Ini 10 Alasan Arsenal Favorit Kuasai Derby London Utara
Sabtu, 07 Februari 2015 - 14:28 WIB
Ini 10 Alasan Arsenal Favorit Kuasai Derby London Utara
A
A
A
LONDON - Laga sarat gengsi terhampar di White Hart Lane, Sabtu (7/2/2015) pukul 19.45 WIB. Tottenham Hotspur akan menjamu Arsenal pada derby London utara dalam lanjutan Liga Primer musim ini. Arsenal dalam situasi positif seusai memetik lima kemenangan beruntun, termasuk di Piala FA melawan Brighton, 25 Januari lalu.
Arsenal bernapsu memenangkan laga nanti karena peringkat di papan klasemen menjadi taruhannya. Arsenal bertengger di posisi kelima dengan 42 poin, setara Southampton yang ada di atasnya. Target tiket Liga Champions terbuka jika Pasukan Arsene Wnger bisa mencuri tiga poin.
Tapi, Tottenham tak akan begitu saja melepas peluang menang. Apalagi Pasukan Mauricio Pochettino baru saja menggilas West Bromwich Albion 3-0 seusai disingkirkan Leicester City di ajang Piala FA. Tambahan tiga poin mebuat Spurs ada di bawah Arsenal dengan 40 angka.
Namun, sejarah dan performa tetap menempatkan The Gunners sebagia favorit memenangkan laga kali ini. Mengandalkan Theo Walcott yang sudah mencetak empat gol dan tiga assist dalam enam laga terakhir Liga Primer melawan Tottenham, semakin membuat The Gunners diunggulkan. Berikut 10 alasan Arsenal akan memenangi laga kontra Tottenham, versi Telegraph.
1. Secara tim Arsenal lebih baik
Arsenal memiliki pemain yang lebih baik, skuat yang lebih dalam, dan melakoni laga dengan modal dua poin atas rival mereka dari London utara. Hugo Lloris, Jan Vertonghen, Harry Kane, Christian Eriksen, bandingkan dengan andalan Arsenal Mesut Oezil, Santi Cazorla, Alexis Sanchez, dan Theo Walcott.
2. Statistik terkini milik Arsenal
Arsenal telah memenangkan lima dari tujuh pertemuan terakhir antara kedua belah pihak, dengan Spurs menang hanya sekali. Pada pertandingan itu, Arsenal mencetak 16 gol, kebobolan 7 gol. Total, di Liga Primer Arsenal mencetak 64 kemenangan, sedangkan Tottenham 49 kemenangan, dengan 42 kali imbang. Spurs belum pernah memenangkan derby London utara selama 1 tahun 340 hari.
3. Arsenal punya skuat yang bisa menutup pemain cedera
The Gunners mungkin tanpa Alexis Sanchez, Alex Oxlade-Chamberlain, Mikel Arteta, Jack Wilshere, dan Mathieu Debuchy, tapi Arsene Wenger memiliki skuat yang bisa menutup kelemahan itu. Theo Walcott dan Mesut Oezil akan menutup tempat Sanchez dan Oxlade-Chamberlain, sementara munculnya Francis Coquelin menjadi opsi pengganti Arteta dan Wilshere. Tak ada Debuchy muncul Hector Bellerin. Dengan kondisi banyak pemain cedera, Wenger bisa memanggil Tomas Rosicky dan Danny Welbeck dari bangku cadangan. Atau jika ingin menutup pertahanan, ada Calum Chambers, Kieran Gibbs, Gabriel, dan Mathieu Flamini.
4. Wenger kembali di perkuat pemain terbaik
Oezil dan Walcott menjadi starter di dua laga terakhir setelah sembuh dari cedera panjang. Keduanya telah mencetak gol di masing-masing dua pertandingan tersebut. Antusiasme Sanchez juga terus menyebar ke seluruh area skuat. Bellerin merupakan salah satu pemain yang tampil semakin baik setiap pekan, sementara Nacho Monreal juga dalam performa terbaik, dengan Gibbs yang selalu tampil konsisten.
5. Arsenal dalam semangat tinggi
Arsenal telah memenangkan lima pertandingan terakhir mereka, mencetak 15 gol dan kebobolan hanya dua. Sukses itu dicapai saat menggunakan kedalaman penuh skuatnya, dan delapan pemain berbeda mencetak gol di periode tersebut. Spurs juga dalam performa yang baik, tapi kekalahan dari Leicester dan imbang dengan Sheffield United akan menjadi perhatian Mauricio Pochettino.
