Jalan Panjang Mimpi Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20: Berakhir Pembatalan Menyakitkan
Kamis, 30 Maret 2023 - 10:00 WIB
Jalan Panjang Mimpi Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20. Foto: IST
JAKARTA - Federasi Sepak bola Internasional ( FIFA ) mengumumkan bahwa Indonesia tidak akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 setelah dicoret statusnya, Rabu (29/3/2023). Padahal, selama sekitar 4 tahun Indonesia mempersiapkan turnamen ini.
Kronologi perjuangan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dimulai ketika pada Oktober 2019, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah dalam Rapat Dewan FIFA di Shanghai, mengalahkan kandidat lain seperti Peru dan Brasil. Namun, pandemi Covid-19 membuat Piala Dunia U-20 2021 dibatalkan. Meskipun begitu, FIFA memutuskan Indonesia tetap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dengan jadwal baru turnamen pada tanggal 20 Mei 2023 hingga 11 Juni 2023.
Baca Juga: Pernyataan Lengkap FIFA Terkait Pembatalan Piala Dunia U-20 Indonesia
Pada Juli 2022, Israel menjadi runner-up di final Euro U-19 2022 dan berhak tampil di Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Namun, pada 14 Maret 2023, beberapa pihak termasuk Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta partai politik dan ormas menolak kehadiran Israel.
Kronologi perjuangan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dimulai ketika pada Oktober 2019, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah dalam Rapat Dewan FIFA di Shanghai, mengalahkan kandidat lain seperti Peru dan Brasil. Namun, pandemi Covid-19 membuat Piala Dunia U-20 2021 dibatalkan. Meskipun begitu, FIFA memutuskan Indonesia tetap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dengan jadwal baru turnamen pada tanggal 20 Mei 2023 hingga 11 Juni 2023.
Baca Juga: Pernyataan Lengkap FIFA Terkait Pembatalan Piala Dunia U-20 Indonesia
Pada Juli 2022, Israel menjadi runner-up di final Euro U-19 2022 dan berhak tampil di Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Namun, pada 14 Maret 2023, beberapa pihak termasuk Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta partai politik dan ormas menolak kehadiran Israel.
Lihat Juga :