Presiden WBC : Pemenang Mega Duel Bakal Jadi Juara Abadi
Selasa, 10 Maret 2015 - 16:46 WIB
Presiden WBC : Pemenang Mega Duel Bakal Jadi Juara Abadi
A
A
A
LOS ANGELES - Presiden World Boxing Council (WBC) Mauricio Sulaiman menegaskan kalau pemenang menga duel antara Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather Jr. akan menjadi pemenang abadi. Kedua petarung dunia itu akan saling adu jotos pada 2 Mei mendatang di MGM Grand Garden, Las Vegas.
Sulaiman dikabarkan sempat menyambangi latihan kedua petinju yang saat ini tengah fokus menyiapkan diri. Sulaiman mengunjungi Mayweather yang mempersiapkan diri di Las Vegas Gym, pekan lalu. Sedangan Pacquiao dikunjungi pada akhir pekan lalu.
Namun dari kunjungan tersebut, Sulaiman mengaku terkesan dengan Pacquiao. Ia menceritakan bagaimana perjuangan petinju Filipina kali pertama merebut gelar WBC dari tangan petinju Thailand, Chatchai Sasakul in December 1998.
Saat itu WBC masih dikomandani sang ayah Sulaiman, Don Jose Sulaiman. Dengan kesungguhannya, Pacquiao mampu menganvaskan Sasakul di ronde kedelapan sekaligus merebut gelar kelas bulu, terbang dan terbang menengah sekaligus.
Sulaiman mengatakan Pacquiao merupakan bagian dari sejarah panjang WBC dan akan bertemu Mayweather yang mencatat hasil tak pernah kalah dalam 47 pertarungan. "Pertarungan mereka akan menjadi pertarungan terhebat dan menjadi satu keabadian. Pemenang dari mega duel itu akan menjadi juara sejati," ucapnya dilansir Boxingscene, Selasa (10/3/2015).
Dengan kemampuan dan rekor ciamik kedua petinju, Sulaiman menilai pemenang dalam pertarungan termahal sepanjang sejarah itu akan ditentukan siapa yang bisa bertinju dengan gayanya sendiri. Pacquiao mempunyai kecepatan, kekuatan dan bisa menyarangkan pukulan dari berbagai sudut. Sedangkan Mayweather mempunyai kecepatan dan skill.
Sulaiman dikabarkan sempat menyambangi latihan kedua petinju yang saat ini tengah fokus menyiapkan diri. Sulaiman mengunjungi Mayweather yang mempersiapkan diri di Las Vegas Gym, pekan lalu. Sedangan Pacquiao dikunjungi pada akhir pekan lalu.
Namun dari kunjungan tersebut, Sulaiman mengaku terkesan dengan Pacquiao. Ia menceritakan bagaimana perjuangan petinju Filipina kali pertama merebut gelar WBC dari tangan petinju Thailand, Chatchai Sasakul in December 1998.
Saat itu WBC masih dikomandani sang ayah Sulaiman, Don Jose Sulaiman. Dengan kesungguhannya, Pacquiao mampu menganvaskan Sasakul di ronde kedelapan sekaligus merebut gelar kelas bulu, terbang dan terbang menengah sekaligus.
Sulaiman mengatakan Pacquiao merupakan bagian dari sejarah panjang WBC dan akan bertemu Mayweather yang mencatat hasil tak pernah kalah dalam 47 pertarungan. "Pertarungan mereka akan menjadi pertarungan terhebat dan menjadi satu keabadian. Pemenang dari mega duel itu akan menjadi juara sejati," ucapnya dilansir Boxingscene, Selasa (10/3/2015).
Dengan kemampuan dan rekor ciamik kedua petinju, Sulaiman menilai pemenang dalam pertarungan termahal sepanjang sejarah itu akan ditentukan siapa yang bisa bertinju dengan gayanya sendiri. Pacquiao mempunyai kecepatan, kekuatan dan bisa menyarangkan pukulan dari berbagai sudut. Sedangkan Mayweather mempunyai kecepatan dan skill.
(bbk)