Kekalahan dari Mayweather Jadi Kendaraan Politik Pacquiao?
Senin, 11 Mei 2015 - 07:15 WIB
Kekalahan dari Mayweather Jadi Kendaraan Politik Pacquiao?
A
A
A
MANILA - Kekalahan Manny Pacquiao atas Floyd Mayweather Jr., 3 Mei lalu masih menyisakan cerita. Kali ini, Analis Politik dan Profesor Administrasi Publik, Prospero de Vera, menyebut kekalahan atas Mayweather Jr bisa jadi senjata utama petinju Filipina dalam bertarung di kancah politik.
Sosok Pacquiao langsung berhasil merebut simpati rakyat Filipina ketika centang bel di atas ring tinju MGM Grand Garden Arena, Las Vegas menggema untuk kemenangan Mayweather Jr. Kekalahan angka mutlak Pacman langsung menghadirkan gelombang tangisan dan dukungan dari masyarakan negara di Asia Tenggara tersebut.
Hal itu rupanya rupanya diamati oleh De Vera. Dilansir New York Post, Senin (11/5/2015), ia menilai kondisi Pacquiao pasca dikalahkan petinju asal Amerika Serikat itu bakal menguntungkannya jelang bertarung di Kongres Nasional.
Pacquiao disebut bakal lebih mudah bertarung memperebutkan salah satu dari 24 kursi Senator Filipina sebagai batu loncatan menjadi Presiden atau Wakil Presiden Filipina seusai dikalahkan. Sebagai modal, sosoknya yang dianggap sebagai pahlawan dan uang yang berlimpah akan memuluskannya merebut simpati masyakat.
Hal itu bukan sekedar prediksi semata. Pasalnya De Vera menilai, kandidat pemimpin di Filipina yang punya dua kekuatan tersebut lebih sering menang. Maka modal USD100 Juta atau sekitar Rp1,3 Triliun yang didapatnya dari duel kontra Mayweather Jr pekan lalu membuatnya lebih mudah bertarung di dunia politik.
Selain itu, sosok dermawan Pacquiao yang sering membantu desa bisa jadi kekuatan utamanya merebut suara. Raul Martinez, Walikota Kibawe, kampung halaman Pacquiao mengungkapkan, atlet negaranya tersebut selalu memberikan PHP50 Ribu (Peso Filipina) atau setara Rp14,7 Juta untuk 144 desa di Provinsi Sarangani Selatan serta PHP500 Ribu atau Rp147 Juta untuk tujuh kota tiap tahunnya untuk sebuah acara setempat. Itu sebabnya Martinez dilaporkan kembali mendorong Pacquiao maju sebagai Gubernur.
Jika ada penghalang, satu-satunya batu sandungan Pacquiao merebut simpatik masyarakat untuk bertarung di kancah politik adalah loyalitasnya di parlemen. Petinju berusia 36 tahun itu masih tercatat sebagai anggota parlemen yang paling sering absen dalam lima musim terakhir. Selain itu, dia juga dianggap belum mewakili 292 perwakilan majelis daerah.
Kendati demikian, simpatik warga Filipina sendiri sejauh ini hanyalah meminta Pacquiao segera pensiun dari dunia tinju setelah dikalahkan Mayweather Jr. Sebagian juga memintanya menarik diri kancah politik. Meski demikian, beberapa masih berharap juara tinju delapan divisi tersebut bisa bertarung ulang dengan Mayweather Jr. setelah merasa kecewa.
Kekalahan Pacquiao yang kini berbuntut kontroversi setelah ia mengaku cedera bahu masih banyak disesalkan. Bahkan analis tinju Filipina, Ed Tolentino, secara gamblang menyebut hasil duel di Las Vegas kemarin bukanlah hasil akhir sesungguhnya.
"Ketika cedera belum terungkap, banyak orang menyalahkan Floyd Mayweather dalam duel sebab dinilai kurang bersemangat dan terus berlari. Tapi sekarang, orang-orang langsung menyalahkan Manny Pacquiao setelah merasa dirampok dari duel tersebut," ucap Tolentino beberapa waktu lalu.
Sosok Pacquiao langsung berhasil merebut simpati rakyat Filipina ketika centang bel di atas ring tinju MGM Grand Garden Arena, Las Vegas menggema untuk kemenangan Mayweather Jr. Kekalahan angka mutlak Pacman langsung menghadirkan gelombang tangisan dan dukungan dari masyarakan negara di Asia Tenggara tersebut.
Hal itu rupanya rupanya diamati oleh De Vera. Dilansir New York Post, Senin (11/5/2015), ia menilai kondisi Pacquiao pasca dikalahkan petinju asal Amerika Serikat itu bakal menguntungkannya jelang bertarung di Kongres Nasional.
Pacquiao disebut bakal lebih mudah bertarung memperebutkan salah satu dari 24 kursi Senator Filipina sebagai batu loncatan menjadi Presiden atau Wakil Presiden Filipina seusai dikalahkan. Sebagai modal, sosoknya yang dianggap sebagai pahlawan dan uang yang berlimpah akan memuluskannya merebut simpati masyakat.
Hal itu bukan sekedar prediksi semata. Pasalnya De Vera menilai, kandidat pemimpin di Filipina yang punya dua kekuatan tersebut lebih sering menang. Maka modal USD100 Juta atau sekitar Rp1,3 Triliun yang didapatnya dari duel kontra Mayweather Jr pekan lalu membuatnya lebih mudah bertarung di dunia politik.
Selain itu, sosok dermawan Pacquiao yang sering membantu desa bisa jadi kekuatan utamanya merebut suara. Raul Martinez, Walikota Kibawe, kampung halaman Pacquiao mengungkapkan, atlet negaranya tersebut selalu memberikan PHP50 Ribu (Peso Filipina) atau setara Rp14,7 Juta untuk 144 desa di Provinsi Sarangani Selatan serta PHP500 Ribu atau Rp147 Juta untuk tujuh kota tiap tahunnya untuk sebuah acara setempat. Itu sebabnya Martinez dilaporkan kembali mendorong Pacquiao maju sebagai Gubernur.
Jika ada penghalang, satu-satunya batu sandungan Pacquiao merebut simpatik masyarakat untuk bertarung di kancah politik adalah loyalitasnya di parlemen. Petinju berusia 36 tahun itu masih tercatat sebagai anggota parlemen yang paling sering absen dalam lima musim terakhir. Selain itu, dia juga dianggap belum mewakili 292 perwakilan majelis daerah.
Kendati demikian, simpatik warga Filipina sendiri sejauh ini hanyalah meminta Pacquiao segera pensiun dari dunia tinju setelah dikalahkan Mayweather Jr. Sebagian juga memintanya menarik diri kancah politik. Meski demikian, beberapa masih berharap juara tinju delapan divisi tersebut bisa bertarung ulang dengan Mayweather Jr. setelah merasa kecewa.
Kekalahan Pacquiao yang kini berbuntut kontroversi setelah ia mengaku cedera bahu masih banyak disesalkan. Bahkan analis tinju Filipina, Ed Tolentino, secara gamblang menyebut hasil duel di Las Vegas kemarin bukanlah hasil akhir sesungguhnya.
"Ketika cedera belum terungkap, banyak orang menyalahkan Floyd Mayweather dalam duel sebab dinilai kurang bersemangat dan terus berlari. Tapi sekarang, orang-orang langsung menyalahkan Manny Pacquiao setelah merasa dirampok dari duel tersebut," ucap Tolentino beberapa waktu lalu.
(sha)