendatang bakal diundur, Persis tidak mau berspekulasi. Seleksi pemain sementara akan dilakukan oleh asisten pelatih musim lalu, Agung Setyabudi.
Manajemen sejauh ini belum ada. Kendati Musyawarah Cabang (Muscab) PSSI Solo menetapkan Paulus Haryoto, sebagai ketua, pengurus lama masih menunggu petunjuk beliau. Selama masa transisi kepengurusan, manajemen lama memutuskan untuk memulai seleksi. Agung Setybudi rencananya akan dibantu pelatih fisik Pipit dan pelatih kiper Dedi.
Untuk seleksi wajah lama, tidak akan banyak menemui kendala karena kualitasnya sudah diketahui musim lalu. Beberapa dari mereka memutuskan kembali untuk bergabung. Kendati beberapa pilar memutuskan hengkang, sejumlah pemain menyatakan masih loyal.
''Ferry Anto, Yanuar Ruspuspito, Bayu Nugroho dan Andrid Wibawa sudah siap kembali bergabung. Beberapa pemain lokal Solo juga banyak yang akan ikut seleksi, kami minta yang benar-benar mampu dan berpengalaman silakan ikut,''kata mantan Manajer Persis Totok Supriyanto, Senin (12/1).
Totok menegaskan, seleksi akan menggunakan sistem gugur. Setiap pelamar yang dinilai tidak memenuhi kritria tim, akan langsung dicoret. Atas dasar itu, pihaknya berharap agar para pelamar benar-benar mempertimbangkan apakah yang bersangkutan layak atau tidak. Jangan hanya sekadar menyandang jebolan sekolah sepak bola (SSB), langsung ikut seleksi.
''Ora iso nendang wae melu seleksi akan langsung dicoret. Jadi biar lebih cepat dan mendapatkan pemain sesuai yang dibutuhkan tim Divisi Utama, minimal memiliki pengalaman, dan skill baik, tidak harus dari Divisi I,''paparnya.
Lebih jauh dijelaskan, dengan melakukan banyak seleksi pemain, bisa saja nanti pelatih kepala hanya tinggal dipasrahi pemain hasil seleksi. Atau opsi kedua, jika masih ada waktu cukup sebelum pendaftaran pemain ke PT. Liga Indonesia ditutup, pelatih kepala tetap akan dilibatkan dalam seleksi.
''Seleksi tentu sampai pendaftaran ditutup,''pungkasnya
(aww)