6. Taktik naif Arsenal sudah berkurang dibanding musim sebelumnya
Kemenangan 2-0 atas Manchester City di Etihad Stadium, 18 Januari lalu, menjadi titik terang untuk Wenger. Ada manfaatnya memainkan gelandang bertahan dan tidak menyerahkan full back untuk menugaskan menahan pemain depan di setiap kesempatan. Wenger akhirnya menyadari, kekalahan Arsenal sebagian besar ditimbulkan oleh garis pertahanan.
7. White Hart Lane bukan tempat nyaman bagi Tottenham musim ini
Kekalahan kandang di Liga Primer saat menjamu West Brom dan Stoke adalah indikasi dari kesulitan Spurs di laga kandang musim ini. Arsenal tidak akan bertahan, sehingga mereka akan menghadapi serangan Spurs yang ingin menang. Pasukan Pochettino belum meyakinkan musim ini, dan mereka bukan tim yang mumpuni dalam serangan balik.
8. Santi Cazorla tak terbendung
Pesepak bola Spanyol itu tanmpil sensasional sejak awal Desember. Dalam 10 laga terakhir, telah menghasilkan enam gol dan lima assist. Dengan Coquelin menyokong lini tengah di belakangnya, Cazorla mendapat kebebasan dalam perannya.
9. David Ospina belum kebobolan sejak menggantikan Wojciech Szczesny
Ospina membuat empat clean sheet dalam empat pertandingan sejak menggantikan Szczesny, dan lebih berwibawa daripada Szczesny. Meskipun menyerupai seorang pengusaha yang sedikit kelebihan berat badan, Ospina memiliki bakat untuk berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, dan kemampuannya untuk menghadapi umpan silang, serta mengatur pertahanan.
10. Pertahanan Spurs masih belum solid
Dalam dua dari tiga laga terakhir Spurs, mereka kebobolan sepasang gol cepat saat dalam posisi nyaman. Pertama, mereka kalah di kandang Leiecster dengan dua gol di tujuh menit akhir laga, sebelum mengulanginya empat hari kemudian melawan Sheffield United ketika mereka kebobolan dua gol dalam dua menit. Kondisi itu bisa sangat rawan menghadapi Arsenal yang memiliki rata-rata tiga gol per game dalam lima pertandingan terakhir mereka.
Arsenal bernapsu memenangkan laga nanti karena peringkat di papan klasemen menjadi taruhannya. Arsenal bertengger di posisi kelima dengan 42 poin, setara Southampton yang ada di atasnya. Target tiket Liga Champions terbuka jika Pasukan Arsene Wnger bisa mencuri tiga poin.
Tapi, Tottenham tak akan begitu saja melepas peluang menang. Apalagi Pasukan Mauricio Pochettino baru saja menggilas West Bromwich Albion 3-0 seusai disingkirkan Leicester City di ajang Piala FA. Tambahan tiga poin mebuat Spurs ada di bawah Arsenal dengan 40 angka.
Namun, sejarah dan performa tetap menempatkan The Gunners sebagia favorit memenangkan laga kali ini. Mengandalkan Theo Walcott yang sudah mencetak empat gol dan tiga assist dalam enam laga terakhir Liga Primer melawan Tottenham, semakin membuat The Gunners diunggulkan. Berikut 10 alasan Arsenal akan memenangi laga kontra Tottenham, versi Telegraph.
1. Secara tim Arsenal lebih baik
Arsenal memiliki pemain yang lebih baik, skuat yang lebih dalam, dan melakoni laga dengan modal dua poin atas rival mereka dari London utara. Hugo Lloris, Jan Vertonghen, Harry Kane, Christian Eriksen, bandingkan dengan andalan Arsenal Mesut Oezil, Santi Cazorla, Alexis Sanchez, dan Theo Walcott.
2. Statistik terkini milik Arsenal
Arsenal telah memenangkan lima dari tujuh pertemuan terakhir antara kedua belah pihak, dengan Spurs menang hanya sekali. Pada pertandingan itu, Arsenal mencetak 16 gol, kebobolan 7 gol. Total, di Liga Primer Arsenal mencetak 64 kemenangan, sedangkan Tottenham 49 kemenangan, dengan 42 kali imbang. Spurs belum pernah memenangkan derby London utara selama 1 tahun 340 hari.
