Putusan Liga Ini Bikin Geram Persib Bandung
Rabu, 18 Maret 2015 - 14:05 WIB
Putusan Liga Ini Bikin Geram Persib Bandung
A
A
A
BANDUNG - Keputusan PT. Liga Indonesia yang menutup pendaftaran pemain lokal ditentang Persib Bandung.
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengecam PT. Liga Indonesia yang menutup pendaftaran untuk pemain lokal di Indonesia Super League (ISL) sejak 27 Februari 2015 lalu.
Sebab, kata dia biasanya penutupan pendaftaran pemain baik lokal maupun asing ditutup satu pekan setelah kick off ISL dimulai. "Ini gimana sih, pertandingan saja belum. Kalau kompetisi mundur, ya pendaftaran pemain juga mundur dong. Harus bijaksana. Biasanya kan pendaftaran pemain ditutup seminggu setelah kick off. Ini belum saja dimulai sudah ditutup,"geram Umuh.
Dengan begitu, Umuh akan melakukan komunikasi secara langsung dengan PT. Liga Indonesia terkait keputusan penutupan pendaftaran pemain untuk ISL 2015. "Nanti kita akan bicarakan baik-baik dengan PT Liga. Karena kita juga sampai sekarang masih kekurangan pemain. Belum lagi striker asing masih gelap. Kita tidak mau terlalu terburu-buru karena kita ingin benar-benar mencari pemain yang berkualitas dan sangat dibutuhkan Persib,"tegasnya.
Sementara itu, Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku tidak mempermasalahkan kendati pendaftaran untuk pemain lokal untuk kompetisi tertinggi tanah air itu sudah ditutup. "Yah, mau gimana lagi. Kita akan penuhi keinginan PT Liga (selaku operator ISL). Kita terima meski tidak dapat dimungkiri kita juga masih membutuhkan beberapa pemain lokal lagi,"kata Djadjang.
Meski begitu, pelatih yang akrab disapa Djanur ini mengaku belum mendapatkan surat resmi dari PT Liga Indonesia terkait penutupan pendaftaran pemain lokal tersebut. "Suratnya atau pemberitahuannya belum kita terima,"katanya.
Seperti diberitakan, PT. Liga Indonesia menegaskan tidak akan memperpanjang masa pendaftaran untuk pemain lokal di ISL 2015, meski kick off kompetisi kasta tertinggi itu mengalami penundaan dari 20 Februari menjadi 4 April nanti.
Sekretaris PT. Liga Indonesia, Tigor Shalom Boboy mengatakan pendaftaran untuk pemain lokal tersebut sudah ditutup pada 27 Februari lalu, sesuai dengan yang telah ditetapkan. "Tapi kalau untuk pemain asing masih dibuka karena terkait TMS (Transfer Matching System) yang masih dibuka hingga 7 April nanti,"kata Tigor.
Menurutnya, jika berbicara penundaan kick off itu bukan termasuk force majeur yang mengharuskan PT. Liga memperpanjang durasi pendaftaran pemain lokal. "Itu hanya bicara terkait revisi kontrak pemain dengan klub saja. Karena adanya perubahan waktu kompetisi dari rencana sebelumnya,"jelasnya.
Tigor menyadari selama ini, beberapa klub ISL masih melakukan seleksi bukan hanya terhadap pemain asing, tapi juga untuk lokal. Bahkan, ada beberapa pemain lokal yang sudah didaftarkan klub sebelumnya kemudian mengikuti seleksi di klub lain.
"Saya masih belum mengecek lagi soal itu. Tapi sejauh ini, seluruh klub sepertinya hanya tinggal melengkapi pemain asing mereka saja seperti Persib, Persiba, Bali United, serta Persebaya," pungkasnya.
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengecam PT. Liga Indonesia yang menutup pendaftaran untuk pemain lokal di Indonesia Super League (ISL) sejak 27 Februari 2015 lalu.
Sebab, kata dia biasanya penutupan pendaftaran pemain baik lokal maupun asing ditutup satu pekan setelah kick off ISL dimulai. "Ini gimana sih, pertandingan saja belum. Kalau kompetisi mundur, ya pendaftaran pemain juga mundur dong. Harus bijaksana. Biasanya kan pendaftaran pemain ditutup seminggu setelah kick off. Ini belum saja dimulai sudah ditutup,"geram Umuh.
Dengan begitu, Umuh akan melakukan komunikasi secara langsung dengan PT. Liga Indonesia terkait keputusan penutupan pendaftaran pemain untuk ISL 2015. "Nanti kita akan bicarakan baik-baik dengan PT Liga. Karena kita juga sampai sekarang masih kekurangan pemain. Belum lagi striker asing masih gelap. Kita tidak mau terlalu terburu-buru karena kita ingin benar-benar mencari pemain yang berkualitas dan sangat dibutuhkan Persib,"tegasnya.
Sementara itu, Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku tidak mempermasalahkan kendati pendaftaran untuk pemain lokal untuk kompetisi tertinggi tanah air itu sudah ditutup. "Yah, mau gimana lagi. Kita akan penuhi keinginan PT Liga (selaku operator ISL). Kita terima meski tidak dapat dimungkiri kita juga masih membutuhkan beberapa pemain lokal lagi,"kata Djadjang.
Meski begitu, pelatih yang akrab disapa Djanur ini mengaku belum mendapatkan surat resmi dari PT Liga Indonesia terkait penutupan pendaftaran pemain lokal tersebut. "Suratnya atau pemberitahuannya belum kita terima,"katanya.
Seperti diberitakan, PT. Liga Indonesia menegaskan tidak akan memperpanjang masa pendaftaran untuk pemain lokal di ISL 2015, meski kick off kompetisi kasta tertinggi itu mengalami penundaan dari 20 Februari menjadi 4 April nanti.
Sekretaris PT. Liga Indonesia, Tigor Shalom Boboy mengatakan pendaftaran untuk pemain lokal tersebut sudah ditutup pada 27 Februari lalu, sesuai dengan yang telah ditetapkan. "Tapi kalau untuk pemain asing masih dibuka karena terkait TMS (Transfer Matching System) yang masih dibuka hingga 7 April nanti,"kata Tigor.
Menurutnya, jika berbicara penundaan kick off itu bukan termasuk force majeur yang mengharuskan PT. Liga memperpanjang durasi pendaftaran pemain lokal. "Itu hanya bicara terkait revisi kontrak pemain dengan klub saja. Karena adanya perubahan waktu kompetisi dari rencana sebelumnya,"jelasnya.
Tigor menyadari selama ini, beberapa klub ISL masih melakukan seleksi bukan hanya terhadap pemain asing, tapi juga untuk lokal. Bahkan, ada beberapa pemain lokal yang sudah didaftarkan klub sebelumnya kemudian mengikuti seleksi di klub lain.
"Saya masih belum mengecek lagi soal itu. Tapi sejauh ini, seluruh klub sepertinya hanya tinggal melengkapi pemain asing mereka saja seperti Persib, Persiba, Bali United, serta Persebaya," pungkasnya.
(aww)