Jaga Kepercayaan Sponsor, Ini Usulan Persib Bandung
Senin, 04 Mei 2015 - 16:41 WIB
Jaga Kepercayaan Sponsor, Ini Usulan Persib Bandung
A
A
A
BANDUNG - Keputusan PSSI menghentikan kompetisi QNB League dalam rapat Executive Committee pada 2-3 Mei lalu direaksi oleh Persib Bandung. Direktur Marketing dan Promosi PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB), Muhammad Farhan, tak memungkiri keputusan PSSI tersebut membuat para sponsor yang bekerjasama dengan skuat Persib Bandung merasa dirugikan.
Namun, kata Farhan, komplain yang dilontarkan para sponsor tersebut bukan ditujukan kepada Persib Bandung melainkan situasi keadaan yang terjadi pada persepak bolaan Indonesia.
"Selama ini mereka (sponsor) mengerti dan belum ada satupun yang melepas kontraknya. Kontrak kita dengan para sponsor ini masih berjalan. Karena dalam kontrak tersebut, kita sudah membicarakan kalau kontrak disiapkan selain pertandingan liga yang digulirkan," jelas Farhan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (4/5).
Soal kerugian, presenter kawakan ini enggan berkomentar lebih jauh. Namun, dampak dari penghentian kompetisi bergengsi tanah air itu dipastikan merugikan persepakbolaan nasional. "Jangan dulu memikirkan klub lah, pikirkan saja kerugian persepakbolaan nasional. Dengan klub tidak main, pemain juga tidak main dong. Kalau gak main gimana mau jadi pemain nasional?," tuturnya.
Guna menjaga kepercayaan para sponsor, Farhan berharap Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggelar laga persahabatan. "Menpora harus memberikan izin untuk menggelar pertandingan persahabatan. Mungkin saja pertandingan persahabatan seluruh Indonesia. Persib akan mengusulkan itu ke Menpora. Kalau tanya wasitnya dari mana. Wasit dari seluruh dunia. Gitu saja," tegasnya.
Selama ini, Farhan mengaku sudah melakukan pertemuan dengan para sponsor yang sudah menjalin kerja samanya dengan tim Persib Bandung.
"Hasilnya, kita harus mencari cara yang kreatif untuk dan mencari kesepakatan negosiasi dalam hal ini. Ya, artinya sponsor harus menjaga kepercayaan bukan hanya pada Persib saja tapi industri masih percaya industri sepakbola atau tidak,"katanya.
Namun, kata Farhan, komplain yang dilontarkan para sponsor tersebut bukan ditujukan kepada Persib Bandung melainkan situasi keadaan yang terjadi pada persepak bolaan Indonesia.
"Selama ini mereka (sponsor) mengerti dan belum ada satupun yang melepas kontraknya. Kontrak kita dengan para sponsor ini masih berjalan. Karena dalam kontrak tersebut, kita sudah membicarakan kalau kontrak disiapkan selain pertandingan liga yang digulirkan," jelas Farhan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (4/5).
Soal kerugian, presenter kawakan ini enggan berkomentar lebih jauh. Namun, dampak dari penghentian kompetisi bergengsi tanah air itu dipastikan merugikan persepakbolaan nasional. "Jangan dulu memikirkan klub lah, pikirkan saja kerugian persepakbolaan nasional. Dengan klub tidak main, pemain juga tidak main dong. Kalau gak main gimana mau jadi pemain nasional?," tuturnya.
Guna menjaga kepercayaan para sponsor, Farhan berharap Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggelar laga persahabatan. "Menpora harus memberikan izin untuk menggelar pertandingan persahabatan. Mungkin saja pertandingan persahabatan seluruh Indonesia. Persib akan mengusulkan itu ke Menpora. Kalau tanya wasitnya dari mana. Wasit dari seluruh dunia. Gitu saja," tegasnya.
Selama ini, Farhan mengaku sudah melakukan pertemuan dengan para sponsor yang sudah menjalin kerja samanya dengan tim Persib Bandung.
"Hasilnya, kita harus mencari cara yang kreatif untuk dan mencari kesepakatan negosiasi dalam hal ini. Ya, artinya sponsor harus menjaga kepercayaan bukan hanya pada Persib saja tapi industri masih percaya industri sepakbola atau tidak,"katanya.
(aww)