3. Arsenal punya skuat yang bisa menutup pemain cedera
The Gunners mungkin tanpa Alexis Sanchez, Alex Oxlade-Chamberlain, Mikel Arteta, Jack Wilshere, dan Mathieu Debuchy, tapi Arsene Wenger memiliki skuat yang bisa menutup kelemahan itu. Theo Walcott dan Mesut Oezil akan menutup tempat Sanchez dan Oxlade-Chamberlain, sementara munculnya Francis Coquelin menjadi opsi pengganti Arteta dan Wilshere. Tak ada Debuchy muncul Hector Bellerin. Dengan kondisi banyak pemain cedera, Wenger bisa memanggil Tomas Rosicky dan Danny Welbeck dari bangku cadangan. Atau jika ingin menutup pertahanan, ada Calum Chambers, Kieran Gibbs, Gabriel, dan Mathieu Flamini.
4. Wenger kembali di perkuat pemain terbaik
Oezil dan Walcott menjadi starter di dua laga terakhir setelah sembuh dari cedera panjang. Keduanya telah mencetak gol di masing-masing dua pertandingan tersebut. Antusiasme Sanchez juga terus menyebar ke seluruh area skuat. Bellerin merupakan salah satu pemain yang tampil semakin baik setiap pekan, sementara Nacho Monreal juga dalam performa terbaik, dengan Gibbs yang selalu tampil konsisten.
5. Arsenal dalam semangat tinggi
Arsenal telah memenangkan lima pertandingan terakhir mereka, mencetak 15 gol dan kebobolan hanya dua. Sukses itu dicapai saat menggunakan kedalaman penuh skuatnya, dan delapan pemain berbeda mencetak gol di periode tersebut. Spurs juga dalam performa yang baik, tapi kekalahan dari Leicester dan imbang dengan Sheffield United akan menjadi perhatian Mauricio Pochettino.
6. Taktik naif Arsenal sudah berkurang dibanding musim sebelumnya
Kemenangan 2-0 atas Manchester City di Etihad Stadium, 18 Januari lalu, menjadi titik terang untuk Wenger. Ada manfaatnya memainkan gelandang bertahan dan tidak menyerahkan full back untuk menugaskan menahan pemain depan di setiap kesempatan. Wenger akhirnya menyadari, kekalahan Arsenal sebagian besar ditimbulkan oleh garis pertahanan.
7. White Hart Lane bukan tempat nyaman bagi Tottenham musim ini
Kekalahan kandang di Liga Primer saat menjamu West Brom dan Stoke adalah indikasi dari kesulitan Spurs di laga kandang musim ini. Arsenal tidak akan bertahan, sehingga mereka akan menghadapi serangan Spurs yang ingin menang. Pasukan Pochettino belum meyakinkan musim ini, dan mereka bukan tim yang mumpuni dalam serangan balik.
8. Santi Cazorla tak terbendung
Pesepak bola Spanyol itu tanmpil sensasional sejak awal Desember. Dalam 10 laga terakhir, telah menghasilkan enam gol dan lima assist. Dengan Coquelin menyokong lini tengah di belakangnya, Cazorla mendapat kebebasan dalam perannya.
9. David Ospina belum kebobolan sejak menggantikan Wojciech Szczesny
Ospina membuat empat clean sheet dalam empat pertandingan sejak menggantikan Szczesny, dan lebih berwibawa daripada Szczesny. Meskipun menyerupai seorang pengusaha yang sedikit kelebihan berat badan, Ospina memiliki bakat untuk berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, dan kemampuannya untuk menghadapi umpan silang, serta mengatur pertahanan.
10. Pertahanan Spurs masih belum solid
Dalam dua dari tiga laga terakhir Spurs, mereka kebobolan sepasang gol cepat saat dalam posisi nyaman. Pertama, mereka kalah di kandang Leiecster dengan dua gol di tujuh menit akhir laga, sebelum mengulanginya empat hari kemudian melawan Sheffield United ketika mereka kebobolan dua gol dalam dua menit. Kondisi itu bisa sangat rawan menghadapi Arsenal yang memiliki rata-rata tiga gol per game dalam lima pertandingan terakhir mereka.
(sha)