Del Porto Cetak Kemenangan Pertama Setelah 10 Bulan
Selasa, 13 Januari 2015 - 15:31 WIB
Del Porto Cetak Kemenangan Pertama Setelah 10 Bulan
A
A
A
SYDNEY - Petenis Argentina, Juan Martin del Porto akhirnya bisa mengakhiri masa pacekliknya selama 10 bulan. Del Porto berhasil meraih kemenangan pertamanya di turnamen Sydney International setelah mengalami cedera pergelangan tangan.
Tentu saja sukses ini langsung disambutnya dengan teriakan keras usai mengalahkan petenis Ukraina, Sergiy Stakhovsky 6-3, 7-6(4). Del Porto pun tampil di turnamen ini dengan fasilitas wild card setelah menjadi juara bertahan yang kini berada di peringkat 338 dunia.
Petenis yang pernah mencicipi gelar AS Terbuka 2009 dan berada di peringkat empat dunia itu di babak kedua akan bertemu dengan unggulan pertama asal Italia, Fabio Fognini. "Ini adalah momen terindah buat saya. Saya merasa memang bermain dengan baik di laga perdana setelah 10 bulan. Servis saya bagus dan forehand saya pun masih mematikan. Jadi ini merupakan sinyal bagus untuk masa depan," ucapnya dilansir reuters, Selasa (13/1/2015).
Ia menambahkan jika harus bekerja keras untuk mengembalikan backhand dan pergerakannya. "Tapi saya kira sekarang waktunya untuk berpikir pada permainan saya kembali dan menikmati setiap momen. "
"Saya telah di rumah lama sekali dan itu membuat saya sedih. Jujur, saya tidak mengira momen indah ini begitu cepat terjadi di awal musim. Saya sangat senang dan bangga."
Cedera pergelangan tangan del Porto mulai dirasakannya saat mengalahkan Roger Federer di final AS Terbuka senam tahun lalu. Sejak saat itu penampilannya naik turun sampai akhirnya harus menjalani operasi.
"Saya ingin tampil dengan lamban, dari turnamen ke turnamen. Kalau saya bisa bermain 15 sampai 20 turnamen itu sudah bagus buat saya. Hanya mempertahankan kondisi selama semusim sudah sangat bagus untuk saya. Saya sudah membuat jadwal, tapi begitu pendek," tukas del Porto.
Untuk bisa mengawali pertandingannya, del Porto setidaknya memerlukan waktu sejam untuk melakukan peregangan. Hal itu juga dilakukannya setelah tanding. "Sangat sedih sebelumnya saya hanya bisa menyaksikan para petenis dari layar televisi. Dalam hati saya mengatakan, seharusnya saya berada di sana bermain dengan mereka dan mencoba untuk memenangkan grand slam lagi."
Tentu saja sukses ini langsung disambutnya dengan teriakan keras usai mengalahkan petenis Ukraina, Sergiy Stakhovsky 6-3, 7-6(4). Del Porto pun tampil di turnamen ini dengan fasilitas wild card setelah menjadi juara bertahan yang kini berada di peringkat 338 dunia.
Petenis yang pernah mencicipi gelar AS Terbuka 2009 dan berada di peringkat empat dunia itu di babak kedua akan bertemu dengan unggulan pertama asal Italia, Fabio Fognini. "Ini adalah momen terindah buat saya. Saya merasa memang bermain dengan baik di laga perdana setelah 10 bulan. Servis saya bagus dan forehand saya pun masih mematikan. Jadi ini merupakan sinyal bagus untuk masa depan," ucapnya dilansir reuters, Selasa (13/1/2015).
Ia menambahkan jika harus bekerja keras untuk mengembalikan backhand dan pergerakannya. "Tapi saya kira sekarang waktunya untuk berpikir pada permainan saya kembali dan menikmati setiap momen. "
"Saya telah di rumah lama sekali dan itu membuat saya sedih. Jujur, saya tidak mengira momen indah ini begitu cepat terjadi di awal musim. Saya sangat senang dan bangga."
Cedera pergelangan tangan del Porto mulai dirasakannya saat mengalahkan Roger Federer di final AS Terbuka senam tahun lalu. Sejak saat itu penampilannya naik turun sampai akhirnya harus menjalani operasi.
"Saya ingin tampil dengan lamban, dari turnamen ke turnamen. Kalau saya bisa bermain 15 sampai 20 turnamen itu sudah bagus buat saya. Hanya mempertahankan kondisi selama semusim sudah sangat bagus untuk saya. Saya sudah membuat jadwal, tapi begitu pendek," tukas del Porto.
Untuk bisa mengawali pertandingannya, del Porto setidaknya memerlukan waktu sejam untuk melakukan peregangan. Hal itu juga dilakukannya setelah tanding. "Sangat sedih sebelumnya saya hanya bisa menyaksikan para petenis dari layar televisi. Dalam hati saya mengatakan, seharusnya saya berada di sana bermain dengan mereka dan mencoba untuk memenangkan grand slam lagi."
(bbk)