Persaingan yang Menggemaskan dan Menyebalkan di Seri A
Rabu, 22 Juli 2020 - 11:30 WIB
Kisah serupa terjadi pada Inter. Saat pasukan Antonio Conte itu sempat memberikan tekanan dengan merangsek ke urutan kedua, I Nerazzurri ikut-ikutan kehilangan energi. Seperti saat Juve bermain imbang 3-3 melawan Sassuolo, Inter juga ikut imbang menghadapi AS Roma. Ketika Le Vecchia Signora tumbang dari AC Milan, Inter justru imbang 2-2 melawan Hellas Verona. Conte kemudian menyebut jadwal sebagai kambing hitam dari penampilan Inter yang tidak konsisten. (Baca: Pesone Presenter Seksi Ini Siap Warnai Premier Legue Musim Depan)
“Kalender kami gila. Saat beberapa tim mendapat lima hari istirahat, kami bermain larut malam dalam pertandingan tandang dan akhirnya pulang pukul 4 pagi. Mereka mengamankan tempat kedua dan hampir lima poin dari Juventus," ucap Conte.
Tekanan juga sempat diberikan Atalanta. Bermain impresif di Liga Champions, Atalanta menekan Juve saat mereka berada di urutan kedua. Tapi, sama seperti cerita Lazio dan Inter, pasukan Gian Piero Gasperini juga tiba-tiba lepas dari persaingan. Mereka sempat tercecer di urutan ketiga. Seperti saat Atalanta bermain imbang 1-1 melawan Hellas Verona, saat itu pula Juve bermain imbang 3-3 menghadapi Sassoulo.
Itulah yang membuat Seri A terasa menggemaskan dan menjengkelkan terutama untuk mereka yang mulai bosan Juventus menjadi juara. Setelah Juve menundukkan Lazio 2-1 dengan dua gol dari Cristiano Ronaldo, pasukan Maurizio Sarri mulai bisa berhitung gelar. (Baca juga: Ada Video Dugaan Penyiksaan Muslim Uighur, China Masih Berkelit)
Kemenangan 2-1 atas membuat Juve unggul delapan poin dari Inter di puncak klasemen. Secara matematis Juventus dapat merayakan gelar Seri A pada Kamis (23/7/2020), jika Inter tidak mengalahkan Fiorentina. Alasannya, Juve unggul head-to-head atas Inter.
“Kalender kami gila. Saat beberapa tim mendapat lima hari istirahat, kami bermain larut malam dalam pertandingan tandang dan akhirnya pulang pukul 4 pagi. Mereka mengamankan tempat kedua dan hampir lima poin dari Juventus," ucap Conte.
Tekanan juga sempat diberikan Atalanta. Bermain impresif di Liga Champions, Atalanta menekan Juve saat mereka berada di urutan kedua. Tapi, sama seperti cerita Lazio dan Inter, pasukan Gian Piero Gasperini juga tiba-tiba lepas dari persaingan. Mereka sempat tercecer di urutan ketiga. Seperti saat Atalanta bermain imbang 1-1 melawan Hellas Verona, saat itu pula Juve bermain imbang 3-3 menghadapi Sassoulo.
Itulah yang membuat Seri A terasa menggemaskan dan menjengkelkan terutama untuk mereka yang mulai bosan Juventus menjadi juara. Setelah Juve menundukkan Lazio 2-1 dengan dua gol dari Cristiano Ronaldo, pasukan Maurizio Sarri mulai bisa berhitung gelar. (Baca juga: Ada Video Dugaan Penyiksaan Muslim Uighur, China Masih Berkelit)
Kemenangan 2-1 atas membuat Juve unggul delapan poin dari Inter di puncak klasemen. Secara matematis Juventus dapat merayakan gelar Seri A pada Kamis (23/7/2020), jika Inter tidak mengalahkan Fiorentina. Alasannya, Juve unggul head-to-head atas Inter.
Lihat Juga :